Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2009

Tentang Hukum Positiv & Hukum Islam

masih bercerita hikmah dari novel tempo hari...

Tentang Hukum Positiv & Hukum Islam

“Kalau menurut pengamatan saya, ada sebuah hal yang mendasari seseorang itu acuh tak acuh dengan hukum Islam itu sendiri. Nah, saya melihat sebuah fenomena yang mendasar pada negeri kita ini. Memang, hukum kita ini sangat mudah untuk ditarik ulur. Atau dalam hal ini, banyak sekali undang-undang karet yang mudah untuk dimainkan oleh penegak hukum. Entah itu Hakim, Jaksa, Polisi atau bahkan Pengacara sekalipun.” Prof. Susilo menarik nafas sebentar, setelah itu beliau melanjutkan analisisnya “yang akhirnya terjadi adalah, sebuah anggapan bahwa hukum kita mudah untuk dibeli.
Namun persoalan yang paling mendasar, bahwa
sesungguhnya hukum Islam itu sendiri masih asing ditelinga orang Islam. Sehingga untuk memunculkan Hukum Islam, apalagi hukum pidana Islam. Maka seseorang harus dapat
benar-benar paham tentang apa pola-pola keberadaan hukum tersebut. Contohnya, dalam
kasus Umar bin Khattab. Seorang pencuri pun, dapat diampuni hukuman potong tangannya. Nah, itu terjadi karena kelalaian pemerintahan Umar bin Khattab sendiri. Dalam hal ini, Umar bin Khattab merasa berdosa karena masih ada rakyatnya yang
kelaparan. Akibat kelaparan itulah seorang dapat mencuri. Ingat, Lid. Rasulullah pun
telah bersabda “sesungguhnya kemiskinan itu menyebabkan kekufuran.” Nah, jika kita
melakukan hukum pidana Islam. Minimal rakyat sudah bisa hidup layak dan
mendapatkan makanan dengan mudah. Sedangkan faktanya, bahwa rakyat negara ini
masih sangat lemah perekenomiannya. Jadi Lid, menurut saya tingkat kesejahteraan
itulah yang mendorong seorang untuk bisa memahami tentang arti the rule of law! Kalau
menurut kamu gimana?”

Sejenak aku berfikir, memikirkan apa yang telah diucapkan oleh guru besar yang
satu ini. Memang analisis beliau terlihat gamblang, jelas dan ringkas. Dan langsung to the point. Bahwa, kalau menurut penafsiranku tentang analisis beliau. Bahwa sesungguhnya semua aturan (hukum) dapat ditegakkan jikalau pelaku hukum bisa menikmati kesejahteraan dari aturan (hukum) tersebut. Dengan kata lain, tingkat perekonomian masyarakatlah yang menjadi pedoman. Jikalau, sebuah masyarakat sudah mempunyai tingkat perekonomian yang tinggi maka secara otomatis pendidikan masyarakat pun juga tinggi. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka secara otomatis hukum akan berjalan sesuai apa yang diharapkan. Tetapi, ada kejanggalan.

“Hem, begini Pak!” ucapku sambil terlihat memikirkan suatu hal. “Hukum, merupakan
aturan yang harus diterapkan oleh masyarakat. Jikalau hukum itu baik, maka masyarakatpun ikut baik. Insya Allah!” ucapku

Terlihat Prof. Susilo memandangiku dengan seksama. Memperhatikan setiap ucapanku.
Dan sesekali mengangguk jika beliau setuju dengan pendapatku.

Setelah itu aku mengatakan “sebuah aturan atau hukum, baik yang sudah maupun yang
akan diterapkan kepada masyarakat. Harus melawati titik uji tentang keampuhan hukum tersebut. Dengan kata lain, bahwa hukum tersebut mempunyai sifat yang haq (benar) dan
tetap serta tidak berubah-ubah. Untuk membuat sebuah kebenaran, maka seseorang pembuat hukum harus mengetahui kebenaran itu sendiri. Untuk mengetahui kebenaran,
maka pembuat hukum pun harus menjadi orang yang benar. Dan untuk menjadi orang
yang benar, maka pembuat hukum harus melakukan kebenaran atau dalam kata lain
kegiatan kebenaran. Sehingga, akan terjadi stimulus (pembangkit) untuk melakukan
kebenaran itu sendiri. Sehingga para penegak hukum pun dengan serta merta akan
melakukan pembenaran tentang adanya kebenaran. Jikalau nyata-nyata sebuah kebenaran
itu adalah benar.

Dinegara kita ini, tingkat masyarakat untuk memahami hukum memang sangat rendah. Sama rendahnya dengan apa yang mereka pahami tentang Undang-Undang. Hukum bagi masyarakat adalah sebuah kerangka penyekat dalam tingkahlaku mereka.Karena anggapan mereka, hukum merupakan aturan yang terdiri dari pasal-pasal dan ayat-ayat yang mengekang kelakuan mereka terhadap orang lain. Hukum dinegara kita ini, merupakan hukum yang berada pada penafsiran kegiatan kesalahan-kesalahan manusia. Bukan merupakan tingkat aturan (hukum) tentang melakukan sebuah kebanaran atau kebaikan. Jadi, masyarakat akan langsung takut manakalah hukum positif tersebut diperdengarkan oleh mereka. Sikap antipati terhadap hukum positif inilah, yang akhirnya masyarakat juga antipati terhadap hukum Islam. Masyarakat akan langsung mengatakan bahwa hukum itu adalah tindakan yang bersifat punishment (hukuman). Bukan tindakan yang bersifat mangatur hidup agar lebih baik. Jadi antipati seseorang terhadap hukum Islam, hanya karena mereka tidak mengetahui tetang kejalasan hukum-hukum Islam. Karena mereka trauma dengan hukum positif (hukum yang ada dinegara) yang bersifat penghukuman bagi orang yang bersalah. Maka, hukum Islam identik dengan mati, potong tangan dan lain sebagainya. Inilah yang membuat hukum-hukum Islam menjadi hal yang menakutkan bagi masyarakat. Padahal hukum Islam itu tidak hanya seperti itu. Islam banyak mengatur tentang tata cara dalam berbagai hal. Seperti hukum nikah, hukum pergaulan, hukum jual beli, hukum pidana, hukum perdata dan bahkan untuk memasuki kamar mandi pun ada hukumnya. Nah, disinilah orang-orang seharusnya memahami tentang hukum itu sendiri. Hukum Islam mengatur kehidupan, agar menjadi lebih terarah dan teratur dalam menjalankan kehidupan yang sementara ini. Di dunia. Ganjaran bagi orang-orang yang melakukan hukum (aturan) Islam. Menjadikan mereka akan lebih taat kepada Rabb (Tuhan)nya. Saat orang Islam taat kepada hokum hukum Islam. Maka yang akan terjadi adalah keseimbangan dalam hidup, antara dunia dan akhirat!” ucapku panjang lebar. “saya sanksi, saat Bapak mengatakan tentang seorang pelaku hukum akan mentaati hukum manakalah perekonomian masyarakat sudah tinggi. Terbukti dinegara maju, bahkan Amerika sekalipun. Tingkat pelanggaran hukum juga tidak kalah banyaknya dengan negara kita. Di Los Angeles, tingkat perkosaan mereka sangat tinggi. Setiap hari, ada sekitar 3000 wanita yang diperkosa melapor ke LAPD (Los Angeles Police Depertement). Dan yang tidak melaporpun, sama banyaknya.

Sungguh ironis, jikalau hukum hanya mengatur tentang tingkah laku kesalahan mereka.
Karena hukum yang sesungguhnya, adalah mengatur manusia untuk lebih mencintai
hukum itu sendiri.
Contohnya, seseorang yang membunuh. Dalam hukum Islam, dia harus qishah
(dibalas). Tetapi manakalah si pembunuh dimaafkan oleh keluarga yang dibunuh, maka
pembunuh ini terbebas dari hukuman tersebut. Meskipun dalam hal ini ada peraturan juga mengenai tata cara pengampunan dalam hukum Islam. Jadi, pandangan masyarakat
tentang hukuman mati dalam Islam. Banyak yang keliru dan salah. Tidak sedikit orang
yang mengatakan bahwa hukuman mati dalam Islam itu kejam. Tetapi, uniknya. Pada
saat ada seorang yang dibunuh, maka secara otomatis keluarga yang menjadi korban akan
menuntut hal yang serupa pada pelaku pembunuhan. Yaitu dibunuh. Jadi sebenarnya,
hukuman mati adalah sebuah fitrah dalam kehidupan. Jadi seseorang yang mengacuhkan
hukuman mati, atau bahkan menganggap hukuman mati adalah sebuah kekejaman atau
bahkan kekejian karena melanggar HAM (Hak Asasi Manusia). Maka seseorang itu,
tidaklah memahami esensi dalam sebuah kehidupan. Dalam Islam, pun telah diatur
tentang hukuman mati tersebut. Membunuh satu orang yang tidak bersalah, bagaikan
membunuh semua manusia yang ada didunia. Itulah esensi hukum Islam.
Sedangkan, apa yang tertera hukuman mati dalam hukum positif. Sangatlah
rancuh. Hukuman seseorang yang membunuh tanpa alasan yang benar. Tidaklah pantas
seseorang itu tetap hidup. Sedangkan, apa yang dilakukan Umar bin Khattab. Adalah
sebuah kebijaksanaan khalifah (pemimpin) dalam melaksanakan tugasnya. Umar bin
Khattab, sangat menjaga rakyatnya dalam masalah apapun. Termasuk kesejahteraan.
Tetapi, sedangkan pemimpin kita? Jadi sebuah pelaksanaan hukum, kalau menurut saya
adalah pada pelaksanaan dari hukum itu sendiri. Dalam pengertian, hukum bukanlah hal
yang mengekang atau membatasi kehendak kita. Tetapi sebenarnya, hukum adalah
sebuah perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari.” Ucapku penuh yakin.
Prof. Susilo tersenyum. Dia menganggukan kepalanya pelan. Tanda setuju.
“Hem, saya paham apa yang kamu maksud Khalid!” ucap Prof. Susilo. “tetapi apakah
hukum positif tidak dapat menjadi sebuah kehidupan hukum sehari-hari?” sanggahnya.
“Saya rasa, begini Pak. Hukum merupakan sebuah pokok kehidupan. Manakalah hukum
itu baik, maka masyarakatnya pun akan baik. Saya ingin menanyakan kepada Bapak.
Apakah dalam hukum positif, terdapat sebuah pengaturan tentang hukum bertingkah laku
yang baik.”
Prof. Susilo terlihat memikirkannya.
Saat itulah aku langsung menjawab sendiri pertanyaanku “tidak Pak! Hukum positif,
tidak mengajarkan kita bertingkah laku yang baik. Tetapi hukum positi hanya, mengatur
orang yang bertingkah laku tidak baik. Atau dalam kata lain. Melanggar hukum. Tetapi
dalam hukum-hukum Islam. Kita pun diatur dalam bertingkah laku yang baik. Dan kita
pun diberitahu akibat dari perilaku yang baik. Maupun yang tidak baik. Jadi hukum,
seharusnya melihat dua hal. Yaitu sebab dan akibat. Bukan hanya hukum bersifat akibat
semata.”

Rabu, 29 April 2009

Masih lanjutan dari postingan Blog sebelumnya tentang Asyiknya Membaca Novel Islami.

Tentang kesalehan pribadi dan keshalehan umum, persatuan kaum muslimin
Orang-orang muslim yang kaya diharapkan untuk dapat bersatu merapatkan shaff dalam barisan perjuangan. Sehingga tidak terjadi suatu kehendak yang hanya bersifat keshalehan pribadi, tetapi tidak mendapatkan sebuah kemaslahatan pada masyarakat.
Banyak sekali orang-orang yang hanya menginginkan keshalehan individu. Sehingga
menafikkan keshalehan umum. Menganggap bahwa, suatu hal yang menurut kehendaknya menyenangkan. Maka itulah yang harus dia lakukan, untuk menyenangkan hatinya. Yaitu sebuah kesenangan yang hanya menentramkan hatinya, tetapi mengacuhkan kesenangan saudara-saudaranya. Banyak orang-orang muslim yang masih sangat membutuhkan uluran tangan dari saudara-saudara muslim yang lainnya. Kalau lah kita hanya menyalahkan para misionaris yang sedang gencar-gencarnya memurtadkan orang-orang Islam. Itu tidaklah adil. Karena letak dari kesalahannya, adalah karena kita tidak pernah perduli dengan saudara-saudara kita sesama muslim. Sehingga Itsar, satu kata dalam barisan muslimin telah terkoyak dan rusak. Itsar hanya menjadi selogan kosong, dan hanya menjadi kenangan sejarah yang menganggumkan. Bukan menjadikan semangat kita, untuk menjadikan contoh bagi diri dalam mencintai saudara-saudara
muslim.

Aku jadi teringat sebuah cerita para pasukan muslim yang akan bertempur malawan tentara kafir. Saat-saat para tentara kafir mengira bahwa tentara Islam tidak pernah melatih kekompakan. Tetapi, tidak diduga-duga. Saat tentara kafir melihat tentara Islam yang sedang menyebrang sungai. Hingga salah satu tentara Islam kehilangan kantong air minumnya kedalam sungai. Tanpa dikomandopun, seluruh tentara Islam langsung mencari kantong air milik saudara seimannya. Melihat kejadian itu, seketika tentara kafir langsung menyerah. “Bagaimana kita akan menyerang sebuah pasukan. Yang pasukan itu sangat perduli dengan temannya. Kalau kita bunuh salah satu tentara Islam. pastilah mereka semua akan membinasakan kita” ucap panglima perang tentara kafir. Sungguh ini menjadi pelajaran bagi umat Islam. Pelajaran untuk saling perdulidengan saudara seimannya. Itsar.

Tentang Kesempurnaannya Allah SWT
Air. Sungguh Benar-benar segar rasanya. Sungguh Allah benar-benar maha sempurna.
Menciptakan sesuatu tiada yang sia-sia. Bahkan air pun, sungguh sangat berharga.
Sampai-sampai Allah, selalu mengiming-imingkan surganya dengan air sungai yang
mengalir segar. Sungguh bodoh bagi orang-orang yang mengatakan “perumpamaan Allah
itu hanya untuk orang-orang Arab saja! Allah, hanya menakut-nakuti orang Arab dengan
Api. Dan memberikan gambaran surganya dengan air! Ya, memang orang Arab pasti
takut api karena mereka tinggal didaerah panas. Dan mereka akan senang dengan air
karena mereka benar-benar membutuhkan” Pernyataan yang bodoh. Sesungguhnya semua manusia pada dasarnya menyukai air dan tidak menyukai api atau yang berhawa panas. Lalu apakah orang-orang Eskimo suka memakan api? Karena mereka tinggal di kutub! Tentu tidak, jikalau mereka terbakar mereka pun akan kepanasan. Dan sesungguhnya, api yang sangat kecil pun bias menyakiti manusia. Tidak seperti es atau air.

Kalimat penyemangat dakwah
Kini aku sudah bersiap untuk berangkat. Menuju ladang pahala yang siap untuk dicangkul. Dan semoga aku dapat menuai hasilnya kelak. Desa kumuh tempat mangkal kajian para preman tidak jauh dari tempatku. Jadi hanya dengan berjalan kaki, maka akan lebih cepat. Kalau naik angkot, malah harus muter-muter dulu. Matahari begitu terik, meskipun waktu masih menunjukkan pukul 10 pagi. Langkahku tegap penuh semangat, menuju pahala yang menanti untuk aku petik. Dan aku nikmati kelak dimasa yang akan datang.

Mata ini sudah memandang sederetan rumah-rumah kumuh yang membentang. Beda sekali dengan perumahan-perumahan yang aku lewati. Sungguh ironis, kehidupan hedonis yang menyekat mereka. Menyekat antara si miskin dan si kaya. Apalagi kekuatan kapitalis yang begitu gencarnya menghancurkan orang-orang miskin. Tapi tunggu, umat Islam akan bangkit. Memumpuk kejayaan masa silam yang gemilang. Dan umat-umat kafir menjadi umat-umat yang meminta perlindungan umat Islam. Allahu Akbar!!!

Aku kembali ke kamar, dan mengambil buku suci pedoman hidup manusia. Al Qur’an. Hanya inilah cara satu-satunya yang dapat memperkuat diriku lagi.

[2.214] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang
kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka
ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacammacam
cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:
"Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu
amat dekat.
[16.110] Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah
sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu
sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[2.218] Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan
berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
[3.142] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi
Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.
[5.35] Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang
mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat
keberuntungan
[5.54] Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari
agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai
mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang
mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah,
dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah,
diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-
Nya) lagi Maha Mengetahui.
[9.16] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah
belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan
tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang
yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
[9.41] Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat, dan
berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik
bagimu jika kamu mengetahui.
[25.52] Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap
mereka dengan Al Qur'an dengan jihad yang besar.
Suatu hal yang mendasar, yang diajarkan Rasulullah kepada umatnya adalah rasa kasih dan sayang serta memberikan peringatan
dengan lemah lembut. Juga memberikan amanah kepada seseorang, dengan sesuai
tingkatan keimanannya. Tidaklah seorang yang bijak, jika menyeruhkan kebenaran tetapi
dia sendiri tidak melakukan. Tidaklah kebenaran itu akan terwujud, jika kebenaran itu
hanya berada pada ucapan-ucapan semata. Tidaklah ucapan-ucapan kebenaran akan
terwujud, jika perilaku si pengucap menyimpang dari perkataan kebenarannya. Orang
bijaklah, yang menyerukan tentang kebenaran, dan dia mengetahui kebenarannya serta
mengetahui kadar iman dari seorang yang akan diserunya.

Lagunya Izzis
“Dimana dicari pemuda kahfi
Terasing demi kebenaran hakiki
Dimana jiwa pasukan badar berani
Menoreh nama mulia perkasa abadi
Umat melolong di gelap kelam
Tiada pelita penyinar terang
Penunjuk jalan kini membungkam
Lalu kapankah fajar kan datang
Mengapa kau patahkan pedangmu
Hingga musuh mampu membobol bentengmu
Menjarah menindas dan menyiksa
Dan kita hanya diam sekedar terpana”

Selasa, 28 April 2009

Asyikny Membaca Novel Islami…


Membaca novel memang mengasyikan… disamping membuatku terhanyut oleh suasana Novel yang disuguhkan oleh penulis, aku bisa mengambil banyak pelajaran darinya. Tentunya jika yang kita baca bukan hanya sekedar Novel biasa, maksudku Novel bernuansa Islami ataupun novel penggunggah semangat. Novel yang memiliki nilai-nilai dakwah dan mengingatkan kita akan kegungan dan Maha Sempurnanya Allah, dan juga memperingatkan kita terhadap azab dan siksanya Allah bagi orang-orang yang melanggar aturan-Nya.
Setidaknya itulah yang kurasakan ketika membaca beberapa novel Islami ataupun novel umum namun mengandung unsur-unsur moral dan pendidikan. Kalimat dalam novel-novel tersebut juga dapat dijadikan salah satu referensi untuk berdakwah. Karena biasanya(ciri khas dari) novel memiliki kata-kata yang indah yang jauh dari kesan menggurui tapi mengena di hati.

Seperti novel e-book yang berjudul Bidadari untuk Ikhwan karya Fajar Agustanto yang telah kubaca beberapa minggu lalu, Alhamdulillah banyak hal yang saya dapatkan. Diantaranya adalah seperti yang kutulis di bawah ini dan beberapa postingan lainnya ke depan.

---Tentang Kenikmatan air wudlu---
Hem, nikmat benar air wudhu yang membasahi kulit-kulitku ini. Terasa semua ringan dalam membasuh semua kotoran-kotoran dunia

---Takutlah hanya kepada Allah---
Disebuah pinggiran kali, aku berpapasan dengan tiga para preman. Mereka melihatku dengan tatapan yang tajam, seakan aku adalah mangsa yang siap untuk diterkam, dan tentunya sangat lezat. Jantungku berdetak kencang, aku merasakan ketakutan saat berhadapan dengan para preman. Tak pelak aku pun beristikfar dalam hati dan meminta perlindungan kepada sang Maha pelindung. “Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman (Ali Imran 175).” Aku teringat dengan apa yang difirmankan Allah, sungguh dahsyat apa yang kurasakan setelah mengingat Ali Imran ayat 175. Tubuhku seakan siap menjadi tentara Allah yang akan menghadang para segerombolan kaum Bani Israil.
---
“Baru kali ini, saya berhadapan dengan anak muda yang berani!” ucap Si bos preman, selanjutnya dia mengatakan “sebenarnya beberapa kali, ada anak muda yangmengajarkan ngaji pada anak-anak diperkampungan kumuh ini. Tetapi mereka adalah anak muda yang munafik, mereka mengatakan kebesaran Tuhannya tetapi mereka menakuti manusia. Mereka takut pada kami, para preman! Saat aku melihat kamu, aku ingin menguji keberanianmu, aku ingin menguji keimananmu, ingin menguji kekuatan kepercayaanmu kepada Tuhanmu. Dan menguji, apakah kamu dari golongan anak muda yang munafik itu? Sungguh luar biasa keberanianmu, engkau tak takut akan kematian. Bahkan engkau mencari kematian, kematian diatas nama Tuhanmu! Dan ternyata kamu bukan dari golongan anak-anak muda yang munafik itu.” Nih preman gak tau kali ya, kalau aku sebenarnya juga takut! Tapi Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah swt, rasa takutku pun menjadi sebuah keberanian. Ucapku dalam hati.

---Fenomena saat ini,---
Jika ada seorang pemuda/i yang berpacaran mereka melihatnya biasa.
Jika ada pemuda/i yang bertunangan mereka menganggap luar biasa. Hingga layaknya sebuah pertunangan adalah pesta pernikahan. Dan membiarkan anaknya, yang hanya sekedar bertunangan dilepas bagai seorang yang sudah menikah. Mereka menganggap pertunangan hanya sekedar pelegalan hubungan mereka.
Mereka lupa dengan hukum-hukum Islam. Sangat lupa atau bahkan tidak mengerti sama sekali.
Pemuda/i yang ingin menikah muda, seringkali dikatakan nafsunya besar, atau hamil diluar nikah. Kalau alasan yang kedua, mungkin ini sering sekali dilontarkan.
Mereka tidak menganggap orang yang ingin menikah muda, adalah seorang yang ingin menjaga kehormatannya. Baik kehormatan bagi pemuda itu maupun kehormatan bagi keluarga. Seorang yang menikah muda, tidak diidetikkan seorang yang menjaga agamanya. Tapi seringnya dibilang yang nggak karuan.

Di Masjid dekat rumah kami, dimana saya dan suami sering ikut berjama’ah, mempunyai imam pengganti yang tidak jelas pelafalan bacaan Al-Qurannya. Dan ketika berbicarapun tidak jelas, karena mulutnya tidak dibuka dengan lebar, sehingga ketika seseorang harus berbicara dengannya, tampak seperti orang yang memiliki masalah pendengaran. Imam tsb juga terlihat angkuh dan serasa paling hebat bacaanya dan paling pintar, padahal yg saya rasakan, sering sekali bacaan yg dibaca tdk terdengar dgn jelas, dan kadang2 pas saya tangkap, ternyata makhorijul hurufnya dan panjang pendeknya juga kurang pas. Selain itu, pernah juga saat saya berusaha menangkap kata perkata surat2 pendek yang dilafalkan, ternyata ada surat yang kebalik dibacanya, ketika ada yang mengoreksi, tetap saja tidak dihiraukannya.

Astaghfirullah.. sejak saat itu, saya jadi tidak tenang ketika Sholat harus diimami sama beliau ini. Yang menyedihkan lagi Imam pengganti ini tak pernah memberikan kesempatan pada orang lain yang bacaannya lebih fasih dari pada beliau untuk menjadi Imam, padahal banyak bapak-bapak yang sering mengikuti Sholat di Masjid ini yang bacaannya lebih fasih dan lebih jelas dan malah lebih indah suara dan nada bacaannya. Saya juga tahu bahwa ada bapak2 yang ternyata lebih fasih ketika beliau ini kebetulan sedang tidak ada atau terlambat datang ke Masjid. Semoga beliau senantiasa diberikan petunjuk dan hidayah-Nya. Padahal sejak kecil saya pernah diberitahukan bahwa untuk menjadi Imam itu ada syaratnya salah satunya bacaannya harus fasih tapi saya tak tau dalilnya apa hadist riwayat siapa. Akhirnya ketika suatu malam, saya coba searching di Mbah Google mengenai dalil-dalil syarat untuk menjadi Imam Sholat… Alhamdulillah saya menemukannya. Ada beberapa situs yang saya temukan, tapi saya lebih puas dengan ditulis oleh Abu Farhan dalam situsnya(tapi saya lupa mencatatkan situsnya), karena yang beliau tulis menurut saya lumayan lengkap…

Berikut kutipannya…

Perkenankan saya menambahkan penjelasan saudara-saudara kita sebagai
berikut:
(1) Syarat menjadi imam shalat (sesuai urutan):
a. Paling bagus bacaan Al Qur'annya, tartil bacaannya, dan paling
banyak hapalannya;
b. Paling paham sunnah;
c. Paling pertama hijrahnya;
d. Paling tua umurnya.

Dari Abu Mas'ud Al-Anshary ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda:
"Hendaklah yang menjadi imam yang pandai bacaan Al-Qurannya. Apabila
mere¬ka sama dalam kepandaiannya, hendaklah yang paling mengerti
sunnah. Jika mereka sama dalam pengetahuan sunnahnya, hendaknya yang
paling pertama hijrahnya. Jika hijrahnya bersama-sama, hendaknya yang
lebih dahulu masuk Islamnya". Riwayat lain berbunyi: "kemudian yang
paling tua umurnya". [HR Muslim: Kitabul Masajid wal Mawadli]

Lembaga Fatwa'Ulama Saudi Arabia berfatwa:
"Aqrouhum, yang paling bagus lagi tartil bacaannya dan yang paling
banyak hapalannya." [Fatawa Lajnah Ad Daimah Lilbuhus Al-Ilmiyah Wal
Ifta 7/348]

(2) Tidak dianjurkan menjadi imam bila jama'ah tidak menyukainya
Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah disebutkan:
"Tiga golongan yang tidak terangkat shalat mereka lebih satu jengkal
dari kepala mereka, (yaitu) seseorang menjadi imam suatu kaum yang
membencinya." [HR lbnu Majah no. 971. Berkata Syaikh Khalil Makmun
Syikha, "Sanad ini shahih, dan rijalnya tsiqat." Hadits ini juga
diriwayatkan melalui jalan Thalhah, Abdullah bin Amr, dan Abu Umamah.
Berkata Shiddiq Hasan Khan, "Dalam bab ini, banyak hadits dari
kelompok sahabat saling menguatkan satu sama lain." (Lihat Ta'liqatur
Radhiyah, hal. 1/336)]

Berkata Shiddiq Hasan Khan,
"Dhahir hadits yang menerangkan hal ini bahwa tidak ada perbedaan
antara orang-orang yang membenci daripada orang-orang yang mulia (ahli
ilmu, pent), atau yang lainnya. Maka dengan adanya unsur kebencian,
dapat menjadi udzur bagi yang layak menjadi imam untuk
meninggalkannya. Kebanyakan kebencian yang timbul terkhusus pada zaman
sekarang ini berasal dari permasalahan dunia. Jika ada di sana dalil
yang mengkhususkan kebencian, karena kebencian (didasarkan, red.)
karena Allah, seperti seseorang membenci orang yang bergelimang
maksiat, atau melalaikan kewajiban yang telah dibebankan kepadanya,
maka kebencian ini bagaikan kibrit ahmar (ungkapan untuk menunjukkan
sesuatu yang sangat langka, pen.).

Tidak ada hakikatnya, kecuali pada bilangan tertentu dari hamba
Allah. (Jika) tidak ada dalil yang mengkhususkan kebencian tersebut,
maka yang lebih utama, bagi siapa yang mengetahui, bahwa sekelompok
orang membencinya -tanpa sebab atau karena sebab agama- agar tidak
menjadi imam untuk mereka, pahala meninggalkannya lebih besar daripada
pahala melakukannya. [Ta'liqatur Radhiyah, hal. 1/337-338]

Berkata Ahmad dan Ishaq,
"Jika yang membencinya satu, dua atau tiga, maka tidak mengapa ia
shalat bersama mereka, hingga dibenci oleh kebanyakan kaum." [Lihat
Dha'if Sunan Tirmizi, hal. 39]

(3) Dilarang berselisih
Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
"Hendaklah yang mengiringiku orang-orang yang telah baligh dan
berakal, kemudian orang-orang setelah mereka, kemudian orang-orang
setelah mereka, dan janganlah kalian berselisih, niscaya berselisih
juga hati kalian, dan jauhilah oleh kalian suara riuh seperti di
pasar." [HR Muslim, no. 432 dan Ibnu Khuzaimah dalam Shahih, no. 1572]

Maraji':
- Meluruskan Kekeliruan Imam, oleh Al Ustadz `Aunur Rofiq bin Ghufron,
majalah Al Furqon, Edisi 11 Th. 1423H, hlm. 10-15 dan 19 pada
http://www.vbaitullah.or.id;
- Adab Imam dan Makmum dalam Shalat Berjama'ah, Oleh: Armen Halim Naro
pada http://www.vbaitullah.or.id.

Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa memberi kemudahan kepada
kita agar mampu meneladani Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh,
Abu Farhan

Alhamdulillah, penjelasan yg sgt rinci. Tapi bagaimana ya solusinya supaya bapak ini mau diganti dengan imam yang lain, karena imam yang sering digantikan Bapak ini malah jarang datang ke Masjid akhir-akhir ini. Kalaupun datang, hanya pada saat Sholat Subuh, itupun tidak setiap hari datang. Ingin sekali kami menjelaskan, tapi kami merasa tidak enak, atau malah mudhorotnya akan lebih besar. Selain itu kami jg baru terhitung penduduk baru di daerah ini. Dan sewaktu kami mencoba mengajukan salah satu program utk kegiatan masjid, yaitu membaca Al-Quran dgn membaca artinya nggak hanya sekedar membaca aja(program yg sudah berjalan)spy faham dgn yg dibaca cukup satu kali dalam seminggu aja atau diadakan kajian ilmu, ditolak oleh imam pengganti tersebut, padahal Imam utama setuju… Trimakasih kalau ada yang mau ngasih masukan…

Kamis, 23 April 2009

Aktivitas baruku di Manna


Kemarin malam (senin malam), (waktu maghrib mpe isya) seperti biasa kami berada di Masjid Agung dekat rumah kami untuk mengikuti Sholat berjama’ah Maghrib dan Isya. Di sela-sela waktu maghrib dan isya biasanya di Masjid itu diadakan akivitas mengaji bersama… Kami rasa amalan itu baik juga, dan kami pun akhirnya sepakat mengikutinya, walaupun sebenarnya saya dan suami pun di rumah mempunyai program tilawah bersama sambil membaca terjemahan serta sambil mengkaji Tafsirnya, yakni Tafsir Ibnu Katsir. Tapi ditambah dengan niat untuk mempererat silaturrahmi dengan tetangga dan untuk menambah kenalan tetangga2, kami pun mengalihkan program tilawah kami ke waktu yg lain (sedihnya akibat dialihkan jadwal tersebut, program kami ini akhirnya menjadi macet).

Kira-kira kurang dari sebulan mungkin kami mengikuti aktivitas tadarus berjama’ah itu, hingga akhirnya dengan seizin Allah, saya diamanahi oleh Allah untuk mengajar Al-Quran dan ilmu-ilmu Islam anak-anak SD di daerah itu yang sering ke Masjid. Sebetulnya pertemuan dengan anak-anak ini pun kebetulan alias tidak sengaja dan tidak direncanakan (pada hakikatnya sudah diatur oleh Allah, karena tidak ada sesuatu kejadian pun di dunia ini yang kebetulan semata).
Bercerita sedikit mengenai pertemuan dengan anak-anak ini. Pada saat para org tua hendak melakukan tadarus bersama, kulihat anak-anak itu juga mengambil Al-Quran, ada juga mengambil iqro dan kemudian mereka melingkar, mengaji satu persatu tanpa didampingi oleh guru atau pendamping… yang kufikir saat itu, bagaimana jika anak-anak itu dalam mengajinya ada yang salah, dan nggak ada yang mengoreksinya, kasian sekali. Akhirya kuurungkan niat untuk bertadarus bersama jama’ah Masjid, dan kulangkahkan kaki menuju kumpulan anak-anak itu.. kusapa mereka, “Pada ngaji ya? Waah Subhanallah… pinter-pinter,,, bagaimana kalau kita belajar mengaji bersama?” tak lupa kuperkenalkan juga namaku, “nama saya lina, kalian bias panggil saya teteh”. Tak panjang lebar saya memperkenalkan diri kemudian kuajak mereka mengaji bergantian dan ketika yang satu sedang mengaji ayat-ayat Allah, yang lain harus menyimak dan memperhatikan, dan harus dikoreksi oleh yang mendengarkan jika ada yang salah. Itulah pertemuan pertamaku dengan anak-anak yang sampai sekarang InsyaAllah sedang belajar mengaji Al-Quran dan ilmu-ilmu Islam lainnya.
Walhasil sekarang aku sudah off di tadarusan berjama’ah itu. Tapi on di tadarusan berjam’ah bersama anak-anak(tapi nggak hanya tadarus aja) dan tempatnya masih di Masjid yang sama, hanya berjarak beberapa meter dengan ibu-ibu/bapak-bapak yang sedang tadarusan, jadi sesekali kami harus beradu suara.

Senin, 16 Juni 2008

Kajian Openhouse HT yang menusuk hati!!


Ditulis pada tanggal 15 jun 06 “17.30 WIB”
openhouse hizbut tahrir Pada bulan ini diselenggrakan jam 15.30 di selasar kahar muzakir…dengan suasana minggu sore yang indah dan sejuk.

Saya berangkat agak sedikit terlambat 15 menit, tapi ternyata alhamdulillah openhouse belum dimulai, itu berarti saya tidak akan mendapatkan informasi sepotong-sepotong…

Ketika saya memberhentikan motor disana, dihadapan saya, baru juga tiba sesosok wanita berjilbab pink dan kerudung pink juga sepertinya (maaf, agak lupa) bermata biru, berwajah oriental, kulit putih, dan bermata sipit. Sahabat bisa menebak dari manakah akhwat itu?

Akhirnya saya juga dikenalkan oleh teman saya dengan akhwat berwajah oriental itu…ternyata namanya chiko dari jepang…

Saya agak gugup juga memperkenalkan diri saya, maklum lah jarang berkenalan dengan orang luar negeri (hehehe).

Kami bersama menuju selasar, untuk besama – sama mengikuti kajian. Dan kami pun duduk bersebelahan.

Dan kajian pun akhirnya dimulai…seperti biasa format kajian openhouse hizbut tahrir tidak membahas tema khusus, tapi membahas pertanyaan2 yang ditanyakan para peserta kajian yang insyaAllah akan dijawab dengan prespektif islam…

Setelah diberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya, saya pun akhirnya bertanya. Saya bertanya bagaimana supaya kita dapat konsisten (istiqamah) dengan pemikiran - pemikiran Islam di tengah – tengah situasi yang tidak kondusif seperti sekarang ini?

Alhamdulillah ustadzah nya meluruskan dari pertanyaan saya,mungkin yang dimaksud adalah menjaga pola pikir islam yang telah ada pada diri kita, karena pengertiannya berbeda antara pemikiran islam dan pola pikir islam.

Jawabannya adalah Dimulai dari kita harus mengetahui terlebih dahulu fakta pemikiran – pemikiran yang ada pada saat sekarang ini seperti apa bahwa pada sekarang ini banyak sekali, seperti pemahaman liberal, sekuler, pemahaman yang sepertinya berasal dari islam tapi ternyata setelah ditelusuri bukan berasal dari islam.

Selain kita harus mengetahui fakta macam – macam pemikiran pada saat ini, kita juga harus bisa membedakan apa itu pemikiran islam dan pola pokir islam, seperti kata ustadzah nya pada saat meluruskan pertanyaan saya, bahwa beda pengertiannya antara pemikiran islam dan pola pikir islam. Pemikiran islam adalah sekumpulan ide – ide yang berasal dari Islam, seperiti fiqih, politik islam, ekonomi islam, mu’amallah, waris, dan masih banyak lagi. sedangkan pola pokir islam adalah cara / pola yang digunakan oleh seseorang ketika hendak memutuskan suatu perkara atau masalah dalam hidupnya atau ketika seseorang berhadapan dengan keadaan tertentu dengan menstandarkan kepada aqidah Islam. Jika tidak seperti itu, maka pola pikirnya adalah selain Islam. Bisa jadi hawa nafsu, azaz manfaat, dsb…

Hmmm….masyaAllah saya jadi merenung, ketika kemarin2 yang merasa kehilangan arah, jangan – jangan saya sedang menggunakan pola Islam dalam berfikir. Trus apa? Hawa nafsu?? Atau Manfaat?? Atau dua – dua nya? Waah Bahaya besar ini..!! teteh dan sahabat sekalian, teruslah waspada!!

Terus bagaimana dong supaya pola fikir kita islami??

Gini sahabatku, bercerita tentang pola fikir, aktivitas apa sih yang akan kita pola kan?? Aktivitas berfikir kan. Dalam melakukan aktivitas berfikir, kita harus tahu dulu tentang komponen2 yang harus ada dalam berfikir, apa aja?? Yaitu yang pertama adalah fakta. Ini wajib ada! Kenapa? Ya iyalah, secara! Apa yang mau difikirin kalo ga ada objek faktanya! Misalnya fakta kenaikan Harga BBM. Kita cari tahu fakta sebanyak – banyak nya dan sevalid2 nya tentang kenaikan BBM. Setelah kita tahu faktanya, trus bagaimana?? Bagaimana pendapat kita tentang kenaikan BBM?? Dan dari jawaban kita ini yang nantinya pola pikir kita islami atau nggak. Dan jawaban ini juga berkaitan erat dengan komponen yang kedua, yaitu informasi2 yang ada dalam otak kita kalau dalam bahasa arab nya ma’lumat tsabiqoh (informasi2 yang sudah ada dalamotak kita). Kok bisa?? Karena pada saat seeorang itu sedang memikirkan sesuatu, misalnya kenaikan BBM, maka pada saat itu sebenarnya dia sedang mengkaitkan kenaikan harga BBM dengan informasi2 yang ada di dalam otaknya. Jika informasi yang ada dalam otaknya, misalnya hanya “uang ku sangat banyak, maka hasil produk pemikirannya adalah “waaah, nggak masalah harga BBM naik, kan uangku banyak”. Atau misalnya informasi yang ada dalam otaknya hanya harga minyak dunia mengalami naik, tanpa dia tahu informasi lebih banyak lagi bahwa ada konspirasi2 dibalik itu, trus rakyat miskin akan semakin miskin dengan kenaikan harga BBM, maka bisa kita tebak produk pemikirannya, “wajar kok, pemerintah menaikan harga BBM, supaya APBN kita tidak membengkak”. Yang paling celakanya lagi adalah sahabatku, jika dalam otak nya itu tidak ada informasi mengenai bagaiamana sih Islam memsahabatng kenaikan harga BBM???apa sih hukumnya??berdosa nggak ya pemerintah??dzalim nggak ya??. Itulah entry point nya, ketika itu nggak ada dalam benak seseorang,maka bisa dikatakan sesorang itu tidak menggunakan Islam sebagai cara nya ketika berfikir. Oleh karena itu, ketika kita ingin menjadikan pola fikir kita islam, maka harus memperbanyak informasi2 mengenai Islam dalam segala hal. Dan komponen yang ketiga adalah otak yang sehat, ya iyalah lagi, bagaimana mau berfikir kalau alat nya nggak ada.makanya sahabatku, rawatlah otak sahabat, dengan memakan makanan yang menyehatkan dan jangan lupa susu dan buah2 an..(hehe kayak yang suka minum susu aja, ini juga sekalian mengingatkan diri sendiri). Dan satunya lagi adalah panca indera, fungsinya untuk menangkap fakta yang akan dijadikan objek berfikir.

Gimana?? pusing??? Alhamdulillah kalau pusing berarti sahabat sedang melakukan proses berfikir, kalau nggak pusing, berarti sahabat cerdas (positive kan dua-duanya?^_^)

Udah tau kan sekarang bagaimana supaya kita mempunyai pola fikir Islami, (sudahh….) Alhamdulillah…

Nah, terkait sama pertanyaan saya diawal, terus bagaimana menjaga pola pikir yang sudah islami supaya tetap konsisten??

Yang pertama adalah senantiasa menjaga ketaatan kepada Alah, yang kedua adalah senantiasa mengkaji Islam, ketiga sering berdiskusi, menjaga lingkungan pergaulan dengan orang – orang yang sholeh, tapi bukan berarti kita tidak boleh bergaul dengan orang2 yang notabane nya tidak menggunakan Islam sebagai stsandar hidupnya, justru kita harus menyampaikan Islam kepada mereka, yang harus adalah bahwa seringnya sehari – hari kita berada dalam lingkungan yang sholeh.

Setelah pertanyaan saya terjawab, sekarang masuk pada pertanyaan yang kedua, kembali ustadzah mempersilakan kepada yang hadir untuk bertanya.

Tapi tidak ada yang bertanya, mungkin sudah pada faham semua kali ya dan tidak ada masalah..(mudah2an..insyaAllah). hingga akhirnya ustadzah menawarkan kepada si akhwat jepang itu jikalau dia mau bertanya. Dan akhirnya beliau pun tersipu – sipu malu khas jepang..(emang tersipu2 malu khas indonesia kayak gimana ya..;)) ). “saya boleh bertanya gitu?” dengan bahasa indonesia yang masih terbata – bata. Ustadzah mengatakan “ya tentu boleh, jika saya bisa menjawab sekarang, insyaAllah saya jawab sesuai dengan kemampuan saya, tapi jika tidak, insyaAllah menjadi PR, atau mungkin teman2 disini bisa menjawab.

Sebentar, saya coba mengingat2 dulu apa yang beliau sampaikan…..

Oya, sebelum membahas pertanyaannya, perlu sahabat ketahui, bahwa si akhwat jepang itu adalah mu’allaf, beliau sedang studi di UGM fak.ilmu budaya dan akhirnya beliau masuk Islam, dna ingin mengkaji Islam, dan oleh temennya di kenalkan pada temen saya, dan beliau sangat tertarik dengan baju yang dikenakan oleh teman saya, yaitu pakaian yang menjadi kewajiban ketika hendak keluar rumah, yaitu Jilbab (Q.S Al-Ahzab : 59), dan oleh teman saya dihantarkanlah ke salah satu toko yang menyediakan jilbab, kata informasi yang saya dengan sih, beliau memborong jilbab2 yang ada disana. Subhanallah ya…orang yang baru masuk Islam sangat bersemangat sekali dalam menjalankan perintah Allah, tapi wanita muslim yang sudah Allah karuniakan Islam dari sejak lahir enggan untuk menutup auratnya dengan sempurna, dengan alasan ingin membenahi hati dulu lah, pelan –pelan lah (mau pelan2 sampai kapan bu…??emang ibu tau mau meninggal kapan??emh emh…), aduh gerah pake pakaian kaya gitu, atau boro – boro pake pakaian jilbab, pake kerudung juga nggak…masyaAllah…na’udzubillahimindzalik…mari kita do’akan sahabat2 kita yang masih belum mengindahkan perintah Allah ini supaya tergerak untuk menyegerakan perintah Allah, karena sesungguhnya siksa Allah begitu berat ketika kita tidak menjalankannya.

Itulah sekilas info tentang background si akhwat jepang. Kembali ke pertanyaan si akhwat jepang. Beliau berkata “Syaya baru tahu, kalau kita ingin masyuk syurga maka kita harus beragama Islam, harus sholat, berpakaian seperti ini (memakai jilbab dan khimar/kerudung), jika nggak maka akan masyuk neraka, terusy bagaimana dengan orang – orang jepang yang tidak tahu tentang Islam, karena orang – orang jepang banyak yang tidak tahu tentang agama Islam, apakah mereka akan masyuk neraka?” kalau iya, kasyian syekali mereka.

Pertanyaan yang sederhana, tapi subhanallah bagi saya pertanyaan nya sangat mendalam..

Ustadzah agak kebingungan juga menjawab nya, tapi bukan kebingungan karna tidak tahu jawbannya kali, tapi kebingungan dlm menyampaikan, hrs milih kata2 yang beliau fahami, dan dengan informasi2 tentang Islam yang baru dia dapatkan (masih ingat kan dengann komponen berfikir???) ketika masih sedikit informasi2 islam dalam otaknya, maka itu lah yang akan menjadi informasi pertama yang akan dia simpan..jadi harus pelan2 menyampaikannya.

Ustadzah menyampaikan kurang lebih seperti ini: ” Di jepang sana, ada tokoh Islam yang bernama hasan konakata. Kata beliau, di jepang orang sangat tidak tertarik berbicara tentang agama, jadi kalau berbicara soal agama dengan orang jepang, sama saja seperti berbicara dengan batu. Jadi sebetulnya sudah ada informasi mengenai Islam, akan tetapi sebetulnya mau nggak orang2 jepang itu memikirkan Tuhan, dari mana dia berasal, mau kemana setelah kehidupan di dunia.apalagi di zaman internet seperti sekarang ini, segala informasi mudah sekali untuk didapatkan.”

Trus si akhwat jepang itu belum puas dgn jawabannya, terus bagaimana dengan orang2 timor – timur, yang hidup di perdalaman, dll. Apakah mereka tetap akan masuk neraka?

Trus beliau juga mengungkapkan bahwa “ketika di jepang, saya juga punya teman seorang muslim, memakai pakaian seperti ini, dia sering bangun di pagi hari melakukan gerakan2 yang tidak saya ketahui saat itu, tapi dia tidak memberi tahukan kepada syaya bahwa beliau itu sholat, saya hanya terheran2 syaja saat itu kenapa dia melakukan gerakan2 seperti itu, kenapa dia memakai pakaian yang tertutup dan berkerudung. Dia juga tidak memberitahukan kepada saya bahwa ketika seseorang tidak masyuk Islam, dia tidak akan masuk syurga. Padahal menurut saya, ketika dia tahu itu harusnya dia memberitahukan orang2, harus masyuk kepada agama Islam, harus Sholat, dsb, tidak untuk dirinya sendiri,kalau begitu menurut syaya dia ingin masyuk syurga syendirian kan..” kasyian syekali orang2 jepang..kalau saja saya tidak belajar di Indonesia mungkin syaja juga tidak akan mengenal Islam dan akan masyuk neraka…,

Beliau juga berkata, banyak syekali teman2 saya juga yang ada di amerika, eropa, di mana2 yang tidak mengenal Islam, dan orang2 Islam tidak memberitahukan pada kami, tidak memperkenalkan Islam. Kasyian kan?? Menurut syaya, harusnya orang2 Islam memberik tahu tentang Islam kepada kami.”beliau mengulangi kalimat nya lagi..dan itu sangat menusuk sekali buat saya.

Memang, kadang kita selalu mendahului Allah, saat kita akan menyampaikan Islam pada orang lain, kadang sering sekali ada perasaan takut, takut orang lain tidak menerima, malu, tidak PD, dsb…padahal masyaAllah, menyampaikan Islam adalah perintah Allah..yang sering kita dengar dengan kata DAKWAH, AMAR MAkRUF NAHIY MUNKAR.

Bagaimana dengan nanti, ketika lebih dari 1000 orang akan menuntut hal yang serupa seperti saudari kita dari jepang tadi kepada kita yang sudah mendapatkan informasi Islam terlebih dulu…apa yang akan kita jawab di hadapan Allah kelak…

Subhanallah, tidak ada aktivitas yang tidak ada hikmah nya, pertanyaan si akhwat jepang itu cukup membuat hati saya tersentak, dan juga sepatutnya sahabat sekalian yang membaca blog ini…

Rasanya – rasanya saya dan tentunya sahabat seperti diingatkan kembali pada Firman Allah dalam Q.S Ali Imron 104 :“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung”

dan tentunya masih banyak lagi ayat2 Allah yang menyuruh kita untuk menyamapaikan Islam, menyeru kepada Islam yang tentunya dalam Islam itu ada kebajikan yang sempurna.

Dan tentunya dalam mendakwahkan Islam, kita tidak bisa sendiri, perlu ada jama’ah sehingga dakwah Islam semakin kuat, dan selain jama’ah, Islam memerlukan sesuatu yang lebih kuat lagi untuk mendakwah kannya ke penjuru dunia, yaitu sebuah negara Islam yang akan mempimpin kaum muslimin di seluruh dunia, menyatukan negeri2 muslim dan bersama – sama menyebarluaskan Islam kepada penjuru dunia, sehingga tidak terlewat 1 kota pun oleh Islam,sehingga tidak ada lagi chiko – chiko yang lain yang harus mengenal Islam di Indonesia…tidak ada cara lain selain seluruh negeri muslim bersatu dalam satu naungan yaitu Khilafah Rosyidah seperti yang telah dijanjikan. Itulah satu-satu nya cara (thariqoh) dalam mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia seperti yang telah dicontohkan oleh Rosulullah Muhammad SAW dan para khalifah sesudahnya. Islam adalah rahmat seluruh Alam. “Padahal Al-Quran itu tidak lain adalah peringatan untuk seluruh alam” (Q.S Al-Qalam :52)

Wallahu’alam bishowab

Berakhir pada jam 20.58 WIB, @hanifah

Minggu, 15 Juni 2008

--Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu—

Itulah yang saya simpulkan dari pengalaman saya di hari sabtu kemarin…kenapa saya bisa menyimpulkan demikian…karena begini ceritanya…;))

Di minggu2 ini saya merasakan ada bagian yang hilang dari diri saya…hidup menjadi hambar dan tidak nyaman dengan diri sendiri…

Setelah saya coba untuk menganalisa, apa yang terjadi dengan diri saya, bahwa ternyata ada beberapa aktivitas rutin yang saya tinggalkan…diantaranya adalah :

1. Sudah hampir lama juga ternyata saya tidak mengikuti PU Ngobras (Ngobrolin Islam di Rabu sore)..

2. Ke kajian shaum sunnah pun juga sering bolong – bolong

3. Pada intinya adalah jarang menghadiri majelis ilmu..

Sehingga akibatnya saya dijauhkan dari lingkungan orang – orang shalih dan dijauhkan dari tempat yang banyak malaikat mendo’akan disana…Selain itu juga mungkin saya terlalu banyak melakukan aktivitas – aktivitas yang hukumny adalah mubah…Astaghfirullah…

dari situlah mungkin hingga akhirnya mengakibatkan hidup ini menjadi tidak bersemangat dan kehilangaan arah karena sebenarnya pada saat itu syaitan sedang berusaha membelokan arah kehidupan…

Ini berbeda dengan hari sabtu kemarin. Pada hari itu saya menghadiri kajian sabtu duha di mesjid Ulil Albab yang diadakan Takmir Mesjid Ulil Albab. Ada perasaan gembira dan senang setelah pulang dari sana, seperti ada secercah cahaya yang masuk ke dalam hati yang sedang gelap…tema kajian nya tentang penyikapan terhadap Kasus Ahmadiyah dan FPI…untuk resumenya dalam pembahasan tersendiri.

Setelah itu di malam hari nya Allah masih menganugerahkan nikmat ilmu-Nya kepada hamba-Nya yang lemah ini. Malam ahad kali ini saya masih berada di luar rumah, sebuah aktivitas yang jarang sekali saya lakukan. Biasanya hanya di rumah, nongkrong di depan radio MQ 92,3 FM mendengarkan acara curhatannya para remaja dan kaum2 yang sedang menghadapi permasalahan gharizah nawu’ nya (exm : ketertarikan thd lawan jenis, kasih sayang, dan hal2 yang terkait dgn itu)..tapi kali ini beda, saya dan temen2 crew MQ dijakin mas andy (si bos) and mas reza utk mengikuti acara salah satu penyiar MQ FM yaitu mas reza alias oman yang mau ngisi materi teori komunikasi di salah satu acara pemuda-pemudi salah satu desa, yang ternyata adalah acara pengajian (waahh seneng nya saya saat itu ketika tahu acaranya adalah acara pengajian). Dan Alhamdulillah banyak yang saya dapatkan dari sana, tentunya salah satunya adalah cara – cara dalam berkomunikasi dan ada hal – hal lain yang saya rasakan, seperti motivasi dan semangat baru.

O iya, sebelum ke kajian pun saya dapat ilmu IT tentang mengedit2 video menggunakan salah satu software utk editing video...hihihi mungkin orang lain sudah pada jago..

Sehingga pada hari sabtu kemarin, nikmat Ilmu yang Allah karuniakan sangat banyak, mulai ilmu IT, Islam, dan teori berkomunikasi….Subhanallah..itu baru nikmat yang disadari, sedangkan nikmat yang tidak disadari pasti lebih banyak…

Jadi kesimpulannya adalah teman – teman ku…

1. Ilmu adalah pupuk dari iman, ketika kita menjauh dari ilmu maka sesungguhnya kita sedang menghancurkan iman kita sendiri…tapi tentunya tidak cukup sekedar mencari ilmu…tapi mencari ilmu dengan niat yang benar yang akan menjadi pupuk iman..

2. Kita memang tidak kuat jika sendiri, maka carilah lingkungan yang dapat menguatkan iman kita…berkumpul dengan orang-orang sholeh seperti dalam lagunya opik yang dilansir dari salah satu hadist, dan sudah kewajiban kita menggabungkan diri dalam dakwah berjama’ah, sehingga pada saat futur, ada orang yang rela mengingatkan kita.. dan juga untuk saya sendiri dan teman – teman ku seperjuangan, jangan enggan untuk menegur ketika ada salah satu dari kita ada yang salah..jangan sampai nanti di akhirat dia mengatakan “dimana kalian ketika saya sedang futur…???”

3. Senantiasa meminta kepada Allah untuk senantiasa berada dalam ketaatan kepada-Nya

Masih ada lagi..tapi dah ditungguin orang..nanti lagi ya….;)

Kamis, 15 Mei 2008

Tausyiah AA Gym

Seperti biasa aktivitas saya di pagi hari jam 5 subuh nongKrong di depan Radio sambil dengerin MQ 92,3 FM…

Yang seharusnya ngisi kajian pagi ini ust. miftah farid, tapi beliau tidak bisa karena sedang ada tugas (tugas dakwah) mungkin ke luar negeri.

Yang akhirnya diganti oleh Aa Gym, tadi pagi Aa mengisi tausyiah tentang hikmah di antara pro dan kontra naiknya harga BBM..

Kurang lebih resume nya seperti ini,


Bahwa sebagai seorang muslim, ketika dihadapkan terhadap berbagai peristiwa, termasuk nainya harga BBM, seharusnya sikap kita :

  1. semakin membersihkan tauhid kita
  2. menjauhkan diri kita dari syirik yang tidak terasa (syirik khafi), misal bergantung kepada selain Allah SWT
  3. harus semakin membersihkan dari dosa dengan cara taubat
  4. menjadi orang sebaik2 orang yaitu orang yang paling bermanfaat untuk orang lain.

Dan ada beberapa pertanyaan yang masuk lewat line telpon, diantaranya :

  1. cara untuk memurnikan ibadah kepada Allah, bagaimana?

Allah telah menurunkan Al-Quran dan As-Sunnah kepada manusia, dan Allah telah menjelaskan cara2 beribadah di dalamnya. Dan Allah juga mengutus Rosulullah SAW sebagai contoh aplikasi dari Al-Quran. Jadi kita sebagai seorang muslim harus terus dan terus belajar dan memahami Al-Quran dan mencontoh Rosulullah dalam setiap aktivias kita.

  1. apakah termasuk dosa jika melawan guru?

Tergantung, kalau gurunya mengajak pada kemaksiatan, maka kita wajib untuk beramar makrif nahiy munkar.

Jika kita punya guru yang senantiasa berada dalam jalur Al-Quran dan Sunnah, maka itu adalah karunia dari Allah SWT.

  1. tentang seorang isteri and suami..

menjemput rezeki (nafkah) adalah kewajiban seorang suami. Tapi yang harus menghujam dalam hati bahwa yagn memberikan rezeki adalah Allah SWT, bukan suami. Suami hanya menjadi jalan datangnya rezeki. Makanya jika ada isteri yang takut suaminya meninggal, kehilangan, atau menikah lagi, itu berarti sang isteri masih menganggap bahwa suamilah yang memebrikannya rezeki.

Dan akhirnya kajian ditutup dengn do’a

Dan

Mengingatkan kepada kita semua, bahwa Allah Maha Tahu apa yang kita kerjakan, Maha Mendenganr apa yang kita ucapkan, Maha Sayang terhadap kita karena kita adalah Ciptaan Allah.

Saudara2 dan saudariku dimanapun kalian berada..Allah lebih sayang dari diri kita sendiri, oleh karena itu mari kita bersama2 lebih meningkatkn rasa Cinta kepada Allah dengan senantiasa mengikatkan diri kita pada aturan yang telah Allah berikan…dan memohon kepada Allah untuk mampu melaksanakannya…

Ya Allah ini yang saya dengar dan coba saya sampaikan…Mampukanlah kami untuk melaksanakan ilmu yang telah Engkau karuinakan kepada kami

Sabtu, 10 Mei 2008

renungan malam

8 mei 2008 “20.00 WIB”

Subhanallah Walhamdulillah Walaailaha illa llah…hanya itu yang bisa saya ucapakan atas segala kekuasaannya dalam menciptakan dunia ini beserta segala keteraturannya…dan yang mengatur waktu begitu sempurna, memasukkan siang ke dalam malam, memasukkan malam ke dalam siang. Subhanallah..begitulah setiap harinya…dan manusia pun tak kuasa menolak ketetapan itu, ketika Allah memasukkan malam, seakan manusia ‘dipaksa’ untuk meninggalkan siang nya dan menjalani kehidupannya di malam hari…begitulah setiap harinya,

Saya jadi ingin merenung bberapa tahun silam ke belakang, dimana saya tidak mensyukuri waktu yang Allah berikan, waktu yang hanya dibuang percuma untuk kegiatan2 yang sebetulnya tidak ada gunanya, yang saat ini mungkin juga dialami oleh sebagian besar saudari2 saya di dunia, yang terperangkap oleh jebakan orang2 kafir & syaiton yang terkutuk yang menawarkan kebahagiaan2 semu..mungkin seperti pacaran,,,gaul bebas,,,sok cantik dengan pakaian yang seba minim dan ketat,,,ada yang sok sibuk dengan kerjaannnya sehingga melalaikannya dari kewajibannya sebagai seorang muslim yang sebetulnya sangat banyak, ada yang menghabiskan waktunya untuk senantiasa mengasah keilmuannya di bidang yang disenanginya tapi lupa dengan ilmu yang telah Allah WAJIB kan untuk mencarinnya…

Tidak salah jika ingin berpenampilan menarik (baca : rapi dan indah) karena Allah pun suka dengan keindahan, tidak salah sibuk dengan kerjaannya karena seorang muslim diwajibkan untuk bersungguh2 dengan pekerjaannya, tidak salah untuk senantiasa mengasah keilmuan bidang kita2 masing, bahkan Allah menjadikannya fardlu kifayah untuk mencarinya dan menggalinya…hanya saja SEMUA nya itu haruslah senantiasa berada dalam jalur yang telah Allah tetapkan..

Allah Maha Penyayang terhadap hamba2-Nya

Ya Allah, semoga kami dapat Istiqamah di jalan ini…karena untuk bertahan di Jalan ini sangat lah sulit di tengah2 sistem kemaksiatan yang senantiasa mengelilingi kita..mempertahankan ISLAM secara individupun di tengah2 peradaban sekuler ini skarang ini sangatlah sulit, karena disetiap pojok senantiasa ada kemaksiatan, bagaimana tidak? Kemaksiatannya didukung oleh sistem…sehingga melaksanakan kemaksiatan berjama’ah, sehingga Tak heran, jika Allah menimpakan musibah2, bencana2 yang tak henti2 nya..

Rabu, 12 Maret 2008

Terimakasih Pak parkir

saya dapat kabar kalo kajian usul fiqh ust.siddiq yg di jl. paris minggu ini di ganti jadi hari selasa, karena beliau sedang ada tugas Dakwah ke keluar kota..
dan kemarin selasa berangkat kesana yang kebetulan sedang ujan derass bgt..walhasil baju saya dan teman saya basah kuyup..dan ternyata...setelah menunggu hampir setengah jam lebih..kok pintu rumah ustadznya tidak terbuka, dan jama'ah ta'lim yang biasanya terlihat banyak juga nggak ada, yang datang kemarin hanya beberapa motor aja...dan setelah konfirmasi langsung sama ustadz nya lewat sms, ternyata kajiannya ditiadakan untuk minggu ini.hiks..hiks..dan katanya sdh diumumkan lewat ustadz2 siapa gitu dan isterinya ternyata kami ketinggalan informasi.
tapi it's oke...insyaAllah..tidak ada yg sia2 di mata Allah..klo diniatkan hanya utk mencari Ridlo Allah..

kemudian akhirnya saya dan yelis (temen yg ikut bersama saya) meninggalkan tempat kajian..dan sambil diperjalanan kami mampir dulu ke toko plastik..buat beli rak plastik..dan kami pun beli 2 buah rak, yang ukurannya lumayan besar..dan rak yang satu saya simpan di depan saya, satunya lagi di pegang temen saya

kemudian kami sampai di lampu merah Mirota,kami kecebak lampu merah dan lumayan macet juga...
setelah menunggu lama akhirnya lampu merah berganti menjadi lampu hijau...dan pas dah siap2 mo narik gas..baru aja setengah nya saya tarik, tiba2.... dragkkk!!! bagian depan motor saya nabrak motor yg ada di depan saya..krn motor yg di depan saya rem2 ndadak..tapi Alhamdulillah... tidak membuat saya jatuh..dan saya lanjutkan lagi perjalanan saya sambil rodo menggurutu ke temen yg saya bonceng di belakang "kaget ya?..itu sih orang di depan nya rem nya ngedadak..., Alhamdulillah tapi gpp ya..." tapi temen saya ngga komentar apa2...trus pas sampe lampu merah yg deket ATM mandiri, kena lagi deh sama lampu merah..terus sambil nungguin lampu merah, saya tanya temen yg saya bonceng "jadi makan dulu ngga lis, tadi katanya lapar bgt... ", "lis...lis..". Dalam hati saya bilang "nie anak dari tadi ditanya kok diem terus..." sekali lagi saya tanya krn mungkin ngga kedengeran..."lis..lis.." terus sambil saya liat ke belakang.."lis..mau mak....." belum kalimatnya berakhir saya kaget setengah mati..."Masya Allah....lis...kok kamu ngga ada....?????" Masya Allah..ya Allah..ternyata temen yg saya bonceng ngga ada!!! jantung saya berdegap kencang, dalam fikiran saya terbayang macam2...kebetulan di deket lampu merah itu ada warung makan tasikmalaya yang sudah saya kenal sebelumnya, sambil gemetaran saya bilang ke salah satu pegawainya, nama nya holiq "liq..liq..nitip barang teteh bentar (rak yang saya beli dgn temen saya), tth tadi tu bonceng temen..tapi2 tiba2 ilang..." tanpa denger komentarnya saya langsung membalikan motor saya menuju jalan yg tadi saya lalui, sambil liat2 ke trotoar..siapa tahu tmn saya ada disana..sambil di motor saya bicara sendiri "lis..ya amppunnn kamu dmn..". Saya berfikir mungkin dia kaget bgt pas saya menabrak motor di depan saya, terus akhirnya dia pingsan dan jatuh dari motor...ato gimana...?? saya panik bgt, ngejalanin motor pun saya ngga konsen..akhirnya saya sampai di depan mirota..dan dari kejauhan ada cewek kecil2 yg pake kerudung putih melambai2kan tangannya.."teteh..teteh...". itu dia orang nya, sambil mengucapkan Alhamdulillah karena tenyata ngga terjadi apa2 yang sempet terfikir macam2 dibenak saya..."trus sambil menghela nafas saya langsung tanya ma dia" tadi kejadiannya gimana sih..kok bisa kamu ketinggalan disini...??" akhirnya dia bercerita.."tadi pas teteh nabrak itu..saya kelempar...eh terus teteh nya malah jalan aja motor nya..terus saya teh manggil2 teteh sambil ngelambai tangan "teteh...teteh..teteh..." tapi tetehnya jalan terus motornya..pas lis liat ke belakang..motor2 + mobil2 yg nyorotin lampu sambil nglaksonin lis yg lagi berdiri di tengah jalan...lis tu kaget..dan ngga tahu harus gimana..akhirnya diselamatin sama bapak tukang parkir mirota, gitu teh.." mendengar cerita itu saya tertawa terpingkal2 sampe perut saya sakit bgt. MasyaAllah...
terus pas sampai warung makan dimana saya nitipkan barang, mereka sdh menunggu dengan wajah yg bertanya2..kemudian saya dan temen saya yg lugu n polos menceritakan kronologisnya..mereka pun tertawa terbahak2, mereka hanya komentar "Ya Allah..teteh teteh kok bisa sih ngebonceng orang tapi nggak sadar orang nya ilang..."