<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839</id><updated>2011-08-31T21:44:21.139+07:00</updated><category term='tsaqofah'/><category term='Artikel'/><category term='Artikel Islam'/><category term='Kuliah'/><category term='curhat'/><category term='Rumah Madrasah Anak-anak'/><category term='Rumahku Surgaku'/><category term='Coretan Halaqah'/><title type='text'>Lin Muthmainnah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-3980727646739669639</id><published>2010-04-27T15:11:00.002+07:00</published><updated>2010-04-27T15:23:42.799+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumahku Surgaku'/><title type='text'>zafiq dua bulan</title><content type='html'>Alhamdulillah nggak kerasa zafiq dah 2 bulan...&lt;br /&gt;dah bisa berinteraksi dengan orang-orang disekelilingnya...&lt;br /&gt;ketika bundanya lagi ngaji, zafiq jg ikutan ngaji, hehe.. &lt;br /&gt;ni video buat aby zafiq yg lg di Manna, &lt;a href="http://www.snapdrive.net/files/601007/Ayang%20ngaji%20lucu.zip"&gt;Download Zafiq&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-3980727646739669639?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/3980727646739669639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2010/04/zafiq-dua-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/3980727646739669639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/3980727646739669639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2010/04/zafiq-dua-bulan.html' title='zafiq dua bulan'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-283687178190340062</id><published>2009-10-29T11:12:00.003+07:00</published><updated>2009-10-29T14:42:25.812+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah'/><title type='text'>Kisi-kisi UTS &amp; Tgs Kelompok</title><content type='html'>Untuk kisi-kisi UTS dan jawaban tugas kelompok Basis Data dapat di download disini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.snapdrive.net/files/601007/jawaban%20tg%20kelom%20fix.zip"&gt;Tgs Kelompok&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.snapdrive.net/files/601007/kisi2%20uts.zip"&gt;kisi-kisi UTS IDB&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Belajar dan Sukses Dalam Ujiannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-283687178190340062?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/283687178190340062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/10/jawaban-tugas-kelompok-basis-data.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/283687178190340062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/283687178190340062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/10/jawaban-tugas-kelompok-basis-data.html' title='Kisi-kisi UTS &amp; Tgs Kelompok'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-7552643954211148534</id><published>2009-10-29T09:57:00.003+07:00</published><updated>2009-10-29T11:17:34.657+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'>Merokok?</title><content type='html'>Walaupun larangan merokok ini, tidak ada ayat atau hadits yang nyata didalam AlQuran dan hadits Rasulullah, namun, kita harus mengambil substansi dari akibat merokok itu apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1256783048_0"&gt;Saya&lt;/span&gt; teringat akan Firman Allah Ta'ala dalam Q.S Al Baqarah 219 "Mereka bertanya kepada kamu(wahai Muhammad SAW), tentang permasalahan khamar dan judi. Katakanlah :"Didalam khamar dan judi tersebut ada dosa yang sangat besar, dan manfaat untuk manusia, dan dosanya lebih besar ketimbang manfaatnya, dan mereka bertanya kepada kamu akan apa-apa yang di nafkahkan, katakanlah yang al&lt;br /&gt;afw(dalam terjehaman depag, disebutkan yang berlebih dari kebutuhan, dalam tafisr Ibnu Abbaspun disebutkan apa yang berlebih dari kebutuhan keluarga, dan menurut beliau lagi, ayat ini dinasakhkan dengan adanya ayat zakat)...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ayat khamar dan judi ini, dijelaskan dalam ayat Q.S Al Maidah 91. Bahwa khamar dan judi tersebut adalah pekerjaan syetan yang akan &lt;span class="fullpost"&gt;menjerumuskan manusia kedalam kebencian, permusuhan dan juga lalai dari mengingat Allah Ta'ala serta diberikan kalimat akhirnya dalam bentuk pertanyaan, namun bermaksud perintah :"Apakah kamu tidak berhenti(melakukannya)?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat lagi akan firman Allah Ta'ala dalam Q.S Al Baqarah 195 :"Dan belanjakanlah (harta kamu) dijalan Allah Ta'ala, dan janganlah kamu melemparkan diri kamu kedalam jurang kebinasaan, dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah suka pada orang-orang yang berbuat baik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So,..kita tahu kalau merokok itu bisa membahayakan diri kita, bahkan orang disekitar kita yang turut menghirup asap(racunnya), bukankah Allah sudah melarang kita agar jangan sampai kita melakukan suatu hal yang dapat membahayakan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kaedah dasar Ushul &lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1256783048_1"&gt;Fiqh&lt;/span&gt; :"Al Asl finnahyi littahrim", "Al asl finnahyi lilkaraahah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara dua hukumnya, ya Imma Makruh, ya Imma Haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hukum makruh tersebut, bisa sampai benar-benar membahayakan diri, keluarga/mesyarakat disekitar kita, tentu kita tahu sendiri apa akibatnya, dan hukumnya jatuh menjadi apa, kita tahu sendiri bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, substansinya apa. Bukankah Tato, morphin, ganja, tidak ada juga secara jelas disebutkan dalam AlQuran (kalimat tato, ganja tersebut), namun substansi dari akibat melakukan tersebut apa? &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1256783048_2"&gt;Itu&lt;/span&gt; yang harus kita cermati dari larangan ataupun suruhan Allah ta'ala tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau semua, harus kita ikuti, harus ada ayat/hadits dalam lafaz yang&lt;br /&gt;sharih(jelas), baru kita mau mengikutinya, kalau begitu, untuk apa Allah ta'ala selalu memberikan kita peringatan kalimat "Apakah kamu tidak berfikir, berakal, mengingat,..dan lain sebagainya"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua untu kita berfikir, karena tidak semuanya harus instant.(kayak indomie aja, meski instan, tetap aja dimasak dulu, kecuali yang mau makan secara langsung, mie indomie dijadikan kerupuk, dimakan tanpa di masak dulu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalaulah semua harus sharih/instant begitu, nantik akan ada lagi yang menghalalkan tari-tarian, Bali, atau apalah yang memperlihatkan lekuk-lekuk badan, dengan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1256783048_3"&gt;alat musik&lt;/span&gt;, dengan alasan, toh dalam AlQuran/hadits tidak ada secara jelas disebutkan larangan untuk menari tarian Bali, tarian lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Saya masih ingat beberapa hari yang lalu, ada diantara ibu2 yang sampai&lt;br /&gt;berdebat, karena salah seorang ibu mengatakan menari, apalagi mengajar orang lain menari itu haram hukumnya, lantas sang ibu yang diperingatkan tadi marah, dengan alasan, toh kan menarinya pakai jilbab, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1256783048_4"&gt;menutup aurat&lt;/span&gt;?), lagian inikan untuk melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia? Hmmm, lagi-lagi saya berfikir....tarian perut juga budaya Mesir, yang harus dilestarikan oleh orang Mesir, bukankan begitu mafhum muwafaqahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya heran, emangnya ada dikatakan disana, janganlah kamu menari, mengajarkan orang menari, kecuali apabila tarian yang kamu suguhkan itu menutup aurat kamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm...dunia..dunia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah dalam hadits Rasulullah, kira-kira begini maksudnya, suatu saat nantik, &lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1256783048_5"&gt;ajaran Islam&lt;/span&gt; itu akan menjadi "aneh" oleh ummat islam itu sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga tak jelas lagi, mana halal, mana haram, mana bid'ah mana sunnah, campur aduk semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya sebagai bahan pertimbangan dan perenungan kita bersama saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Umar Sahid Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bdg&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-7552643954211148534?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/7552643954211148534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/10/merokok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/7552643954211148534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/7552643954211148534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/10/merokok.html' title='Merokok?'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-4737949435439484310</id><published>2009-09-05T10:03:00.003+07:00</published><updated>2009-09-05T10:53:14.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah'/><title type='text'>Tugas Database (Kelas B)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tugas Database (Kelas B)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;TUGAS INDIVIDU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Sebutkan pengertian Database&lt;br /&gt;2. Sebutkan contoh2 kasus yang bisa dibuat database (sebanyak 5 buah)&lt;br /&gt;3. Cari pengertian dari istilah-istilah di bawah ini (cari di internet) :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;a. Entitas&lt;br /&gt;b. Atribut&lt;br /&gt;c. Field&lt;br /&gt;d. Record&lt;br /&gt;e. Relasi Tabel&lt;br /&gt;f. DBMS&lt;br /&gt;g. Primary key&lt;br /&gt;h. Foreign Key&lt;br /&gt;i. Tipe data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ketentuan tugas :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Karena ini adalah Tugas Individu, maka tidak diperkenankan untuk saling mencontek, jika ada yang kurang difahami mintalah pada teman yang sudah mengerti untuk dijelaskan.&lt;br /&gt;Untuk yang mencontek konsekuensi nilai 0&lt;br /&gt;2. Tugas dikerjakan dengan menggunakan Ms. Word (dalam format .docx atau .doc)&lt;br /&gt;3. Tugas dikumpulkan/dikirim melalui e-mail : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;linanurlina05@gmail.com&lt;/span&gt; paling lambat tanggal &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11 September 2009 (hari Jum’at) jam 08.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;4. Judul email ditulis dengan format : TugasDBKlsB_(NoIndukAnda)_(NamaAnda), contoh :TugasDBKlsB_010_LinaNurlina&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-4737949435439484310?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/4737949435439484310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/09/tugas-database-kelas-b.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/4737949435439484310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/4737949435439484310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/09/tugas-database-kelas-b.html' title='Tugas Database (Kelas B)'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-1895603420341543810</id><published>2009-09-05T09:50:00.003+07:00</published><updated>2009-09-05T10:58:20.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah'/><title type='text'>Tugas Database (Kelas A)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tugas Database (Kelas A)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;TUGAS INDIVIDU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini ada beberapa kasus yang bisa dibuat menjadi Database. Silahkan setiap mahasiswa pilih salah satu kasus (antara 1 mahasiswa dengan mahasiswa yang lain tidak boleh memilih kasus yang sama).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Perpustakaan&lt;br /&gt;2. Toko HP&lt;br /&gt;3. Toko Alat music&lt;br /&gt;4. Toko Obat&lt;br /&gt;5. Perkuliahan&lt;br /&gt;6. Kepegawaian&lt;br /&gt;7. Toko Baju&lt;br /&gt;8. Toko Olahraga&lt;br /&gt;9. Rental VCD&lt;br /&gt;10. Minimarket&lt;br /&gt;11. Toko Perlengkapan Bayi&lt;br /&gt;12. Rumah Sakit&lt;br /&gt;13. Apotek&lt;br /&gt;14. Klinik Rumah Bersalin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kasus masing-masing buatlah :&lt;br /&gt;1. Entitasnya beserta atributnya.&lt;br /&gt;2. Konversikan ke dalam Tabel.&lt;br /&gt;3. Buat Relasi Tabel&lt;br /&gt;4. Buat tipe data dari masing-masing field pada setiap tabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan tugas :&lt;br /&gt;1. Karena ini adalah Tugas Individu, maka tidak diperkenankan untuk saling mencontek, jika ada yang kurang difahami mintalah pada teman yang sudah mengerti untuk dijelaskan.&lt;br /&gt;Untuk yang mencontek konsekuensi nilai 0&lt;br /&gt;2. Tugas dikerjakan dengan menggunakan Ms. Word (dalam format .docx atau .doc)&lt;br /&gt;3. Tugas dikumpulkan/dikirim melalui e-mail :&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; linanurlina05@gmail.com&lt;/span&gt; paling lambat tanggal &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;12 September 2009 (hari Sabtu) jam 13.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;4. Judul email ditulis dengan format : TugasDBKlsA_(NoIndukAnda)_(NamaAnda), contoh :TugasDBKlsA_010_LinaNurlina&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-1895603420341543810?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/1895603420341543810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/09/tugas-database-kelas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/1895603420341543810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/1895603420341543810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/09/tugas-database-kelas.html' title='Tugas Database (Kelas A)'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-1526009575763431743</id><published>2009-09-05T09:34:00.004+07:00</published><updated>2009-09-05T10:56:57.939+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah'/><title type='text'>Tugas Algoritma &amp; Pemrograman (Kelas A):</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tugas Algoritma &amp;amp; Pemrograman (Kelas A):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;TUGAS INDIVIDU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Algoritma yang dituliskan dengan notasi Deskriptif, psedocode, dan flowchart untuk melakukan konversi di bawah ini :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Konversi sebuah nilai dari US $ ke rupiah&lt;br /&gt;2. Konversi sebuah nilai dari kilometer (KM) ke meter (M)&lt;br /&gt;3. Konversi sebuah nilai dari Celcius ke Fahrenheit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cat : Untuk membuat algoritma ingat pada 3 hal : INPUT, PROSES, OUTPUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketentuan tugas :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Karena ini adalah Tugas Individu, maka tidak diperkenankan untuk saling mencontek, jika ada yang kurang difahami mintalah pada teman yang sudah mengerti untuk dijelaskan.&lt;br /&gt;Untuk yang mencontek konsekuensi nilai 0&lt;br /&gt;2. Tugas dikerjakan dengan menggunakan Ms. Word (dalam format .docx atau .doc)&lt;br /&gt;3. Tugas dikumpulkan/dikirim ke email : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;linanurlina05@gmail.com&lt;/span&gt; paling lambat tanggal 9 September 2009 (hari Rabu) jam 13.00 WIB, lebih dari itu ada pemotongan nilai setiap harinya sebesar 10%&lt;br /&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;Judul email ditulis dengan format : TugasALgKlsA_(NoIndukAnda)_(NamaAnda), contoh :TugasAlgKlsA_010_LinaNurlina&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-1526009575763431743?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/1526009575763431743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/09/tugas-algoritma-pemrograman-kelas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/1526009575763431743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/1526009575763431743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/09/tugas-algoritma-pemrograman-kelas.html' title='Tugas Algoritma &amp; Pemrograman (Kelas A):'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-3368446190512219847</id><published>2009-08-13T10:09:00.002+07:00</published><updated>2009-08-13T10:13:48.135+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tsaqofah'/><title type='text'>Menimbang Amal Sebelum Berpuasa</title><content type='html'>Ada persiapan yang baru nih, dalam  menghadapi datangnya bulan suci Romadhon yang tinggal kurang lebih seminggu lagi. Dan kayaknya nie penting banget untuk kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu adalah Menimbang amal sebelum berpuasa. Maksudnya adalah perlu adanya kesadaran spiritual untuk mengintrospeksi diri sebagai upaya untuk mengetahui, seberapa banyak amal baik dan amal buruk (dosa) kita? Tentu, secara sistematis, kita tidak akan pernah dapat membandingkan seberp besar atau seberapa kecil amal yang pernah kita lakukan. Namun, proses spiritual ini berfungsi untuk mengukur secara kualitatif seberapa besar dan kecil tingkat ketaatan dan &lt;span class="fullpost"&gt;kemungkaran yang pernah kita lakukan. Karena tingkat ketaatan dan kemungkaran hanya dapat diketahui oleh Alloh dan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita memerlukan? Karena bulan Ramadhan yang mewajibkan kita berpuasa itu datang rutin setiap tahunnya. Tidak pernah dalam setahun Ramadhan absen menghampiri kita. Nah, jika kita tidak mau dan mampu menimbang amal-amal  versi diri kita sendiri dengan jujur, maka kita tidak akan pernah dapat membandingkan tingkat ketaatan dan kemungkaran yang pernah kita lakukan. Meminjam pendekatan statistik, kita harus mampu membuat indeks ketaatan (ketakwaan diri kita) setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu ingat, salah satu hadis Nabi yang sering disebut dalam menghadapi setiap Tahun Baru adalah: b&lt;span style="font-style: italic;"&gt;arang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia termasuk orang yang beruntung, yang masih sama, termasuk rugi, tapi bagi yang lebih buruk termasuk orang binasa&lt;/span&gt;. Hadis Nabi tersebut juga sangat relevan untuk kita gunakan pada setiap datangnya bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa kegunaan menimbang amal kita sebelum memasuki bulan Romadhon, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menjadi acuan evaluasi peningkatan amal baik kita, sejauh mana tingkat ketaatan kita selama kita melewati bulan Roamadhon. Apakah amal kita semakin menurun atau meningkat. Jika kita tidak memiliki “grafik” amal dalam peta spiritual kita, makan kita akan menjalani hidup ini dengan ketidakpasitan langkah untuk menjadi lebih baik. Meski kadar iman tidak konstan, naik-turun, namun jika mengetahui peta amal kita, maka kita menjadi lebih mudah untuk memperbaiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjadi “buku pintar” dalam menjalani kehidupan kita selanjutnya. Hasil daari “rekapitulasi” amal kita melalui introspeksi spiritual yang jamua dimiliki iri kita seniri dapat dijadikan rujukan atas berbagai pengalaman hidup untuk terus berbuat kebaikan dan meninggalkan keburukan (kemaksiatan). “buku pintar” ini sewaktu-waktu dapat dibuka untuk kemudian dijadikan pelajaran hidup yang bermakna dalam rangka memperbaiki kualitas hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dapat dijadikan sebagai modal untuk membangun kepercayaan diri di hadapan Alloh jika suatu saat kira menghadapi kematian. Banyak orang tidak memiliki kepercayaan diri (psimistis) ketika harus menghadapi kematian karena tidak mengerti akan amal baiknya seberapa besar. Namun, jika seseorang telah memilki peta kekuatan amal, jika baik akan ditingkatkan, jika nuruk akan ditinggalkan, maka dia tidak akan takut menghadpi kematian. Apalagi kita tidak dapat menghindar akan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sebelum datangnya bulan Ramadhan ini, marilah kita merekap atau menghitung amal-amal kita untuk kita jadikan referensi amal di masa mendatang demi kebaikan hidup yang lebih bermakna. Wallahu a’lam bish-shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diringkas dari tulisan Thobib Al-Asyhar, penulis buku, redaktur  www.bimasislam.depag.go.id.&lt;br /&gt;sumber : www.bimasislam.depag.go.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-3368446190512219847?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/3368446190512219847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/08/menimbang-amal-sebelum-berpuasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/3368446190512219847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/3368446190512219847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/08/menimbang-amal-sebelum-berpuasa.html' title='Menimbang Amal Sebelum Berpuasa'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-743174543361476794</id><published>2009-08-05T15:28:00.005+07:00</published><updated>2009-08-05T15:44:49.607+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tsaqofah'/><title type='text'>Bersiap Menghadapi Datangnya Bulan Suci Ramadhan</title><content type='html'>Mau masuk Bulan puasa nih... Persiapan apa aja ya yg harus dilakukan?&lt;br /&gt;Persiapannya antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Persiapan Mental&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menganjurkan dalam melaksanakan amal shalih harus didahului dengan niat. Bahkan dalam beberapa amal shalih, niat itu merupakan syarat atau rukun dari amal yang akan dilaksanakan. Secara psikologis niat atau motivasi sangat membantu amal yang akan dilakukan dan memberikan dampak yang sangat positif. Niat akan memunculkan semangat dan ketahanan seorang muslim dalam mengerjakan ibadah. Oleh karena itulah&lt;span class="fullpost"&gt;niat menjadi pilar utama dalam beribadah. Ramadhan adalah bulan penuh ibadah yang akan dilakukan orang-orang beriman selama sebulan. Oleh karenanya diperlukan kesiapan mental dalam menyongsong berbagai macam bentuk ibadah tersebut, khususnya puasa, bangun malam, tarawih dan lain-lain. Tanpa persiapan mental yang prima, maka orang-orang beriman akan cepat loyo dalam beribadah atau bahkan meninggalkan sebagian ibadah sama sekali. Kesiapan mental sangat dibutuhkan pada saat menjelang hari-hari terakhir, karena tarikan keluarga yang ingin belanja mempersiapkan hari raya, pulang kampung dan sebagainya sangat mempengaruhi umat Islam dalam menunaikan kekhusyuan ibadah Ramadhan. Padahal, kesuksesan ibadah Ramadhan seorang muslim dilihat dari akhirnya. Jika akhir Ramadhan diisi dengan i’tikaf dan taqarrub serta ibadah lainnya, maka insya Allah, dia termasuk yang sukses dalam melaksanakan ibadah Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Persiapan spiritual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan ruhiyah dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an, shaum sunnah, dzikir, do’a dan lain-lain. Dalam hal mempersiapkan ruhiyah, Rasulullah Saw mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah Ra. berkata: ”Saya tidak melihat Rasulullah Saw menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR Muslim).Bulan Sya’ban adalah bulan dimana amal shalih diangkat ke langit.&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;وَلَمْ أَرَكَ تَصُوْمُ مِنْ شَهْرٍ مِنَ الشُّهُوْرِ مَا تَصُوْمُ مِنْ شَعْبَان قَال: ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفَلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ يُرْفَعُ فيه الأَعْمَالُ إلَى رَبِّ الْعَالَمِيْنَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِيْ وَأَنَا صَائِمٌ (رواه أحمد وأبو داود وابن حزيمة والنسائى )&lt;br /&gt;Dari Usamah bin Zaid berkata, saya bertanya: “Wahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau puasa di suatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban”. Rasul saw bersabda: ”Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa” (Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Huzaimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Persiapan intelektual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan fikriyah atau akal dilakukan dengan mendalami ilmu, khususnya ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilkan apa-apa, kecuali lapar dan dahaga. Hal ini dikarenakan puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup. Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka. Dua orang yang mengamalkan ibadah yang sama tidak otomatis mendapatkan hasil yang sama. Rasulullah Saw menginformasikan ada dua kelompok orang yang sama-sama melakukan ibadah puasa, sedangkan hasilnya yang pertama mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukannya, sementara yang lain cuma mendapatkan lapar dan dahaga. Rasul Saw bersabda: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيماناً واحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ ما تَقَدّمَ مِنْ ذَنْبِهِ،”Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan sepenuh iman dan kesungguhan, maka akan diampunkanlah dosa-dosa yang pernah dilakukan.” (HR. Bukhori dan, Muslim )كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إلاَّ الْجُوْعُ وَالْعَطشُ“Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Persiapan Fisik dan Materi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisik dan materi sangat menopang ibadah di bulan Ramadhan yang dilakukan seorang muslim. Seorang muslim tidak akan mampu berbuat maksimal dalam berpuasa jika fisiknya sakit. Oleh karena itu mereka dituntut untuk menjaga kesehatan fisik, kebersihan rumah, masjid dan lingkungan. Rasulullah justru mencontohkan kepada umat agar selama berpuasa tetap memperhatikan kesehatan. Hal ini terlihat dari beberapa peristiwa di bawah ini :&lt;br /&gt;• Menyikat gigi dengan siwak (HR. Bukhari dan Abu Daud).&lt;br /&gt;• Berobat dengan berbekam (Al-Hijamah) seperti yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim.&lt;br /&gt;• Memperhatikan penampilan, seperti pernah diwasiatkan Rasulullah Saw kepada sahabat Abdullah ibnu Mas’ud Ra, agar memulai puasa dengan penampilan baik dan tidak dengan wajah yang cemberut. (HR. Al-Haitsami)&lt;br /&gt;Sarana penunjang yang lain yang harus disiapkan adalah materi yang halal, untuk bekal ibadah Ramadhan. Idealnya seorang muslim telah menabung selama 11 bulan sebagai bekal ibadah Ramadhan. Sehingga ketika datang Ramadhan, dia dapat beribadah secara khusyu, dan tidak berlebihan atau ngoyo dalam mencari harta atau kegiatan lain yang mengganggu kekhusyuan ibadah Ramadhan.  Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;br /&gt;sumber : http://www.syariahonline.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita diberikan kekuatan iman, fisik, mental, dll dalam menjalankan ibadah puasa. Mohon do'anya ya teman2 semoga saya diberikan kekuatan, karena selama masa kehamilan ini, saya merasa lapeerrr teruss, tiap 2-3 jam sekali harus makan atau paling tidak harus ngemil terus... kalo nggak makan, ato nggak diturutin seringnya mual.. dan lemess..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-743174543361476794?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/743174543361476794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/08/bersiap-menghadapi-bulan-suci-ramadhan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/743174543361476794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/743174543361476794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/08/bersiap-menghadapi-bulan-suci-ramadhan.html' title='Bersiap Menghadapi Datangnya Bulan Suci Ramadhan'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-2310309944836619316</id><published>2009-07-14T15:11:00.005+07:00</published><updated>2009-07-14T15:22:24.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tsaqofah'/><title type='text'>Toleransi dalam Islam?</title><content type='html'>Ada teman yang bertanya tentang toleransi. Kalo ga ditanya, mungkin ga kefikiran untuk mengkhususkan waktu searching mengenai toleransi lebih dalam lagi. Padahal dlm kehidupan sehari-hari sering kali kita dituntut bersikap Toleransi. Pun kalo ditanya sama anak kecil, apa sih itu toleransi?mungkin kita akan menjawab saling menghormati, tenggang rasa, lapang dada, saling menghargai. Cukup sampai disana. Setidaknya karna itulah yang kita dapatkan sewaktu dapat pelajaran PPKn/kewarganeraan. Padahal Islam sebagai agama yang penuh toleransi pasti lebih bisa menjelaskan Toleransi lebih baik lagi, salah satunya yang kudapat adalah tulisan Abu Wihdan ini yang menjelaskan Toleransi menurut Al-Quran&lt;span class="fullpost"&gt; Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.&lt;br /&gt;(QS. Al-Mumtahanah: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Asma binti Abu Bakar didatangi ibunya, Qotilah, yang masih kafir. Ia pun bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Bolehkah saya berbuat baik kepadanya?" Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Boleh". Kemudian turun-lah ayat ke 8 Surat Al-Muntahanah. Ayat itu menegaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak melarang berbuat baik kepada orang yang tidak memusuhi agama Allah. Demikian yang diterangkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya juz IV hal 349.&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Qotilah (bekas isteri Abu Bakar) yang telah diceraikannya pada zaman jahiliyah, datang kepada anaknya yang bernama Asma binti Abu Bakar, membawa hadiah, Asma menolak pemberian itu bahkan tidak memperkenan-kan ibunya masuk ke dalam rumah. Setelah itu ia mengutus seseorang kepada Aisyah (saudaranya) untuk bertanya tentang hal ini kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sal-lam. Maka Rasul pun memerintahkan untuk menerimanya dengan baik serta menerima pula hadiahnya. (HR. Ahmad, Al-Bazzar, Al-Hakim dari Abdullah bin Zubair)&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat dan hadits di atas, dapat kita pahami bahwa Islam menghargai sikap atau keyakinan orang-orang di luar Islam. Dan Allah Subhanahu wa ta'ala pun tidak melarang kita berbuat baik kepada mereka yang tidak memusuhi Islam. Hal inilah yang kita sebut dengan toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian&lt;br /&gt;Kata tolerasi dalam bahasa Belanda adalah "tolerantie", dan kata kerjanya adalah "toleran". Sedangkan dalam bahasa Inggeris, adalah "toleration" dan kata kerjanya adalah "tolerate".&lt;br /&gt;Toleran mengandung pengertian: ber-sikap mendiamkan. Adapun toleransi adalah suatu sikap tenggang rasa kepada sesamanya. (Drs Sulchan Yasin, dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, hal 389)&lt;br /&gt;Indrawan WS. menjelaskan pengertian toleran adalah menghargai paham yang ber-beda dari paham yang dianutnya sendiri. Kesediaan untuk mau menghargai paham yang berbeda dengan paham yang dianutnya sendiri. (Kamus Ilmiyah Populer, 1999 : 144)&lt;br /&gt;Sedang dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, W.J.S Poerwadarminta mendefini-sikan toleransi: "sifat atau sikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercaya-an, kebiasaan, kelaku-an dsb.) yang lain atau bertentangan dengan pendiriannya sendiri, misalnya toleransi aga-ma (ideologi, ras, dan sebagainya).&lt;br /&gt;Dalam bahasa Arab toleransi biasa disebut "ikhtimal, tasamuh" yang artinya sikap membiarkan, lapang dada (samuha - yasmuhu - samhan, wasimaahan, wasamaahatan, artinya: murah hati, suka berderma) (kamus Al Muna-wir hal 702). Jadi toleransi (tasamuh) beragama adalah menghargai, dengan sabar menghor-mati keyakinan atau kepercayaan seseorang atau kelompok lain. Kesalahan memahami arti toleransi dapat mengakibatkan talbisul haq bil bathil, mencampuradukan antara hak dan batil, suatu sikap yang sangat terlarang dila-kukan seorang muslim, seperti halnya nikah antar agama yang dijadikan alasan adalah tole-ransi padahal itu merupakan sikap sinkretis yang dilarang oleh Islam.&lt;br /&gt;Harus kita bedakan antara sikap toleran dengan sinkretisme. Sinkretisme adalah mem-benarkan semua keyakinan/agama. Hal ini dilarang oleh Islam karena termasuk Syirik.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam". (QS. Ali Imran: 19)&lt;br /&gt;Sinkretisme mengandung talbisul haq bil bathil (mencampurkan yang haq dengan yang bathil). Sedangkan toleransi tetap memegang prinsip al-furqon bainal haq wal bathil (me-milah/memisahkan antara haq dan bathil). Toleransi yang disalahpahami seringkali men-dorong pelakunya pada alam sinkretisme. Gambaran yang salah ini ternyata lebih do-minan dan bergaung hanya demi kepentingan kerukunan agama.&lt;br /&gt;Dalam Islam tole-ransi bukanlah fata-morgana atau bersifat semu. Tapi memiliki dasar yang kuat dan tempat yang utama. Ada beberapa ayat di dalam Al-Qur'an yang bermuatan toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam) Sesungguhnya .... (Qs. 2. 256)&lt;br /&gt;Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ter-sebut menjelaskan: Janganlah memaksa seorangpun untuk masuk Islam. Islam adalah agama yang jelas dan gamblang tentang se-mua ajaran dan bukti kebenarannya, sehingga tidak perlu memaksakan seseorang untuk ma-suk ke dalamnya. Orang yang mendapat hida-yah, terbuka, lapang dadanya, dan terang ma-ta hatinya pasti ia akan masuk Islam dengan bukti yang kuat. Dan barangsiapa yang buta mata hatinya, tertutup penglihatan dan pen-dengarannya maka tidak layak baginya masuk Islam dengan paksa.&lt;br /&gt;Ibnu Abbas mengatakan "ayat laa ikraha fid din" diturunkan berkenaan dengan seorang dari suku Bani Salim bin Auf bernama Al-Husaini bermaksud memaksa kedua anaknya yang masih kristen. Hal ini disampaikan pada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan ayat tersebut.&lt;br /&gt;Demikian pula Ibnu Abi Hatim meriwa-yatkan telah berkata bapakku dari Amr bin Auf, dari Syuraih, dari Abi Hilal, dari Asbaq ia berkata, "Aku dahulu adalah abid (hamba sahaya) Umar bin Khaththab dan beragama nasrani. Umar menawarkan Islam kepadaku dan aku menolak. Lalu Umar berkata: laa ikraha fid din, wahai Asbaq jika anda masuk Islam kami dapat minta bantuanmu dalam urusan-urusan muslimin." (Ibnu Katsir I/383)&lt;br /&gt;2. Qs. Al-Mumtahanah 8-9&lt;br /&gt;Menurut Abdullah Wasi'an (kristolog), maksud ayat ini adalah, orang Islam boleh bergaul dengan orang-orang non Islam dalam masalah dunia, yakni seperti: perdagangan, perjanjian jual beli, dan lain-lain. Tetapi dalam urusan aqidah sangat dilarang.&lt;br /&gt;Pada muqaddimah tulisan ini telah disampaikan, bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak melarang Asma binti Abu Bakar berbuat baik kepada ibunya yang kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Qs Al-Kafirun 1-7&lt;br /&gt;"Bagimu dien (agama)mu dan bagiku dien (agama) ku&lt;br /&gt;Ayat ini jelas sekali mengandung unsur toleransi, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan ayat ini ketika ada ajakan untuk mengadakan penyembahan bersama dengan orang-orang jahiliyyah. Akan tetapi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menolaknya dengan menyampaikan ayat ini kepada kaum kafir Quraisy.&lt;br /&gt;4. Asy-Syura ayat 15&lt;br /&gt;bagi kami amal-amal kami bagimu amal-amal kamu.&lt;br /&gt;Ayat ini pun menunjukkan bahwa Islam senantiasa berusaha untuk menegakkan hidup berdampingan secara damai dalam kehidupan sehari-hari. Maka dengan prinsip ini semua berhak hidup tanpa menyebabkan tekanan atau perkosaan terhadap hak-hak orang lain. Yang diharapkan Islam dari golongan lain hanyalah menjauhkan dari permusuhan, dan tidak ada hasutan, gangguan atau tantangan terhadap jalan kehidupan Islam.&lt;br /&gt;Harapan Islam ini ternyata tidak selama-nya terwujud, bahkan yang terjadi sering ditemukan adanya pemaksaan atau sikap intoleransi dari luar Islam. Sebagai bukti kita saksikan di daerah-daerah minoritas muslim, yang berlaku bukan toleransi tapi teroransi. Umat Islam banyak diintimidasi dan dianak-tirikan bahkan dibantai.&lt;br /&gt;Contoh intoleransi adalah ungkapan pa-ra peneliti Barat, misalnya, Gladstone (man-tan Perdana Menteri Inggeris) berpendapat bahwa selama Al-Qur'an ini berada di tangan umat Islam tidak mungkin Eropa akan me-nguasai dunia timur. Begitu juga sikap Guber-nur Militer Perancis di Aljazair saat peringat-an 100 tahun penjajahan Peraancis di Aljazair, ia mengatakan: kami tidak akan memenang-kan perjuangan Aljazair, selama mereka (bangsa Aljazair) membaca Al-Qur'an dan berbicara bahasa Arab. Kami harus dapat melepaskan bahasa Arab dari lidah mereka".&lt;br /&gt;Pernyataan Gladstone dan Gubernur Militer Perancis itu jelas-jelas merupakan si-kap intoleransi. Begitu pula yang terjadi di Ambon dan Halmahera, sikap memaksakan kehendak dari orang-orang Nasrani sangat jelas. Hal ini diakui oleh para tawanan nasrani yang tertangkap muslimin. Mereka mengata-kan, "ingin menjadikan Ambon dan Halma-hera itu kristen semua", perilaku seperti ini membuktikan bahwa toleransi yang sering diungkap oleh mereka adalah semu. Karena pada dasarnya mereka tidak punya pijakan yang jelas dalam hal ini sebagaimana Islam. Islam sangat menjunjung tinggi prinsip tole-ransi yang rahmatan lil 'alamin, sedang mereka bertindak sebaliknya. Hanya sedikit sekali di antara mereka yang memiliki sikap toleran. Kebanyakan di antara mereka bukan sikap toleran yang dimiliki tapi sikap teroransi. Hal ini sebagai bukti kebenaran nash Al-Qur'an, QS. Al-Baqarah ayat 120.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam&lt;br /&gt;Dikisahkan oleh Ibnul Ishak dalam "sirahnya" dan juga Ibnul Qoyyim dalam "Zaadul Ma'ad" adalah ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam kedatangan utusan Nasrani dari Najran berjumlah 60 orang. Diantaranya adalah 14 orang yang terkemuka termasuk Abu Haritsah Al-Qomah, sebagai guru dan uskup. Maksud kedatangan mereka itu adalah ingin mengenal Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dari dekat. Benarkah Muhammad itu seorang utusan Tuhan dan bagaimana dan apa sesungguhnya ajaran Islam itu. Mereka juga ingin membandingkan antara Islam dan Nasrani. Mereka ingin bicara dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang berbagai masalah agama.&lt;br /&gt;Mereka sampai di Madinah saat kaum muslimin telah selesai shalat Ashar. Mereka pun sampai di masjid dan akan menjalankan sembahyang pula menurut cara mereka. Para sahabatpun heboh, mengetahui hal tersebut, maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata "Biarkanlah mereka !" maka mereka pun menjalankan sembahyang dengan cara mereka dalam masjid Madinah itu. Dikisah-kan bahwa para utusan itu memakai jubah dan kependetaan yang serba mentereng, pakaian kebesaran dengan selempang warna-warni.&lt;br /&gt;Peristiwa di atas menunjukan toleransi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada pemeluk agama lain. Walaupun dalam dialog antara Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan utusan Najran itu tidak ada "kese-pakatan" karena mereka tetap menganggap bahwa Isa adalah "anak Tuhan" dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berpegang teguh bahwa Isa adalah utusan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan sebagai Nabiyullah, Isa adalah manusia biasa. Para utusan itu tetap dijamu oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Berdasar uraian di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa toleransi menurut Islam adalah :&lt;br /&gt;1. Menghargai dan menghormati keyakinan orang lain (agama lain) untuk melaksana-kan keyakinan tersebut, dengan tetap men-jaga prinsip-prinsip tauhid bahwa hanya Islam yang benar.&lt;br /&gt;2. Kita diperbolehkan berbuat baik kepada mereka dalam urusan duniawi, selama me-reka tidak memerangi / memusuhi Islam dan tidak mengusir kita dari negeri kita.&lt;br /&gt;3. Unsur-unsur yang harus dipahami dalam mewujudkan toleransi (tasamuh) ini adalah:&lt;br /&gt;a. Mengakui hak setiap orang.&lt;br /&gt;b. Menghormati keyakinan orang lain&lt;br /&gt;c. Lapang dada menerima perbedaan&lt;br /&gt;d. Saling pengertian&lt;br /&gt;e. Kesadaran dan kejujuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : www.jamaahmuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-2310309944836619316?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/2310309944836619316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/07/toleransi-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/2310309944836619316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/2310309944836619316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/07/toleransi-dalam-islam.html' title='Toleransi dalam Islam?'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-747709423683970996</id><published>2009-07-10T14:44:00.005+07:00</published><updated>2009-07-10T14:59:23.235+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumahku Surgaku'/><title type='text'>Masih Bulan Pertama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/Slb0sw8qEuI/AAAAAAAAAFU/ohQtWoXMDsA/s1600-h/gambar+janin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 122px; height: 114px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/Slb0sw8qEuI/AAAAAAAAAFU/ohQtWoXMDsA/s200/gambar+janin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356737856694522594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika usia kehamilan dihitung dari terakhir hari terakhir datang bulan, berarti usia kehamilanku... hmmm.. brp ya...?&lt;br /&gt;ooh 1 bulan 8 hari.. yah mungkin kira2 usia kehamilanku segitu. Tapi Alhamdulillah sampai saat ini ngidamku nggak macem2. Cuman pengen yang asem2, yang seger, yang pedas. Padahal sebelum hamil ga suka yang asem2, yang pedas. Selain itu ngidam maless nya minta ampun, pengennya tiduran. Mungkin karena kondisi fisik juga yg darah rendah, jadi cepet capek, cepet lemes.. Kasian juga suami harus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;menghendel&lt;/span&gt; beberapa pekerjaanku. Semoga bersabar ya a menghadapi ibu hamil..:) Love U&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-747709423683970996?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/747709423683970996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/07/masih-bulan-pertama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/747709423683970996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/747709423683970996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/07/masih-bulan-pertama.html' title='Masih Bulan Pertama'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/Slb0sw8qEuI/AAAAAAAAAFU/ohQtWoXMDsA/s72-c/gambar+janin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-7604940445251452963</id><published>2009-07-10T14:27:00.003+07:00</published><updated>2009-07-10T14:56:20.786+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumahku Surgaku'/><title type='text'>Alhamdulillah, Positif!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/Slbz5WQIXLI/AAAAAAAAAFM/Y8fBBWdQbIs/s1600-h/kartun+ibu+hamil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 96px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/Slbz5WQIXLI/AAAAAAAAAFM/Y8fBBWdQbIs/s200/kartun+ibu+hamil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356736973355113650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama berikhtiar, berdo'a dan menunggu akhirnya Alloh swt. mengabulkan do'a kami.&lt;br /&gt;Setelah 10 hari datang bulang tak kunjung datang, dan seringnya mual, pusing, dan juga lemas, akhirnya saya diperiksa ke bidan. Setelah diperiksa, Alhamdulillah ternyata positif hamil. Yang tadinya badan lemas, ga bergairah, dgn tahu bahwa sy sedang berbadan dua, rasa lemas itupun lupa, karena tertutupi dengan rasa bahagia yang tidak terkira. Wajah suamipun ceria.. sepulangnya dari bidan, suami mengajak kami sholat dan diteruskan dengan membaca Surat Yaa Sin, diakhiri dengan do'a "semoga kami mampu menjaga dan mengemban amanah yang Engkau titipkan ini, dan diberikan keberkahan dan keselamatan dalam masa kehamilan hingga sampai mendidiknya kelak" &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-7604940445251452963?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/7604940445251452963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/07/alhamdulillah-positif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/7604940445251452963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/7604940445251452963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/07/alhamdulillah-positif.html' title='Alhamdulillah, Positif!!'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/Slbz5WQIXLI/AAAAAAAAAFM/Y8fBBWdQbIs/s72-c/kartun+ibu+hamil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-3110092040010788735</id><published>2009-05-25T08:43:00.003+07:00</published><updated>2009-05-25T09:40:39.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumahku Surgaku'/><title type='text'>Tiga Hari Tanpamu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/ShoFAW2VcyI/AAAAAAAAAFE/fKYdWf1PFhM/s1600-h/Gambar+edit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/ShoFAW2VcyI/AAAAAAAAAFE/fKYdWf1PFhM/s200/Gambar+edit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339585811892761378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi, semangat senantiasa hingga di jiwaku mengiringi aktivitas pekerjaan Rumah Tangga. Tapi hari ini berbeda. Untuk melangkahkan kaki ke dapurpun rasanya enggan dan malas. Mungkin ini dikarenakan wajah yang senantiasa kutatap tatkala hendak tidur dan bangun dari tidur, sekarang tidak kutemui. Tangan yang senantiasa menggoyang-goyangkan kaki menyuruhku bangun untuk Sholat Malam atau Sholat Subuh, hari ini tak kutemui lagi tangan itu. Harum badan yang membuatku senantiasa ingin mendekapnya setiap saat, hari ini ku tak bisa mencium bau nya.&lt;span class="fullpost"&gt;Semuanya tak bisa kutemui lagi setidaknya InsyaAllah sampai tiga hari ke depan... Tapi rasanya baru sehari saja, ku sudah kehilangan semangat. Setiap hari ku semangat memasak, ada suami yang senantiasa menyambut, jika rumah beres dan rapi tidak hanya aku saja yang merasakan, tapi suami juga akan merasa nyaman berada di rumah. Tapi hari ini rasanya malas sekali masak, membereskan rumah karena orang yang senantiasa menyambut dan menyantap makananku sedang absen, orang yang selalu menemaniku di rumah juga tidak ada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah Firman Allah...&lt;br /&gt;"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berfikir” (Q.S,Ar Ruum: 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Istri-istri kamu adalah pakaianmu dan kamu adalah pakaian mereka" (Q.S. Al Baqarah : 187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suamiku... cepatlah pulang, dinda rindu belaianmu, kasihmu, canda tawamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pintaku...&lt;br /&gt;Ya Allah... jadikan ikatan cinta dan kasih sayang diantara kami adalah ikatan cinta karena-Mu, supaya kami tergolong ke dalam orang yang saling menyayangi di dunia dan di akhirat. Karena hanya cinta yang dilandasi karena-Mu lah, cinta yang bisa menembus ruang dan waktu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-3110092040010788735?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/3110092040010788735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/05/tiga-hari-tanpamu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/3110092040010788735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/3110092040010788735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/05/tiga-hari-tanpamu.html' title='Tiga Hari Tanpamu'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/ShoFAW2VcyI/AAAAAAAAAFE/fKYdWf1PFhM/s72-c/Gambar+edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-8765210695930652302</id><published>2009-05-18T11:03:00.006+07:00</published><updated>2009-05-18T12:25:04.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah Madrasah Anak-anak'/><title type='text'>Permainan Tebak Huruf Hijaiyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/ShDi3pusSfI/AAAAAAAAAE8/HKNctbx4mnA/s1600-h/DSC00363.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 122px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/ShDi3pusSfI/AAAAAAAAAE8/HKNctbx4mnA/s320/DSC00363.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337015004156414450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Bermain” bersama anak-anak kadang menyenangkan,kadang juga melelahkan. Seperti yang kurasakan hari ini kok rasanya melelahkan sekali. Terasa melelahkan, mungkin disebabkan karena mereka terlalu banyak berantemnya daripada “bermain” (baca:belajar)nya.  Mulai dari tinju-tinjuan ala power&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;rangerlah, yang lebih parah mereka berantem saling meludahi walaupun air ludah yang disemprotkan nggak banyak. Masya Allah ngeliat contoh darimana mereka ini..?? Yang pasti jawabannya kalau nggak dari lingkungan di sekitarnya yang paling dekat, pasti dari TV.&lt;br /&gt;Diluar berantem itu semua, hari ini kami masih tetap belajar mengenal huruf-huruf Hijaiyah. Mereka baru sampai mengenal huruf Ja. Untuk mengetes ingatan mereka, kubuat suatu permainan. Permainannya masih seputar Tebak Huruf. Tapi sedikit divariasikan. Seperti hari-hari sebelumnya, kalau kuperlihatkan kartu huruf-huruf nya, mereka pasti berebutan ingin memiliki. “Ini buat aku!! buat aku!!” kata mereka, sambil berebutan kartu-kartu, karna ingin memilii kartu paling banyak. Akhirnya dari situ aku ada ide untuk memvariasikan permainan Tebak Huruf. “siapa yang paling cepat menebak huruf dalam kartunya, kartunya buat dia” kataku. Anak-anakpun setuju. Setelah memulai permainannya,    ternyata permainan ini membuat mereka lebih tertantang karena ingin memiliki kartu paling banyak sehingga mereka bersemangat. Saat kutunjukan huruf A, Rofif yang paling cepat nebak, “A” katanya sambil berteriak. “Oke, ini untuk Abang Rofif”, kataku. “horeee” Abang Rofif berteriak, disusul sama adeknya Rana berteriak juga karena kegirangan abangnya yang mendapatkan kartunya. Kemudian kutunjukkan lagi huruf Tsa, sekarang Hanif yang ingat dengan huruf tersebut. Hanif menjawabnya sambil setengah berteriak. Begitu seterusnya sampai akhirnya mereka berantem.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-8765210695930652302?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/8765210695930652302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/05/permainan-tebak-huruf-hijaiyah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/8765210695930652302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/8765210695930652302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/05/permainan-tebak-huruf-hijaiyah.html' title='Permainan Tebak Huruf Hijaiyah'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/ShDi3pusSfI/AAAAAAAAAE8/HKNctbx4mnA/s72-c/DSC00363.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-5515916753063424878</id><published>2009-05-14T14:59:00.007+07:00</published><updated>2009-05-17T14:25:33.703+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah Madrasah Anak-anak'/><title type='text'>Mulai dari membersihkan ikan sampai menghafal surat2 pendek</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SgvlUt4nihI/AAAAAAAAAEE/91tRn9MYKX4/s1600-h/buku+cerita.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 85px; height: 64px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SgvlUt4nihI/AAAAAAAAAEE/91tRn9MYKX4/s200/buku+cerita.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335610327627696658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beda ceritanya dengan "anak-anakku" yang lain yang usianya lebih dewasa dari Rofif(4), Rana(2), dan Hanif(4). Dia adalah Mela (kelas 6 SD), Meilisa (kelas 3), Teteh Ratna(kelas 2), fika (kelas 2), dan Jaka(kelas 5). Saat Hanif dan Rofif sedang belajar tadi, tiba-tiba "geng"nya Meilisa datang dengan memakai kerudung dan bawa tas, tanda bahwa mereka mau mengaji juga, padahal jam 9 pagi sebenarnya bukan jadwalnya mereka untuk mengaji. Tapi mereka memang selalu semangat main ke rumah dan mengaji, ditambah lagi juga seminggu ini mereka memang&lt;span class="fullpost"&gt; libur sekolah. Otomatislah Rofif dah mulai tanya ngawur "tante ini mejanya ada gambarnya ya? gambarnya untuk apa ya..? dengan nada bicara yang sedikit malas. Itu tandanya dia "terganggu" dengan kehadiran kakak2 nya, karena malu.. Rofif, Hanif dan Rana memang pemalu dengan orang-orang yang nggak dia kenal. Dengan terpaksa ku tak acuhkan dulu anak-anak yang sudah agak besar itu, aku sibuk untuk mengalihkan perhatian mereka ke bermain sambil belajar, dan akhirnya ku ajak mereka ke depan laptop yang berada di kamar untuk main flashcard mengenal angka yang telah kuceritakan sebelumnya.&lt;br /&gt;Alhamdulillah walau ku abaikan, Anak-anakku yang besar tadi sibuk membaca-membaca koleksi buku-bukuku.&lt;br /&gt;Setelah Rana, Hanif dan Rofif pulang, akhirnya aku bisa bertegur sapa, ngobrol2 ma anak2ku yang telah besar. Mereka dah siap mengaji. Padahal rencanaku tadi pagi, setelah selesei "bermain" dengan Rana Rofif, aku mau membersihkan ikan yang baru kubeli tadi pagi di tukang sayur yang lewat. hhh.. bagiamana ini..? Akhirnya kuajak mereka untuk membersihkan ikan aja, pikirku kita juga masih belajar dengan membersihkan ikan. Banyak juga yang bisa kita pelajari dari ikan. "Anak-anak, teteh (panggilan mereka terhadapku) mau bersihkan ikan dulu ya, karena takut bau, ada yang mau bantu..?" "iya teh, mau mau, aku bisa aku bisa". Yaiyalah yang namanya anak-anak kan suka main air, bereksperimen dan semacamnya. akhirnya kita bersama-sama membersihkan ikan. "Ayo sebutkan ini namanya apa" sambil kuarahkan telunjuku pada sirip ikan", "Siriiip" jawab mereka bersamaan. Karena ini pertama kalinya aku membersihkan Ikan, aku juga agak-agak bingung membersihkannya, sambil mengingat2 tukang Ikan kalau bersihkan Ikan, karena biasanya kalau beli ikan di pasar sambil minta dibersihin ikannya, aku iseng-iseng tanya sama mereka. "aduuh, ada yang tau nggak ya bersihin ikan yang benar gimana?" Meilisa bilang "itu teh sisik badannya di buangin", kubilang "o iya", si Mela nambahin "siripnya juga di buang teh, sama "buntutnya" di buang dikit". "oo oke oke". Akhirnya kita bagi tugas, meilisa yang guntingin siripnya, aku dan mela yang buang sisiknya, teteh ratna dan fika yang ngeluarin kotorannya, jaka yang ngeguyurin air saat mau dibersihkan ikannya dari lumuran darah. Sambil membersihkan Ikan, kamipun ngobrol kesana kemari, kupikir, saat inilah aku mengajarkan mereka tentang Islam, akhlak yang baik, dsb. "teh, kemarin jaka ngintip saat Mela sama fika lagi mandi" Meilisa ngadu. "Masa? iya jaka" kutanyakan sama jaka, "nggak teh, saat itu aku cari teteh ratna (adiknya) buat pulang" jaka ngeles. Hayooo kalau ngintip, nanti dicatet sama Malaikat siapa?" tanyaku, kebetulan kami memang sedang menghafal tugas-tugas setiap Malaikat. "Malaikat Atid teh" jawaban Jaka. "Nah itu tau..., besok2 lagi jangan diulang lagi ya jaka" pintaku.   "iya teh" katanya. terus kakinya jaka kena tumbuh-tumbuhan yang menempel, "iih kenapa sih Allah nyiptain tumbuhan kayak gini?" belum aku sempat jawab Meilisa udah mengalihkan perhatian kami. Akhirnya tak terasa pekerjaan membersihkan ikanku selesai. "Waah nggak terasa ya, jika dikerjakan dengan bergotong royong" kataku untuk memberikan pelajaran PPKn atau kewarganegaraan tentang gotong royong (hehehe), disamping belajar IPA tentang Ikan tadi dan pelajaran tentang Maha Kuasanya Allah yang telah menciptakan saluran pencernaan Ikan yang bergitu sempurna, Subhanalloh. Setelah selesai membersihkan Ikan, saatnya untuk membuat bumbu pepes ikan. Ada pelajaran baru lagi buat anak-anak yang perempuan, yaitu keterampilan memasak. Kupinta Meilisa dan Mela memotong-motong bawang merah, bawang putih, kunyit, dsb. sedangkan Teteh Ratna kupinta untuk mengepel lantai yang kotor, bekas jejak-jejak kaki mereka yang keluar masuk kamar mandi, walaupun akhirnya harus kusempurnakan lagi ngepelnya. Maklum masih belajar. Setelah ngepel dan memotong bumbu2 selesai, kusodorin kue-kue pada mereka. Alhamdulillah mereka sangat lahap sekali, mungkin karena cape. Kubuatkan juga mereka Jus Tomat, tapi ternyata mereka kurang meyukai tomat hanya Meilisa yang suka, rata-rata mungkin anak-anak kurang suka dengan tomat, krena dulupun aku juga begitu saat masih kecil. Tapi tomatkan mengandung vitamin yang banyak. Kucoba paksa mereka untuk meminumnya. "Ayoo diminum, dalam tomat kan banyak vitaminnya. hayoo vitamin apa? ada yang tau nggak"? tanyaku. "nggak teh..." kata mereka. "Kalau nggak tau mari, kita cari tau di Internet" kataku. Mereka senang sekali kalau bermain laptop, mereka langsung berlarian menuju kamarku. "Ayo Mel, gimana cara dapatin intormasi dari internet?" Meilisa yang cekatan langsung meraih mouse nya dan mengklik &lt;i&gt;start, Mozila Firefox(karena da tulisan internet dibawahnya)&lt;/i&gt;, "nah terus ngapain?" akhirnya kupandu dia untuk membuka &lt;a href="http://google.com/"&gt;www.google.com&lt;/a&gt;, "nah kalau kita mau mencari informasi apapun kita tinggal ketik aja alamat google.com, terus kalau dah muncul tulisan google nya, ketik deh apa yang mau kita cari di atas tulisan google nya, tadi kita mau cari apa hayoo"?. Meilisa langsung ngetik 'vitamin tomat'.&lt;br /&gt;Setelah diketahui manfaat tomat dan vitaminnya, kupinta mereka untuk menghafal lagi hafalan surat pendeknya masing-masing. Kalau sudah hafal, boleh bermain game di laptop lagi.. Kebetulan aku punya link game &lt;a href="http://www.bbc.co.uk/apps/ifl/schools/typing/typing1/quizengine?pagerType=alternating;pagerData=1"&gt; belajar mengetik cepat &lt;/a&gt;, selain belajar mengetik, anak-anak juga bisa sambil belajar Bahasa Inggris karena game itu menggunakan bahasa inggris. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 13.00, tak terasa anak-anak sudah berada di rumah selama 4 jam, kami pun Sholat Dzuhur Berjam'ah, Sholat nya kuatur bergantian, karena Mela dan Meilisa sudah agak besar, kuimami mereka, sedangkan Teteh Ratna dan FIka di Imami jaka. Sengaja kuatur begitu supaya Jaka bisa belajar menjadi Imam. Setelah selesai sholat, kami memetik daun kemangi di samping rumah untuk bumbu pepes ikan, yang ikannya tadi udah dibersihkan. Kutanya mereka, "mau pulang atau mau masih disini"?, "disiniiii" jawab mereka. "Baiklah kalau begitu, yo' bantuin teteh bungkusin ikannya di daun sambil dilumuri bumbu2 nya" Kamipun kembali bagi tugas, "Teteh yang lumurin ikannya pake bumbu yang sudah diblender, Meilisa kasihin tomat, bawang daun dan cabe, Teteh Ratna yang ngasihin Serai, Jaka yang naro Salamnya, dan Mela yang beresin daunnya yang mau dipakai. Kamipun kembali bergotong royong. Anak-anak suka-suka aja dengan tugas mereka, karena mereka anggap itu asyik dan menyenangkan layaknya bermain masak-masakan, aku juga asyik karena merasa sangat terbantu sekali, pekerjaannya jadi cepat selesai. :)&lt;br /&gt;Setelah semuanya selesai, mereka pulang karena harus ngaji di MDA dekat rumah mereka.&lt;br /&gt;Daah teteh, kami pulang ya.. Assalamu'alaikum... Nanti malem kita ngaji lagi ya...&lt;br /&gt;-----------------&lt;br /&gt;Alhamdulillah, hari ini mereka belajar banyak tanpa mereka sadari kalau mereka sedang belajar. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar yang Menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-5515916753063424878?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/5515916753063424878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/05/mulai-dari-membersihkan-ikan-sampai.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/5515916753063424878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/5515916753063424878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/05/mulai-dari-membersihkan-ikan-sampai.html' title='Mulai dari membersihkan ikan sampai menghafal surat2 pendek'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SgvlUt4nihI/AAAAAAAAAEE/91tRn9MYKX4/s72-c/buku+cerita.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-9015832565350876600</id><published>2009-05-14T14:32:00.004+07:00</published><updated>2009-05-14T17:02:44.665+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah Madrasah Anak-anak'/><title type='text'>Bermain kartu A, Ba, Ta, Tsa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SgvOfJudCCI/AAAAAAAAAD8/UMRV2jS_Dcw/s1600-h/gif_education024yy.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SgvOfJudCCI/AAAAAAAAAD8/UMRV2jS_Dcw/s200/gif_education024yy.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335585218132510754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kembali bermain bersama anak-anak. kali ini permainan yang aku pakai untuk mengenalkan huruf alif ba ta sama rofif dan hanif adalah permainan mencari huruf yang serupa di deretan kartu-kartu. Ide permainan aku dapatkan dari situs homeschooling www.sumardiono.com. Dan Alhamdulillah &lt;span class="fullpost"&gt;lumayan cukup berhasil, walaupun mereka kurang bersemangat. setelah kelihatan cukup bete, ku ajak mereka ke kamar untuk berhadapan dengan laptop, dan mereka bersemangat kembali untuk belajar. Entah kenapa anak-anak emang senang sekali dengan laptop, mungkin karena seperti mainan kali ya. Sekarang kita bermain tebak angka, dengan menggunakan &lt;b&gt;flashcard angka&lt;/b&gt; yang aku download di &lt;a href="http://sekolahrumah.com/"&gt;www.sekolahrumah.com&lt;/a&gt; hasilnya? mereka besemangat sekali!! karena angka-angkanya dibuat menarik untuk anak-anak. Tak hanya Rofif(4) dan Hanif(4) yang bersemangat menebak angka, tapi juga adek Rana (2) berteriak-teriak nebak angka walaupun terkadang salah. Setelah sudah mulai bosan dengan angka-angka tersebut, mereka mulai berlarian lagi, terkecuali adek Rana yang asyik menebak anggota tubuh yang aku tunjukan, masih menggunakan flashcard, namanya flashcard "mengenal anggota tubuh". Setelah lumayan lama, kuakhiri bermain di depan laptop, kuajak mereka ke ruang tengah lagi untuk bermainan dengan huruf-huruf A, Ba, Ta, sama Tsa. Tapi sepertinya mereka sudah mulai kelelahan. Akhirnya kutanyakan sama mereka, "mau pulang"? mereka serempak menjawab "mauuu". "Oke kalo gitu, kumpulin dulu kartu-kartu A, Ba, Ta, Tsa nya". "Pertama, Rofif, kumpulin kartu A nya ke tangan kanan tante, setelah huruf A nya sudah habis, dilanjutin dengan huruf Ba, Ta, dan Tsa"!, sambil kujulurkan tangan kananku padanya, Hanif, kumpulkan kartu A nya ke tangan kiri tante". ALhamdulillah Rofif dah mulai kenal dengan huruf A nya, dia bisa cepat mengambil kertas-kertas kecil yang sering kita sebut kartu. Kalau untuk huruf Ba rofif sama hanif masih sempat mengambil huruf Ta atau Tsa. begitu juga dengan huruf Ta dan Tsa masih ada yang kebalik-balik. Tapi Alhamdulillah secara umum mereka dah kenal dengan huruf A, Ba, Ta, dan Tsa. semoga besok aku bisa mengenalkan huruf Ja dan Ha sama mereka..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-9015832565350876600?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/9015832565350876600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/05/hari-ini-kembali-bermain-bersama-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/9015832565350876600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/9015832565350876600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/05/hari-ini-kembali-bermain-bersama-anak.html' title='Bermain kartu A, Ba, Ta, Tsa'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SgvOfJudCCI/AAAAAAAAAD8/UMRV2jS_Dcw/s72-c/gif_education024yy.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-832865794873734768</id><published>2009-05-04T09:06:00.002+07:00</published><updated>2009-05-04T09:54:20.759+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Tentang Hukum Positiv &amp; Hukum Islam</title><content type='html'>masih bercerita hikmah dari novel tempo hari&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Hukum Positiv &amp;amp; Hukum Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Kalau menurut pengamatan saya, ada sebuah hal yang mendasari seseorang itu acuh tak acuh dengan hukum Islam itu sendiri. Nah, saya melihat sebuah fenomena yang mendasar pada negeri kita ini. Memang, hukum kita ini sangat mudah untuk ditarik ulur. Atau dalam hal ini, banyak sekali undang-undang karet yang mudah untuk&lt;span class="fullpost"&gt; dimainkan oleh penegak hukum. Entah itu Hakim, Jaksa, Polisi atau bahkan Pengacara sekalipun.” Prof. Susilo menarik nafas sebentar, setelah itu beliau melanjutkan analisisnya “yang akhirnya terjadi adalah, sebuah anggapan bahwa hukum kita mudah untuk dibeli.&lt;br /&gt;Namun persoalan yang paling mendasar, bahwa&lt;br /&gt;sesungguhnya hukum Islam itu sendiri masih asing ditelinga orang Islam. Sehingga untuk memunculkan Hukum Islam, apalagi hukum pidana Islam. Maka seseorang harus dapat&lt;br /&gt;benar-benar paham tentang apa pola-pola keberadaan hukum tersebut. Contohnya, dalam&lt;br /&gt;kasus Umar bin Khattab. Seorang pencuri pun, dapat diampuni hukuman potong tangannya. Nah, itu terjadi karena kelalaian pemerintahan Umar bin Khattab sendiri. Dalam hal ini, Umar bin Khattab merasa berdosa karena masih ada rakyatnya yang&lt;br /&gt;kelaparan. Akibat kelaparan itulah seorang dapat mencuri. Ingat, Lid. Rasulullah pun&lt;br /&gt;telah bersabda “sesungguhnya kemiskinan itu menyebabkan kekufuran.” Nah, jika kita&lt;br /&gt;melakukan hukum pidana Islam. Minimal rakyat sudah bisa hidup layak dan&lt;br /&gt;mendapatkan makanan dengan mudah. Sedangkan faktanya, bahwa rakyat negara ini&lt;br /&gt;masih sangat lemah perekenomiannya. Jadi Lid, menurut saya tingkat kesejahteraan&lt;br /&gt;itulah yang mendorong seorang untuk bisa memahami tentang arti the rule of law! Kalau&lt;br /&gt;menurut kamu gimana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku berfikir, memikirkan apa yang telah diucapkan oleh guru besar yang&lt;br /&gt;satu ini. Memang analisis beliau terlihat gamblang, jelas dan ringkas. Dan langsung to the point. Bahwa, kalau menurut penafsiranku tentang analisis beliau. Bahwa sesungguhnya semua aturan (hukum) dapat ditegakkan jikalau pelaku hukum bisa menikmati kesejahteraan dari aturan (hukum) tersebut. Dengan kata lain, tingkat perekonomian masyarakatlah yang menjadi pedoman. Jikalau, sebuah masyarakat sudah mempunyai tingkat perekonomian yang tinggi maka secara otomatis pendidikan masyarakat pun juga tinggi. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka secara otomatis hukum akan berjalan sesuai apa yang diharapkan. Tetapi, ada kejanggalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hem, begini Pak!” ucapku sambil terlihat memikirkan suatu hal. “Hukum, merupakan&lt;br /&gt;aturan yang harus diterapkan oleh masyarakat. Jikalau hukum itu baik, maka masyarakatpun ikut baik. Insya Allah!” ucapku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat Prof. Susilo memandangiku dengan seksama. Memperhatikan setiap ucapanku.&lt;br /&gt;Dan sesekali mengangguk jika beliau setuju dengan pendapatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu aku mengatakan “sebuah aturan atau hukum, baik yang sudah maupun yang&lt;br /&gt;akan diterapkan kepada masyarakat. Harus melawati titik uji tentang keampuhan hukum tersebut. Dengan kata lain, bahwa hukum tersebut mempunyai sifat yang haq (benar) dan&lt;br /&gt;tetap serta tidak berubah-ubah. Untuk membuat sebuah kebenaran, maka seseorang pembuat hukum harus mengetahui kebenaran itu sendiri. Untuk mengetahui kebenaran,&lt;br /&gt;maka pembuat hukum pun harus menjadi orang yang benar. Dan untuk menjadi orang&lt;br /&gt;yang benar, maka pembuat hukum harus melakukan kebenaran atau dalam kata lain&lt;br /&gt;kegiatan kebenaran. Sehingga, akan terjadi stimulus (pembangkit) untuk melakukan&lt;br /&gt;kebenaran itu sendiri. Sehingga para penegak hukum pun dengan serta merta akan&lt;br /&gt;melakukan pembenaran tentang adanya kebenaran. Jikalau nyata-nyata sebuah kebenaran&lt;br /&gt;itu adalah benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinegara kita ini, tingkat masyarakat untuk memahami hukum memang sangat rendah. Sama rendahnya dengan apa yang mereka pahami tentang Undang-Undang. Hukum bagi masyarakat adalah sebuah kerangka penyekat dalam tingkahlaku mereka.Karena anggapan mereka, hukum merupakan aturan yang terdiri dari pasal-pasal dan ayat-ayat yang mengekang kelakuan mereka terhadap orang lain. Hukum dinegara kita ini, merupakan hukum yang berada pada penafsiran kegiatan kesalahan-kesalahan manusia. Bukan merupakan tingkat aturan (hukum) tentang melakukan sebuah kebanaran atau kebaikan. Jadi, masyarakat akan langsung takut manakalah hukum positif tersebut diperdengarkan oleh mereka. Sikap antipati terhadap hukum positif inilah, yang akhirnya masyarakat juga antipati terhadap hukum Islam. Masyarakat akan langsung mengatakan bahwa hukum itu adalah tindakan yang bersifat punishment (hukuman). Bukan tindakan yang bersifat mangatur hidup agar lebih baik. Jadi antipati seseorang terhadap hukum Islam, hanya karena mereka tidak mengetahui tetang kejalasan hukum-hukum Islam. Karena mereka trauma dengan hukum positif (hukum yang ada dinegara) yang bersifat penghukuman bagi orang yang bersalah. Maka, hukum Islam identik dengan mati, potong tangan dan lain sebagainya. Inilah yang membuat hukum-hukum Islam menjadi hal yang menakutkan bagi masyarakat. Padahal hukum Islam itu tidak hanya seperti itu. Islam banyak mengatur tentang tata cara dalam berbagai hal. Seperti hukum nikah, hukum pergaulan, hukum jual beli, hukum pidana, hukum perdata dan bahkan untuk memasuki kamar mandi pun ada hukumnya. Nah, disinilah orang-orang seharusnya memahami tentang hukum itu sendiri. Hukum Islam mengatur kehidupan, agar menjadi lebih terarah dan teratur dalam menjalankan kehidupan yang sementara ini. Di dunia. Ganjaran bagi orang-orang yang melakukan hukum (aturan) Islam. Menjadikan mereka akan lebih taat kepada Rabb (Tuhan)nya. Saat orang Islam taat kepada hokum hukum Islam. Maka yang akan terjadi adalah keseimbangan dalam hidup, antara dunia dan akhirat!” ucapku panjang lebar. “saya sanksi, saat Bapak mengatakan tentang seorang pelaku hukum akan mentaati hukum manakalah perekonomian masyarakat sudah tinggi. Terbukti dinegara maju, bahkan Amerika sekalipun. Tingkat pelanggaran hukum juga tidak kalah banyaknya dengan negara kita. Di Los Angeles, tingkat perkosaan mereka sangat tinggi. Setiap hari, ada sekitar 3000 wanita yang diperkosa melapor ke LAPD (Los Angeles Police Depertement). Dan yang tidak melaporpun, sama banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis, jikalau hukum hanya mengatur tentang tingkah laku kesalahan mereka.&lt;br /&gt;Karena hukum yang sesungguhnya, adalah mengatur manusia untuk lebih mencintai&lt;br /&gt;hukum itu sendiri.&lt;br /&gt;Contohnya, seseorang yang membunuh. Dalam hukum Islam, dia harus qishah&lt;br /&gt;(dibalas). Tetapi manakalah si pembunuh dimaafkan oleh keluarga yang dibunuh, maka&lt;br /&gt;pembunuh ini terbebas dari hukuman tersebut. Meskipun dalam hal ini ada peraturan juga mengenai tata cara pengampunan dalam hukum Islam. Jadi, pandangan masyarakat&lt;br /&gt;tentang hukuman mati dalam Islam. Banyak yang keliru dan salah. Tidak sedikit orang&lt;br /&gt;yang mengatakan bahwa hukuman mati dalam Islam itu kejam. Tetapi, uniknya. Pada&lt;br /&gt;saat ada seorang yang dibunuh, maka secara otomatis keluarga yang menjadi korban akan&lt;br /&gt;menuntut hal yang serupa pada pelaku pembunuhan. Yaitu dibunuh. Jadi sebenarnya,&lt;br /&gt;hukuman mati adalah sebuah fitrah dalam kehidupan. Jadi seseorang yang mengacuhkan&lt;br /&gt;hukuman mati, atau bahkan menganggap hukuman mati adalah sebuah kekejaman atau&lt;br /&gt;bahkan kekejian karena melanggar HAM (Hak Asasi Manusia). Maka seseorang itu,&lt;br /&gt;tidaklah memahami esensi dalam sebuah kehidupan. Dalam Islam, pun telah diatur&lt;br /&gt;tentang hukuman mati tersebut. Membunuh satu orang yang tidak bersalah, bagaikan&lt;br /&gt;membunuh semua manusia yang ada didunia. Itulah esensi hukum Islam.&lt;br /&gt;Sedangkan, apa yang tertera hukuman mati dalam hukum positif. Sangatlah&lt;br /&gt;rancuh. Hukuman seseorang yang membunuh tanpa alasan yang benar. Tidaklah pantas&lt;br /&gt;seseorang itu tetap hidup. Sedangkan, apa yang dilakukan Umar bin Khattab. Adalah&lt;br /&gt;sebuah kebijaksanaan khalifah (pemimpin) dalam melaksanakan tugasnya. Umar bin&lt;br /&gt;Khattab, sangat menjaga rakyatnya dalam masalah apapun. Termasuk kesejahteraan.&lt;br /&gt;Tetapi, sedangkan pemimpin kita? Jadi sebuah pelaksanaan hukum, kalau menurut saya&lt;br /&gt;adalah pada pelaksanaan dari hukum itu sendiri. Dalam pengertian, hukum bukanlah hal&lt;br /&gt;yang mengekang atau membatasi kehendak kita. Tetapi sebenarnya, hukum adalah&lt;br /&gt;sebuah perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari.” Ucapku penuh yakin.&lt;br /&gt;Prof. Susilo tersenyum. Dia menganggukan kepalanya pelan. Tanda setuju.&lt;br /&gt;“Hem, saya paham apa yang kamu maksud Khalid!” ucap Prof. Susilo. “tetapi apakah&lt;br /&gt;hukum positif tidak dapat menjadi sebuah kehidupan hukum sehari-hari?” sanggahnya.&lt;br /&gt;“Saya rasa, begini Pak. Hukum merupakan sebuah pokok kehidupan. Manakalah hukum&lt;br /&gt;itu baik, maka masyarakatnya pun akan baik. Saya ingin menanyakan kepada Bapak.&lt;br /&gt;Apakah dalam hukum positif, terdapat sebuah pengaturan tentang hukum bertingkah laku&lt;br /&gt;yang baik.”&lt;br /&gt;Prof. Susilo terlihat memikirkannya.&lt;br /&gt;Saat itulah aku langsung menjawab sendiri pertanyaanku “tidak Pak! Hukum positif,&lt;br /&gt;tidak mengajarkan kita bertingkah laku yang baik. Tetapi hukum positi hanya, mengatur&lt;br /&gt;orang yang bertingkah laku tidak baik. Atau dalam kata lain. Melanggar hukum. Tetapi&lt;br /&gt;dalam hukum-hukum Islam. Kita pun diatur dalam bertingkah laku yang baik. Dan kita&lt;br /&gt;pun diberitahu akibat dari perilaku yang baik. Maupun yang tidak baik. Jadi hukum,&lt;br /&gt;seharusnya melihat dua hal. Yaitu sebab dan akibat. Bukan hanya hukum bersifat akibat&lt;br /&gt;semata.”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-832865794873734768?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/832865794873734768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/05/tentang-hukum-positiv-hukum-islam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/832865794873734768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/832865794873734768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/05/tentang-hukum-positiv-hukum-islam.html' title='Tentang Hukum Positiv &amp; Hukum Islam'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-1084286300086238979</id><published>2009-04-30T14:01:00.004+07:00</published><updated>2009-04-30T14:18:01.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tsaqofah'/><title type='text'>Ketika Nikah Siri Dipidanakan..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SflP_3pt_eI/AAAAAAAAAD0/TEFm1gv_noU/s1600-h/nikah+siri+3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 126px; height: 85px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SflP_3pt_eI/AAAAAAAAAD0/TEFm1gv_noU/s200/nikah+siri+3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330379592658976226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rancangan Undang-Undang akan mengatur Pernikahan Siri. Undang-undang ini akan menjatuhkan pidana terhadap jenis pernikahan siri. Apa dan bgm seberanarnya pernikahan ini? Bagaimana pandangan dalam Islam memandang pernihkan siri? Apa dibalik RUU yg akan mengatur pernikahan siri ini? Apa sih yg terjadi sebenarnya sampai2 pernihakan siri kemudian dipidanakan?&lt;br /&gt;Resume di bawah ini akan mencoba menjelaskannya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keinginan pemerintah untuk memberikan fatwa hukum yang tegas terhadap pernikahan siri, kini sudah tertuang dalam sebuah Rancangan Undang-undang tentang perkawaninan. Sebagaimana penjelasan Bapak Nasarudin Umar selaku Direktur Bimas Islam Depag, RUU ini akan memperketat Pernikahan siri, Poligami dan kawin kontrak. kHusus Pernikahan siri ini, saat ini RUU tersebut masih berada di Sekertariat Negara. Dalam RUU ini nikah siri dianggap sebagai perbuatan illegal sehigga perlakunya akan dipidanakan dengan saksi penjara minima 3 bulan dan denda 5 juta. Sanksi tersebut brlaku bagi pelaku yang mengawinkan, dan yang dikawinkan scr nikah siri, poligami atau nikah kontrak.   Bagi penghulu yang menikahkan seseorg yang bermasalah misalnya yang masih terikat dengan pernikahan sebelumya, jadi ini untuk yang berpoligami, akan dikenakan sanksi pidana 1 tahun penjara. Sedangkan bagi pegawai KUA yang menikahkan mempelai tanpa syarat lengkap diancam denda 6 juta dan 1 thn penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang berpendapat bahwa orang yang nikah siri ini, maka suami isteri tidak memiliki hubungan waris / pewarisan. Artinya ketika si suami menginggal dunia sang isteri yang dinikah siri beserta keturunannya tidak berhak untuk mewarisi harta suaminya. Ini juga berlaku sebaliknya, ketika isteri meninggal dunia. Kondisi ini dianggap akan merugikan kaum perempuan dan anak-anak, akhirnya diperjuangkanlah untuk dipidanakan. Ini adalah pendapat yang mengajukan RUU tadi.&lt;br /&gt;Tapi sebelum bahas lebih lanjut, mungkin kita perlu mengetahui terlebih dulu apa sih yang disebut nikah siri itu? Mungkin yang selama ini kita tahu, dan yang juga beredar di masyarakat, bahwa yang dinamakan nikah siri itu.. pokoknya nikah secara sembunyi-sembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadzah Latifah Musa dalam Voice of Islamnya menerangkan, bahwa dalam pandangan masyarakat umum Pernikahan siri itu…&lt;br /&gt;• yang pertama, pernikahan tanpa wali. Jadi pernikahan tanpa wali atau siri ini dilakukan karena wali pihak perempuan tidak setuju, atau menganggap syahnya pernikahan tanpa wali, mungkin hanya mementingkan nafsu syahwat tanpa mempedulikan ketentuan syari’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kedua, bahwa pernikahan siri ini adalah sebuah pernikahan yang syah secara agama, tapi tidak dicatatkan di lembaga pencatatan Negara, dalam hal ini adalah KUA. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang tidak mencatatakan pernikahannya di KUA, ada karena fakor biaya. Dia tidak mampu membiayai administrasi pencatatan karena mahal. Ada juga karena takut ketahuan melanggar aturan, karena pegawai negeri tidak boleh nikah lebih dari satu dan masih ada faktor2 lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ketiga, ada juga fakta pernikahan yang dirahasiakan karena pertimbangan-pertimbangan tertentu/disembunyikan. Mungkin misalnya takut menerima stigma negative dari masyarakat karena masyarakat terlanjur menganggap tabu pernikahan siri atau karena pertimbangan2 lain yang akhirnya memaksa orang tersebut merahasiakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga fakta itulah yang secara umum beredar di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian bagaimana pandangan Islam sendiri terhadap fakta pernikahan siri tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• faka pertama, jika pernikahan siri yang dilakukan tanpa wali, Islam mengharamkan. Jadi haram menikahkan seorang wanita tanpa wali. Ini sebagaimana didasarkan pada sebuah Hadist yang diriwayatkan Sahabat Abu Musa r.a, Rosulullah SAW besabada yang artinya “ tidak syah suatu pernikahan tanpa seorang wali”, kemudian Rosulullah SAW bersabda yang maknanya “wanita manapun yang menikah tanpa seizin walinya maka pernikahannya Bathil, pernikahannya bathil, pernikahannya bathil” Rosul menyebutnya sampai 3 kali. Ini hadist dari lima mazhab kecuali An-Nasa’i. Ada juga Hadist lain dimana Rosulullah SAW bersabda yang maknanya “seorang wanita tidak boleh menikahkan wanita lainnya, juga seoang wanita tidak boleh menikahkan dirinya sendiri sebab sesungguhnya wanita pezina adalah seorang wanita yang menikahkan dirinya sendiri” (HR. Ibnu Majah). Jadi berdasarkan hadist-hadist tersebut dapat disimpulkan bahwa suatu pelanggaran terhadap Allah SWT ketika menikahkan tanpa wali, dan ini berhak mendapatkan sanksi. Hanya syari’at belum menetapkan sanksi bagi orang-orang yang melakukan telribat pernikahan tanpa wali. Oleh karena itu pernikahan tanpa wali dimasukan ke dalam Bab Ta’zir. Jadi sanksi yang berupa bentuk dan kadar saknsinya diserahkan sepenuhnya kepada Qodi atau Hakim dalam system Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Fakta kedua, fakta pernikahan yang sah menurut Islam hanya saja tidak dicatatkan. Ini memang harus ada hukum yang dikaji secara berbeda, yaitu hukum pernikahannya dan hukum tidak mencatatkan. Nah kalo hukum pernikahnnya itu sendiri sah, sehingga jika dari aspek pernikahannya itu sah berdasarkan ketentuan syari’at, pelakunya tentu tidak boleh dianggap melakukan suatu kemaksiatan. Sehingga tidak berhak dijatuhi sanksi hukum. Dalam Islam, perbuatan baru dianggap suatu kemaksiyatan, berhak dijatuhi sanksi dunia dan akhirat ketika terkategori menjalankan yang haram dan meninggalkan yang wajib. Dan ini tidak terjadi jika pernikahannya sah. Nah, bagaimana fakta tidak mencatatkan?   Jika Administrasi Negara menetapkan ini sebagai salah satu bentuk aturan, dan seseorang melanggarnya, maka ini adalah pelanggaran terhadap pelanggaran administrasi Negara. Misalnya seperti melanggar peraturan lalu lintas, melanggar izin mendirikan bangunan, peraturan-peraturan administrative lainnya. Jadi tidak boleh dianggap sebagai tindakan kriminal. Persoalan pernikahan siri ini dalam RUU tersebut akan dipidanakan. Jadi dianggap sebagai tindakan kriminal, padahal ini persoalan perdata bukan persoalan pidana, karena urusannya adalah urusan catat mencatat. Jadi ini yang menjadi masalah. Pada saat seseorang menikah tidak mencatatkannya di catatan sipil, itu tidak bisa dimasukan kedalam tindakan pidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kemudian fakta yang ketiga, tidak mempublikasikan atau disembuyi2kan. Hukum Islam untuk mempublikasikan/mengumumkan pernikahan dalam bentuk walimatul ‘ursy itu sendiri adalah Sunnah, dan kedudukannya sunnah muakkad, jadi sangat-sangat dianjurkan. Tetapi misalnya karena ada suatu kondisi tertentu sehingga tidak diumumkan, itu tidak sampai melakukan suatu keharaman, tapi bentuk pelanggaran terhadap Sunnah, tidak sampai keharaman. Tetapi tetap saja jika dengan tidak mengsyi’arkan malah akan terjadi kemudhorotan misalnya fitnah, maka sangat sangat dianjurkan utk seorang muslim mengsyi’arkan pernikahannya. Dan Negara juga sangat menganjurkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masalahnya seperti ini. Terus kenapa nikah siri ini akhirnya sampai dipidanakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya adalah karena Negara kita sudah meratifikasi Undang-undang Internasional, jadi di bawah hukum yang disepaktati PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesuai dengan  ketentuan perlindungan terhadap hak-hak perempuan, kemudian adanya konsep kesejahteraan gender, dll. Ini menyebabkan Indonesia harus meratifikasi hukum-hukum yang digulirkan sesuai dengan ketetapan-ketetapan ini. Nah akhirnya muncul Undang-undang yang berbasiskan kesejahteraan gender. Seperti UU Perlingdungan anak, UU kekerasan dalam Rumah Tangga tetapi dalam terminologi satu definisi, satu definisi yang sudah disepakati dalam UU Internasional. Jadi mengacunya itu bukan pada Syari’ah Islam tapi pada kesepakatan-kesepakatan Internasional dan sesuai dengan Sistem Pergaulan Internasional. Misalnya dalm UU Perlindungan anak, batasan anak itu berada di atas 18 tahun. Jadi kalo usia 17 tahun dianggap masih anak-anak, dan dia tidak boleh menikah. Sehingga ketika dia menikah pada usia 16 atau 17 tahun maka dia dianggap melanggar UU ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terpacu dari sinilah, akhirnya ada keinginan untuk merevisi Undang-undang yang masih ada bernuansa agama, masih bernuansa syari’at Islam seperi UU perkawinan. Kemudian jg uu peradilan agama, yang masih memasukan syari’at islam untuk menyelesaikan masalah di peradilan agama. Nah inilah yang kemdudian akhirnya ingin di rubah. Inilah yang menyebabkan akhirnya nikah siri dipermasalahkan. Dalam konteks sebenarnya boleh, sah, kemudian juga poligami yang sebenarnya dalam Syari’at Islam hukumnya boleh, kemudian juga pernikahan yang dibawah 18 tahun di dalam islam juga sebenarnya boleh. akhirnya diupayakan untuk dilarang sesuai dengan UU Internasional. Dan  tidak berdasarkan pada AlQuran dan Assunnah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya ini menambah daftar fakta bahwa  syari’at Islam itu mulai dijajah sedikit demi sedikit kemudian dihapus dari kehidupan kita. Jadi memang ada arus untuk menghancurkan nilai-nilai Islam yang masih tersisa dalam keluarga-keluarga muslim di Indonesia. Sehingga yang dibidik sekarang adalah UU Perkawinan dan UU Peradilan Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm…memang jika tidak ditimbang dengan syariah yang ada malah bikin resah dan gelisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;--Resume Voice of Islam edisi Mei Rubrik Sakinah--&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-1084286300086238979?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/1084286300086238979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/ketika-nikah-siri-dipidanakan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/1084286300086238979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/1084286300086238979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/ketika-nikah-siri-dipidanakan.html' title='Ketika Nikah Siri Dipidanakan..'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SflP_3pt_eI/AAAAAAAAAD0/TEFm1gv_noU/s72-c/nikah+siri+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-5601935380255993046</id><published>2009-04-29T15:52:00.005+07:00</published><updated>2009-04-29T16:01:54.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SfgWZFhC0VI/AAAAAAAAADk/TBRLF1INuaA/s1600-h/buku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SfgWZFhC0VI/AAAAAAAAADk/TBRLF1INuaA/s200/buku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330034779226296658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Masih lanjutan dari postingan Blog sebelumnya tentang Asyiknya Membaca Novel Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tentang kesalehan pribadi dan keshalehan umum, persatuan kaum muslimin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang muslim yang kaya diharapkan untuk dapat bersatu merapatkan shaff dalam barisan perjuangan. Sehingga tidak terjadi suatu kehendak yang hanya bersifat keshalehan pribadi, tetapi tidak mendapatkan sebuah kemaslahatan pada masyarakat.&lt;br /&gt;Banyak sekali orang-orang yang hanya menginginkan keshalehan individu. Sehingga &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;menafikkan keshalehan umum. Menganggap bahwa, suatu hal yang menurut kehendaknya menyenangkan. Maka itulah yang harus dia lakukan, untuk menyenangkan hatinya. Yaitu sebuah kesenangan yang hanya menentramkan hatinya, tetapi mengacuhkan kesenangan saudara-saudaranya. Banyak orang-orang muslim yang masih sangat membutuhkan uluran tangan dari saudara-saudara muslim yang lainnya. Kalau lah kita hanya menyalahkan para misionaris yang sedang gencar-gencarnya memurtadkan orang-orang Islam. Itu tidaklah adil. Karena letak dari kesalahannya, adalah karena kita tidak pernah perduli dengan saudara-saudara kita sesama muslim. Sehingga Itsar, satu kata dalam barisan muslimin telah terkoyak dan rusak. Itsar hanya menjadi selogan kosong, dan hanya menjadi kenangan sejarah yang menganggumkan. Bukan menjadikan semangat kita, untuk menjadikan contoh bagi diri dalam mencintai saudara-saudara&lt;br /&gt;muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi teringat sebuah cerita para pasukan muslim yang akan bertempur malawan tentara kafir. Saat-saat para tentara kafir mengira bahwa tentara Islam tidak pernah melatih kekompakan. Tetapi, tidak diduga-duga. Saat tentara kafir melihat tentara Islam yang sedang menyebrang sungai. Hingga salah satu tentara Islam kehilangan kantong air minumnya kedalam sungai. Tanpa dikomandopun, seluruh tentara Islam langsung mencari kantong air milik saudara seimannya. Melihat kejadian itu, seketika tentara kafir langsung menyerah. “Bagaimana kita akan menyerang sebuah pasukan. Yang pasukan itu sangat perduli dengan temannya. Kalau kita bunuh salah satu tentara Islam. pastilah mereka semua akan membinasakan kita” ucap panglima perang tentara kafir. Sungguh ini menjadi pelajaran bagi umat Islam. Pelajaran untuk saling perdulidengan saudara seimannya. Itsar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tentang Kesempurnaannya Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Air. Sungguh Benar-benar segar rasanya. Sungguh Allah benar-benar maha sempurna.&lt;br /&gt;Menciptakan sesuatu tiada yang sia-sia. Bahkan air pun, sungguh sangat berharga.&lt;br /&gt;Sampai-sampai Allah, selalu mengiming-imingkan surganya dengan air sungai yang&lt;br /&gt;mengalir segar. Sungguh bodoh bagi orang-orang yang mengatakan “perumpamaan Allah&lt;br /&gt;itu hanya untuk orang-orang Arab saja! Allah, hanya menakut-nakuti orang Arab dengan&lt;br /&gt;Api. Dan memberikan gambaran surganya dengan air! Ya, memang orang Arab pasti&lt;br /&gt;takut api karena mereka tinggal didaerah panas. Dan mereka akan senang dengan air&lt;br /&gt;karena mereka benar-benar membutuhkan” Pernyataan yang bodoh. Sesungguhnya semua manusia pada dasarnya menyukai air dan tidak menyukai api atau yang berhawa panas. Lalu apakah orang-orang Eskimo suka memakan api? Karena mereka tinggal di kutub! Tentu tidak, jikalau mereka terbakar mereka pun akan kepanasan. Dan sesungguhnya, api yang sangat kecil pun bias menyakiti manusia. Tidak seperti es atau air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kalimat penyemangat dakwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kini aku sudah bersiap untuk berangkat. Menuju ladang pahala yang siap untuk dicangkul. Dan semoga aku dapat menuai hasilnya kelak. Desa kumuh tempat mangkal kajian para preman tidak jauh dari tempatku. Jadi hanya dengan berjalan kaki, maka akan lebih cepat. Kalau naik angkot, malah harus muter-muter dulu. Matahari begitu terik, meskipun waktu masih menunjukkan pukul 10 pagi. Langkahku tegap penuh semangat, menuju pahala yang menanti untuk aku petik. Dan aku nikmati kelak dimasa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata ini sudah memandang sederetan rumah-rumah kumuh yang membentang. Beda sekali dengan perumahan-perumahan yang aku lewati. Sungguh ironis, kehidupan hedonis yang menyekat mereka. Menyekat antara si miskin dan si kaya. Apalagi kekuatan kapitalis yang begitu gencarnya menghancurkan orang-orang miskin. Tapi tunggu, umat Islam akan bangkit. Memumpuk kejayaan masa silam yang gemilang. Dan umat-umat kafir menjadi umat-umat yang meminta perlindungan umat Islam. Allahu Akbar!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali ke kamar, dan mengambil buku suci pedoman hidup manusia. Al Qur’an. Hanya inilah cara satu-satunya yang dapat memperkuat diriku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2.214] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang&lt;br /&gt;kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka&lt;br /&gt;ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacammacam&lt;br /&gt;cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:&lt;br /&gt;"Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu&lt;br /&gt;amat dekat.&lt;br /&gt;[16.110] Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah&lt;br /&gt;sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu&lt;br /&gt;sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;[2.218] Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan&lt;br /&gt;berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha&lt;br /&gt;Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;[3.142] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi&lt;br /&gt;Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.&lt;br /&gt;[5.35] Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang&lt;br /&gt;mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat&lt;br /&gt;keberuntungan&lt;br /&gt;[5.54] Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari&lt;br /&gt;agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai&lt;br /&gt;mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang&lt;br /&gt;mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah,&lt;br /&gt;dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah,&lt;br /&gt;diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-&lt;br /&gt;Nya) lagi Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;[9.16] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah&lt;br /&gt;belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan&lt;br /&gt;tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang&lt;br /&gt;yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;br /&gt;[9.41] Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat, dan&lt;br /&gt;berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik&lt;br /&gt;bagimu jika kamu mengetahui.&lt;br /&gt;[25.52] Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap&lt;br /&gt;mereka dengan Al Qur'an dengan jihad yang besar.&lt;br /&gt;Suatu hal yang mendasar, yang diajarkan Rasulullah kepada umatnya adalah rasa kasih dan sayang serta memberikan peringatan&lt;br /&gt;dengan lemah lembut. Juga memberikan amanah kepada seseorang, dengan sesuai&lt;br /&gt;tingkatan keimanannya. Tidaklah seorang yang bijak, jika menyeruhkan kebenaran tetapi&lt;br /&gt;dia sendiri tidak melakukan. Tidaklah kebenaran itu akan terwujud, jika kebenaran itu&lt;br /&gt;hanya berada pada ucapan-ucapan semata. Tidaklah ucapan-ucapan kebenaran akan&lt;br /&gt;terwujud, jika perilaku si pengucap menyimpang dari perkataan kebenarannya. Orang&lt;br /&gt;bijaklah, yang menyerukan tentang kebenaran, dan dia mengetahui kebenarannya serta&lt;br /&gt;mengetahui kadar iman dari seorang yang akan diserunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Lagunya  Izzis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Dimana dicari pemuda kahfi&lt;br /&gt;Terasing demi kebenaran hakiki&lt;br /&gt;Dimana jiwa pasukan badar berani&lt;br /&gt;Menoreh nama mulia perkasa abadi&lt;br /&gt;Umat melolong di gelap kelam&lt;br /&gt;Tiada pelita penyinar terang&lt;br /&gt;Penunjuk jalan kini membungkam&lt;br /&gt;Lalu kapankah fajar kan datang&lt;br /&gt;Mengapa kau patahkan pedangmu&lt;br /&gt;Hingga musuh mampu membobol bentengmu&lt;br /&gt;Menjarah menindas dan menyiksa&lt;br /&gt;Dan kita hanya diam sekedar terpana”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-5601935380255993046?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/5601935380255993046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/masih-lanjutan-dari-postingan-blog.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/5601935380255993046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/5601935380255993046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/masih-lanjutan-dari-postingan-blog.html' title=''/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SfgWZFhC0VI/AAAAAAAAADk/TBRLF1INuaA/s72-c/buku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-3205271749444295943</id><published>2009-04-28T14:20:00.004+07:00</published><updated>2009-04-28T15:35:23.331+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Asyikny Membaca Novel Islami…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/Sfa2vGIzuKI/AAAAAAAAADc/I0TJLaJ6-Ts/s1600-h/buku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 116px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/Sfa2vGIzuKI/AAAAAAAAADc/I0TJLaJ6-Ts/s200/buku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329648129257224354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membaca novel memang mengasyikan… disamping membuatku terhanyut oleh suasana Novel yang disuguhkan oleh penulis, aku bisa mengambil banyak pelajaran darinya. Tentunya jika yang kita baca bukan hanya sekedar Novel biasa, maksudku Novel bernuansa Islami ataupun novel penggunggah semangat. Novel yang memiliki nilai-nilai dakwah dan mengingatkan kita akan kegungan dan Maha Sempurnanya Allah, dan juga memperingatkan kita terhadap azab dan siksanya Allah bagi orang-orang yang melanggar aturan-Nya.&lt;br /&gt;Setidaknya itulah yang kurasakan ketika membaca beberapa novel Islami ataupun novel umum namun mengandung unsur-unsur moral dan pendidikan. Kalimat dalam novel-novel tersebut juga dapat dijadikan salah satu referensi untuk berdakwah. Karena biasanya(ciri khas dari) novel memiliki kata-kata yang indah yang jauh dari kesan menggurui tapi mengena di hati.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti novel e-book yang berjudul Bidadari untuk Ikhwan karya Fajar Agustanto yang telah kubaca beberapa minggu lalu, Alhamdulillah banyak hal yang saya dapatkan. Diantaranya adalah seperti yang kutulis di bawah ini dan beberapa postingan lainnya ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;---Tentang Kenikmatan air wudlu---&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hem, nikmat benar air wudhu yang membasahi kulit-kulitku ini. Terasa semua ringan dalam membasuh semua kotoran-kotoran dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;---Takutlah hanya kepada Allah---&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disebuah pinggiran kali, aku berpapasan dengan tiga para preman. Mereka melihatku dengan tatapan yang tajam, seakan aku adalah mangsa yang siap untuk diterkam, dan tentunya sangat lezat. Jantungku berdetak kencang, aku merasakan ketakutan saat berhadapan dengan para preman. Tak pelak aku pun beristikfar dalam hati dan meminta perlindungan kepada sang Maha pelindung. “Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman (Ali Imran 175).” Aku teringat dengan apa yang difirmankan Allah, sungguh dahsyat apa yang kurasakan setelah mengingat Ali Imran ayat 175. Tubuhku seakan siap menjadi tentara Allah yang akan menghadang para segerombolan kaum Bani Israil.&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;“Baru kali ini, saya berhadapan dengan anak muda yang berani!” ucap Si bos preman, selanjutnya dia mengatakan “sebenarnya beberapa kali, ada anak muda yangmengajarkan ngaji pada anak-anak diperkampungan kumuh ini. Tetapi mereka adalah anak muda yang munafik, mereka mengatakan kebesaran Tuhannya tetapi mereka menakuti manusia. Mereka takut pada kami, para preman! Saat aku melihat kamu, aku ingin menguji keberanianmu, aku ingin menguji keimananmu, ingin menguji kekuatan kepercayaanmu kepada Tuhanmu. Dan menguji, apakah kamu dari golongan anak muda yang munafik itu? Sungguh luar biasa keberanianmu, engkau tak takut akan kematian. Bahkan engkau mencari kematian, kematian diatas nama Tuhanmu! Dan ternyata kamu bukan dari golongan anak-anak muda yang munafik itu.” Nih preman gak tau kali ya, kalau aku sebenarnya juga takut! Tapi Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah swt, rasa takutku pun menjadi sebuah keberanian. Ucapku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;---Fenomena saat ini,---&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika ada seorang pemuda/i yang berpacaran mereka melihatnya biasa.&lt;br /&gt;Jika ada pemuda/i yang bertunangan mereka menganggap luar biasa. Hingga layaknya sebuah pertunangan adalah pesta pernikahan. Dan membiarkan anaknya, yang hanya sekedar bertunangan dilepas bagai seorang yang sudah menikah. Mereka menganggap pertunangan hanya sekedar pelegalan hubungan mereka.&lt;br /&gt;Mereka lupa dengan hukum-hukum Islam. Sangat lupa atau bahkan tidak mengerti sama sekali.&lt;br /&gt;Pemuda/i yang ingin menikah muda, seringkali dikatakan nafsunya besar, atau hamil diluar nikah. Kalau alasan yang kedua, mungkin ini sering sekali dilontarkan.&lt;br /&gt;Mereka tidak menganggap orang yang ingin menikah muda, adalah seorang yang ingin menjaga kehormatannya. Baik kehormatan bagi pemuda itu maupun kehormatan bagi keluarga. Seorang yang menikah muda, tidak diidetikkan seorang yang menjaga agamanya. Tapi seringnya dibilang yang nggak karuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-3205271749444295943?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/3205271749444295943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/asyikny-membaca-novel-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/3205271749444295943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/3205271749444295943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/asyikny-membaca-novel-islami.html' title='Asyikny Membaca Novel Islami…'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/Sfa2vGIzuKI/AAAAAAAAADc/I0TJLaJ6-Ts/s72-c/buku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-8126443567823844973</id><published>2009-04-28T09:08:00.001+07:00</published><updated>2009-04-28T09:25:10.778+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SfZo6fXiOCI/AAAAAAAAADU/vdEYhAp1lH0/s1600-h/anak-anak+lagi+sholat+jamaah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 67px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SfZo6fXiOCI/AAAAAAAAADU/vdEYhAp1lH0/s200/anak-anak+lagi+sholat+jamaah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329562563101472802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Masjid dekat rumah kami, dimana saya dan suami sering ikut berjama’ah, mempunyai imam pengganti yang tidak jelas pelafalan bacaan Al-Qurannya. Dan ketika berbicarapun tidak jelas, karena mulutnya tidak dibuka dengan lebar, sehingga ketika seseorang harus berbicara dengannya, tampak seperti orang yang memiliki masalah pendengaran. Imam tsb juga terlihat angkuh dan serasa paling hebat bacaanya dan paling pintar, padahal yg saya rasakan, sering sekali bacaan yg dibaca tdk terdengar dgn jelas, dan kadang2 pas saya tangkap, ternyata makhorijul hurufnya dan panjang pendeknya juga kurang pas. Selain itu, pernah juga saat saya berusaha menangkap kata perkata surat2 pendek yang dilafalkan, ternyata ada surat yang kebalik dibacanya, ketika ada yang mengoreksi, tetap saja tidak dihiraukannya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah.. sejak saat itu, saya jadi tidak tenang ketika Sholat harus diimami sama beliau ini. Yang menyedihkan lagi Imam pengganti ini tak pernah memberikan kesempatan pada orang lain yang bacaannya lebih fasih dari pada beliau untuk menjadi Imam, padahal banyak bapak-bapak yang sering mengikuti Sholat di Masjid ini yang bacaannya lebih fasih dan lebih jelas dan malah lebih indah suara dan nada bacaannya. Saya juga tahu bahwa ada bapak2 yang ternyata lebih fasih ketika beliau ini kebetulan sedang tidak ada atau terlambat datang ke Masjid. Semoga beliau senantiasa diberikan petunjuk dan hidayah-Nya. Padahal sejak kecil saya pernah diberitahukan bahwa untuk menjadi Imam itu ada syaratnya salah satunya bacaannya harus fasih tapi saya tak tau dalilnya apa hadist riwayat siapa. Akhirnya ketika suatu malam, saya coba searching di Mbah Google mengenai dalil-dalil syarat untuk menjadi Imam Sholat…  Alhamdulillah saya menemukannya. Ada beberapa situs yang saya temukan, tapi saya lebih puas dengan ditulis oleh Abu Farhan dalam situsnya(tapi saya lupa mencatatkan situsnya), karena yang beliau tulis menurut saya lumayan lengkap…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kutipannya…&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Perkenankan saya menambahkan penjelasan saudara-saudara kita sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;(1) Syarat menjadi imam shalat (sesuai urutan):&lt;br /&gt;a. Paling bagus bacaan Al Qur'annya, tartil bacaannya, dan paling&lt;br /&gt;banyak hapalannya;&lt;br /&gt;b. Paling paham sunnah;&lt;br /&gt;c. Paling pertama hijrahnya;&lt;br /&gt;d. Paling tua umurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Mas'ud Al-Anshary ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi&lt;br /&gt;wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;"Hendaklah yang menjadi imam yang pandai bacaan Al-Qurannya. Apabila&lt;br /&gt;mere¬ka sama dalam kepandaiannya, hendaklah yang paling mengerti&lt;br /&gt;sunnah. Jika mereka sama dalam pengetahuan sunnahnya, hendaknya yang&lt;br /&gt;paling pertama hijrahnya. Jika hijrahnya bersama-sama, hendaknya yang&lt;br /&gt;lebih dahulu masuk Islamnya". Riwayat lain berbunyi: "kemudian yang&lt;br /&gt;paling tua umurnya". [HR Muslim: Kitabul Masajid wal Mawadli]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Fatwa'Ulama Saudi Arabia berfatwa:&lt;br /&gt;"Aqrouhum, yang paling bagus lagi tartil bacaannya dan yang paling&lt;br /&gt;banyak hapalannya." [Fatawa Lajnah Ad Daimah Lilbuhus Al-Ilmiyah Wal&lt;br /&gt;Ifta 7/348]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Tidak dianjurkan menjadi imam bila jama'ah tidak menyukainya&lt;br /&gt;Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah disebutkan:&lt;br /&gt;"Tiga golongan yang tidak terangkat shalat mereka lebih satu jengkal&lt;br /&gt;dari kepala mereka, (yaitu) seseorang menjadi imam suatu kaum yang&lt;br /&gt;membencinya." [HR lbnu Majah no. 971. Berkata Syaikh Khalil Makmun&lt;br /&gt;Syikha, "Sanad ini shahih, dan rijalnya tsiqat." Hadits ini juga&lt;br /&gt;diriwayatkan melalui jalan Thalhah, Abdullah bin Amr, dan Abu Umamah.&lt;br /&gt;Berkata Shiddiq Hasan Khan, "Dalam bab ini, banyak hadits dari&lt;br /&gt;kelompok sahabat saling menguatkan satu sama lain." (Lihat Ta'liqatur&lt;br /&gt;Radhiyah, hal. 1/336)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Shiddiq Hasan Khan, &lt;br /&gt;"Dhahir hadits yang menerangkan hal ini bahwa tidak ada perbedaan&lt;br /&gt;antara orang-orang yang membenci daripada orang-orang yang mulia (ahli&lt;br /&gt;ilmu, pent), atau yang lainnya. Maka dengan adanya unsur kebencian,&lt;br /&gt;dapat menjadi udzur bagi yang layak menjadi imam untuk&lt;br /&gt;meninggalkannya. Kebanyakan kebencian yang timbul terkhusus pada zaman&lt;br /&gt;sekarang ini berasal dari permasalahan dunia. Jika ada di sana dalil&lt;br /&gt;yang mengkhususkan kebencian, karena kebencian (didasarkan, red.)&lt;br /&gt;karena Allah, seperti seseorang membenci orang yang bergelimang&lt;br /&gt;maksiat, atau melalaikan kewajiban yang telah dibebankan kepadanya,&lt;br /&gt;maka kebencian ini bagaikan kibrit ahmar (ungkapan untuk menunjukkan&lt;br /&gt;sesuatu yang sangat langka, pen.).&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        Tidak ada hakikatnya, kecuali pada bilangan tertentu dari hamba&lt;br /&gt;Allah. (Jika) tidak ada dalil yang mengkhususkan kebencian tersebut,&lt;br /&gt;maka yang lebih utama, bagi siapa yang mengetahui, bahwa sekelompok&lt;br /&gt;orang membencinya -tanpa sebab atau karena sebab agama- agar tidak&lt;br /&gt;menjadi imam untuk mereka, pahala meninggalkannya lebih besar daripada&lt;br /&gt;pahala melakukannya. [Ta'liqatur Radhiyah, hal. 1/337-338] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ahmad dan Ishaq,&lt;br /&gt;"Jika yang membencinya satu, dua atau tiga, maka tidak mengapa ia&lt;br /&gt;shalat bersama mereka, hingga dibenci oleh kebanyakan kaum." [Lihat&lt;br /&gt;Dha'if Sunan Tirmizi, hal. 39]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Dilarang berselisih&lt;br /&gt;Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;"Hendaklah yang mengiringiku orang-orang yang telah baligh dan&lt;br /&gt;berakal, kemudian orang-orang setelah mereka, kemudian orang-orang&lt;br /&gt;setelah mereka, dan janganlah kalian berselisih, niscaya berselisih&lt;br /&gt;juga hati kalian, dan jauhilah oleh kalian suara riuh seperti di&lt;br /&gt;pasar." [HR Muslim, no. 432 dan Ibnu Khuzaimah dalam Shahih, no. 1572]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji':&lt;br /&gt;- Meluruskan Kekeliruan Imam, oleh Al Ustadz `Aunur Rofiq bin Ghufron,&lt;br /&gt;majalah Al Furqon, Edisi 11 Th. 1423H, hlm. 10-15 dan 19 pada&lt;br /&gt;http://www.vbaitullah.or.id;&lt;br /&gt;- Adab Imam dan Makmum dalam Shalat Berjama'ah, Oleh: Armen Halim Naro&lt;br /&gt;pada http://www.vbaitullah.or.id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa memberi kemudahan kepada&lt;br /&gt;kita agar mampu meneladani Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh,&lt;br /&gt;Abu Farhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, penjelasan yg sgt rinci. Tapi bagaimana ya solusinya supaya bapak ini mau diganti dengan imam yang lain, karena imam yang sering digantikan Bapak ini malah jarang datang ke Masjid akhir-akhir ini. Kalaupun datang, hanya pada saat Sholat Subuh, itupun tidak setiap hari datang. Ingin sekali kami menjelaskan, tapi kami merasa tidak enak, atau malah mudhorotnya akan lebih besar. Selain itu  kami jg baru terhitung penduduk baru di daerah ini. Dan sewaktu kami mencoba mengajukan salah satu program utk kegiatan masjid, yaitu membaca Al-Quran dgn membaca artinya nggak hanya sekedar membaca aja(program yg sudah berjalan)spy faham dgn yg dibaca cukup satu kali dalam seminggu aja atau diadakan kajian ilmu, ditolak oleh imam pengganti tersebut, padahal Imam utama setuju…  Trimakasih kalau ada yang mau ngasih masukan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-8126443567823844973?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/8126443567823844973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/di-masjid-dekat-rumah-kami-dimana-saya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/8126443567823844973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/8126443567823844973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/di-masjid-dekat-rumah-kami-dimana-saya.html' title=''/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SfZo6fXiOCI/AAAAAAAAADU/vdEYhAp1lH0/s72-c/anak-anak+lagi+sholat+jamaah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-2889008981341545797</id><published>2009-04-28T07:31:00.006+07:00</published><updated>2009-04-28T08:24:11.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumahku Surgaku'/><title type='text'>BAHAGIANYA MENJADI SEORANG IBU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SfZaqYmwofI/AAAAAAAAAC8/lTwfq86OfjE/s1600-h/ibu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 118px; height: 89px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SfZaqYmwofI/AAAAAAAAAC8/lTwfq86OfjE/s200/ibu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329546893245587954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin kita sering mendengar “syurga berada di bawah telapak kaki ibu”. Ini menunjukkan bahwa posisi seorang ibu sungguh amat mulia, memiliki kedudukan yang istimewa. Namun, sangat disayangkan, seringkali kita melihat posisi yang amat mulia itu tidak dioptimalkan. Bahkan tidak sedikit seorang Ibu meremehkan peran ini.&lt;br /&gt;Memang di era seperti sekarang ini, ketika kapitalisme, liberalisme, matrealisme menyusup ke dalam celah-celah kehidupan keluarga muslim. Mulai ada ide-ide atau konsep yang mengganggu kenyamanan keluarga muslim yang hendak mewujudkan profil keluarga muslim. Misalnya, pemikiran moderat yang menilai peran keibuan menghalangi perempuan untuk eksis di dunia publik, mereka mempertentangkan peran ibu dengan peran publik. Selain itu kapitalisme juga mendorong perempuan untuk full di luar untuk bekerja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk para ibu atau calon ibu, mungkin kita perlu merenung sejenak. Apa sebenarnya yang kita cari di dunia ini? Apakah hidup kita ini akan selamanya? Jika jawabannya ternyata hidup kita sementara di dunia ini, lantas apakah kita masih punya harapan untuk mengakhiri hidup kita dengan baik? Akhir yang baik tentu harus menjadi orang yang baik. Bagaimana menjadi orang yang baik? Apa amal utama bagi seorang muslimah? Sehingga kita senantiasa memprioritaskan amal yang memang layak untuk diprioritaskan. Disinilah perlunya kita mengkaji Islam. Ternyata Islam sangat memperhatikan peran ibu ini.&lt;br /&gt;Untuk mengetahui apakah kita sudah menjalankan peran ibu ini dengan baik apa belum, tentu kita harus mempunyai tolak ukur atau kriteria menjadi seorang ibu yang baik. Kriteria ibu yang baik adalah dengan cara menjalankan kewajiban sebagai seorang ibu. Dan kewajiban ini merupakan peran pokok muslimah yang utama. Jika ditinggalkan akan berdosa, sebaliknya jika dijalankan dengan baik maka akan mendapat pahala yang besar, dari pada berkarir. Diantara kewajiban ibu itu antara lain,&lt;br /&gt;• Menjaga atau merawat kehamilan&lt;br /&gt;• Melahirkan&lt;br /&gt;• Menyusui&lt;br /&gt;• Mengasuh anak kecil&lt;br /&gt;• Mendidik pada usia dini&lt;br /&gt;Ketika mengabaikan peran-peran tersebut, maka criteria menjadi ibu yang baik belum tercapai. Apalagi meninggalkan kewajiban untuk mengejar yang mubah yang jelas tidak akan mendapat apa-apa dari karirnya, malah bias jadi yang didapat adalah dosa karena telah melalaikan kewajiban.&lt;br /&gt;Supaya kita dapat menjadi seorang ibu yang baik, tentu kita harus memiliki motivasi diri yang dapat mendorong kita melakukan kewajiban terseut dengan maksimal. Yaitu dengan belajar, bagaimana Islam memberikan arahan kepada seorang Ibu. Dalam nash-nash Al-Quran dan dalam Al Hadist bayak pujian dan penghormatan Islam bagi peran Ibu. Misalnya, jika di kantor kita tau bahwa atasan akan memberikan gaji 2 kali lipat jika kita dapat menyelesaikan pekerjaan secepatnya. Tentu kita akan bersungguh2, karena kita tahu kita akan mendapatkan gaji/materi dua kali lipat dalam satu waktu. Ini adalah motivasi materi. Begitu juga denga peran ibu ini, jika kita tahu apa  yang akan diberikan Sang Pencipta terhadap peran ibu ini, tentu kita akan sekuat tenaga meraihnya dan menjalankan amanah ini dengan sebaik mungkin.&lt;br /&gt;Misalnya untuk yang hamil, dalam sebuah hadist disebutkan, “apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah malaikat untuknya, Allah SWT mencatatkan baginya 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.” (Al-Hadist)&lt;br /&gt;Untuk muslimah yang akan melahirkan, dalam sebuah hadist pula disebutkan “apabila seorang perempuan mulai sakit hendak melahirkan, makak Allah SWT mencatatkan baginya pahala bagaikan orang yang berjihad di jalan Allah (fisabilillah)”&lt;br /&gt;Untuk muslimah yang sedang/sudah melahirkan, “apabila seseorang perempuan melahirkan anak, maka keluarlah ia dari dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya”&lt;br /&gt;Kemudian ketika si Ibu mulai menyusui, “setiap 1 tegukan dari pada susunya maka ia diberikan 1 kebaikan” waah subhanallah berapa tegukan yang diminum seorang bayi dalam 2 tahun penuh??&lt;br /&gt;Ketika seorang Ibu mulai mengasuh, “ketika seorang ibu semalaman tidak tidur karena memelihara anaknya yang lagi sakit maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70  orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah”&lt;br /&gt;Maha Suci Allah, kalau kita melihat seperti ini, pasti setiap muslimah akan besungguh-sungguh. Karena melihat begitu besar janji Allah SWT bagi orang-orang yang menjalankan peran ibu dengan sebaik-baiknya. Tidak setara dengan gaji yang didapat setiap bulan, pasti dia tidak rela menukar dengan dunia dan segala isinya ini karena Syurga itu lebih baik dari pada dunia dan segala isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;--Resume Voice of Islam edisi 24 April 2009, rubrik sakinah--&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-2889008981341545797?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/2889008981341545797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/bahagianya-menjadi-seorang-ibu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/2889008981341545797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/2889008981341545797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/bahagianya-menjadi-seorang-ibu.html' title='BAHAGIANYA MENJADI SEORANG IBU'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SfZaqYmwofI/AAAAAAAAAC8/lTwfq86OfjE/s72-c/ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-6947192557537922817</id><published>2009-04-23T21:24:00.003+07:00</published><updated>2009-04-28T08:51:07.372+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Aktivitas baruku di Manna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SfZc7ooApiI/AAAAAAAAADE/cVPiRl4e0Q8/s1600-h/KEBIASAAN25.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 157px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SfZc7ooApiI/AAAAAAAAADE/cVPiRl4e0Q8/s200/KEBIASAAN25.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329549388626830882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemarin malam (senin malam), (waktu maghrib mpe isya) seperti biasa kami berada di Masjid Agung dekat rumah kami untuk mengikuti Sholat berjama’ah Maghrib dan Isya. Di sela-sela waktu maghrib dan isya biasanya di Masjid itu diadakan akivitas mengaji bersama… Kami rasa amalan itu baik juga, dan kami pun akhirnya sepakat mengikutinya, walaupun sebenarnya saya dan suami pun di rumah mempunyai program tilawah bersama sambil membaca terjemahan serta sambil mengkaji Tafsirnya, yakni Tafsir Ibnu Katsir. Tapi ditambah dengan niat untuk mempererat silaturrahmi dengan tetangga dan untuk menambah kenalan tetangga2, kami pun mengalihkan program tilawah kami ke waktu yg lain (sedihnya akibat dialihkan jadwal tersebut, program kami ini akhirnya menjadi macet).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira kurang dari sebulan mungkin kami mengikuti aktivitas tadarus berjama’ah itu, hingga akhirnya dengan seizin Allah, saya diamanahi oleh Allah untuk mengajar Al-Quran dan ilmu-ilmu Islam anak-anak SD di daerah itu yang sering ke Masjid. Sebetulnya pertemuan dengan anak-anak ini pun kebetulan alias tidak sengaja dan tidak direncanakan (pada hakikatnya sudah diatur oleh Allah, karena tidak ada sesuatu kejadian pun di dunia ini yang kebetulan semata).&lt;br /&gt;Bercerita sedikit mengenai pertemuan dengan anak-anak ini. Pada saat para org tua hendak melakukan tadarus bersama, kulihat anak-anak itu juga mengambil Al-Quran, ada juga mengambil iqro dan kemudian mereka melingkar, mengaji satu persatu tanpa didampingi oleh guru atau pendamping… yang kufikir saat itu, bagaimana jika anak-anak itu dalam mengajinya ada yang salah, dan nggak ada yang mengoreksinya, kasian sekali. Akhirya kuurungkan niat untuk bertadarus bersama jama’ah Masjid, dan kulangkahkan kaki menuju kumpulan anak-anak itu.. kusapa mereka, “Pada ngaji ya? Waah Subhanallah… pinter-pinter,,, bagaimana kalau kita belajar mengaji bersama?” tak lupa kuperkenalkan juga namaku, “nama saya lina, kalian bias panggil saya teteh”. Tak panjang lebar saya memperkenalkan diri kemudian kuajak mereka mengaji bergantian dan ketika yang satu sedang mengaji ayat-ayat Allah, yang lain harus menyimak dan memperhatikan, dan harus dikoreksi oleh yang mendengarkan jika ada yang salah. Itulah pertemuan pertamaku dengan anak-anak yang sampai sekarang InsyaAllah sedang belajar mengaji Al-Quran dan ilmu-ilmu Islam lainnya.&lt;br /&gt;Walhasil sekarang aku sudah off di tadarusan berjama’ah itu. Tapi on di tadarusan berjam’ah bersama anak-anak(tapi nggak hanya tadarus aja) dan tempatnya masih di Masjid yang sama, hanya berjarak beberapa meter dengan ibu-ibu/bapak-bapak yang sedang tadarusan, jadi sesekali kami harus beradu suara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-6947192557537922817?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/6947192557537922817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/kemarin-malam-senin-malam-waktu-maghrib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/6947192557537922817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/6947192557537922817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/kemarin-malam-senin-malam-waktu-maghrib.html' title='Aktivitas baruku di Manna'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SfZc7ooApiI/AAAAAAAAADE/cVPiRl4e0Q8/s72-c/KEBIASAAN25.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-2774778082059790681</id><published>2009-04-15T13:23:00.008+07:00</published><updated>2009-04-28T08:57:51.840+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tsaqofah'/><title type='text'>Hukum Menyembuyikan Ilmu Agama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SfZehrMitbI/AAAAAAAAADM/QECKceYLJis/s1600-h/alquran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 110px; height: 110px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SfZehrMitbI/AAAAAAAAADM/QECKceYLJis/s200/alquran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329551141663585714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 159-160 disebutkan yang artinya “&lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam al-kitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilakna(pula) oleh semua makhluk yang bisa melaknat. Kecuali mereka yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran, maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya, dan Akulah yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;Adapun sebab turunnya ayat ini berkenaan dengan ahli kitab, tatkala mereka ditanya tentang apa yang ada dalam kitab mereka tentang kenabian Muhammad SAW, yang ternyata mereka menyembunyikannya dan tidak mau memberitakannya karena rasa dengki dan marah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Imam As-Sayuthi dalam kitabnya &lt;em&gt;Ad-Durrul Manstur&lt;/em&gt; dari Ibnu Abbas R.a bahwa Mu’adz Bin Jabal dan sebagian sahabat menanyakan kepada segolongan Pendeta Yahudi tentang sebagian isi taurat, kemudian mereka menyembunyikannya dan menolak untuk memberitakannya, kemudian turunlah ayat ini.&lt;br /&gt;Apa kandungan hukum dalam ayat ini? Apakah ayat ini khusus berkenaan dengan para pendeta Yahudi dan Nasrani saja?&lt;br /&gt;Ayat ini diturunkan berkenaan dengan ihwal ahli kitab dari pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani yang enggan memberitakan dan menyembunyikan sifat-sifat Nabi SAW sebagaimana yang disebutkan dalam sebab turunnya ayat ini, tetapi lebih luas ayat ini mengena kepada setiap orang yang menyembunyikan ayat-ayat Allah dan menyembunyikan hukum-hukum Agama, karena yang dipakai sebagaimana dikatakan oleh Ulama ‘Ushul adalah keumuman lafalnya, bukan kekhususan sebabnya. Sedangkan ayat-ayat in bersifat umum, menggunakan sighat &lt;em&gt;isim maushul&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Al-ladzina yaktumuna&lt;/em&gt;=mereka yang menyembunyikan). Oleh karena itu menunjukan arti umum.&lt;br /&gt;Hal tersebut diperkuat juga dengan Hadist Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan al-Hakim “&lt;em&gt;Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu, kemudian ia menyembunyikannya, maka ia pada hari kiamat nanti akan dikendalikan dengan kendali api neraka&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga para sahabat memahami ayat ini untuk arti umum, dan mereka orang-orang arab yang fasih yang menjadi pedoman umat dalam memahami Al-Quran, seperti yang dikatakan Abu Hurairah, r.a : “kalau seandainya tidak ada sebuah ayat dalam kitab Allah, tentu aku tidak akan menyampaikan kepada kalian satu hadist pun, kemudian ia membaca firman Allah “&lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk….dst&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjdai pertanyaan selanjutnya bolehkah mengambil upah dari mengajar Al-Quran dan ilmu-ilmu agama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Terjemahan Tafsir Ayat Ahkam As-Shabuni diterangkan sebagai berikut. Bahwa dengan berlandaskan ayat “&lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang yang menyembuyikan apa telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk… dst.&lt;/em&gt;” itu, ulama berpendapat, bahwa mengambil upah dari mengajarkan Al-Quran dan ilmu agama lainnya, karena ayat ini menyuruh kaum muslimin untuk menyi'arkan ayat-ayat Allah dan ilmu agama dan dilarang menyembunyikannya. Dan seseorang tidak berhak mendapat upah atas pekerjaan yang menjadi kewajibannya, sebagaimana tidak berhaknya atas upah bagi seseorang yang mengerjakan Sholat, karena Sholat merupakan suatu amalan pendekatan diri kepada Allah dan sekaligus ibadah, oleh karena itu haram mengambil upah mengerjakan Sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ulama Mutaakhirin setelah melihat kelengahan manusia dan hilangnya perhatian mereka terhadap pendidikan agama dan kecenderungannya terhadap urusan duniawi lebih besar, yang berakibat juga tidak ada perhatian untuk mempelajari kitabullah - Al-Quranul karim dan ilmu-ilmu agama maka praktis tiadalah pemelihara-pemelihara Al-Quran dan berbagai ilmu. Karena factor-faktor inilah para ulama Mutaakhirin memperkenankan mengambil upah (pengajar AL-Quran dan pengajar ilmu-ilmu agama lainnya), bahkan sebagaian mereka wajib memberikan upah kepada para pemelihara ilmu Agama. &lt;em&gt;Tidaklah wakaf-wakaf diberikan hanyalah untuk maksud-maksud memelihara Al-Quran dan ilmu-ilmu agama, yang merupakakan sarana bagi terpeliharanya Al-Quran&lt;/em&gt;, sebagaimana difirmankan Allah dalam Q.S Al-Hijr ayat 9 : “&lt;em&gt;Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami pula yang memeliharanya&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, As-Shabuni mendapatkan bahwa para ulama Muttaqadimin dari kalangan fuqaha, bahwa mereka sepakat atas haramnya upah yang diambil dari mengajar ilmu-ilmu agama karena mengajar itu ibadah sedang mengambil upah dari ibadah itu tidak boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan As-Shabuni sendiri dalam menilai masalah ini, bahwa pandangan secara fiqih yang halus ini mengangkat derajat ilmu ke derajat ibadah, maka pandangan semacam ini patut diperhatikan. Namun ilmu-ilmu Syari’at hampir tidak diperhatikan lagi kendatipun fatwa ulama Mutaakhirin membolehkan mengambil upah dari mengajar Ilmu-ilmu Agama. Apalagi kalau kita mengambil pandangan para Ulama Mutaqaddimin yang melarang mengambill upah dari mengajar Ilmu Agama? Dengan begitu mungkin tidak aka nada orang yang mengajarkan dan belajar ilmu Agama dsb. Innalilahi Wa Innailaihi Raji’un. Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kemabali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIka kita tarik kesimpulannya dari ayat di atas adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Bahwa kaum Yahudi dan Nasrani menyembuyikan sifat-sifat Nabi SAW (dalam taurat dan Injil) untuk menghalang-halangi manusia beriman kepadanya.&lt;br /&gt;2. Bahwa menyembunyikan ilmu itu mengkhianati amanah yang dibebankan kepada para ulama(yang mempunyai ilmu)&lt;br /&gt;3. Bahwa menyiarkan ilmu dan menyampaikannya kepada umat manusia agar petunjuk Illahi merata adalah Wajib.&lt;br /&gt;4. Bahwa barang siapa menyembunyikan ilmu tentang hukum-hukum agama akan dilaknat Allah dan semua makhluk yang bisa melaknat.&lt;br /&gt;5. Bahwa taubat yang diterima tidaklah cukup dengan memohon ampunan saja, tapi harus disertai dengan perbaikan perbuatan dan ikhlas dalam beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hikmatu tasyri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Syari’at –Syari’at samawi telah datang untuk memberi petunjuk kepada umat manusia dan mengeluarannya dari kegelapan menuju cahaya. Sedang Islam meyuruh kita untuk mengajar orang-orang yang tidak mengerti, menunjukkan kepada mereka yang berada dalam kesesatan dan mengajaknya kepada (Agama) Allah, sehingga kelak di hari Kiamat tidak ada seseorang yang mengelak karena belum menerima dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa-apa yang diturunkan Allah SAW yang berisi petunjuk dan penerangan yang tidak lain semua itu hanya untuk kebaikan manusia dan memberi petunjuk kepada jalan yang benar. Sedangkan menyembunyikan ilmu dan tidak menyampaikannya kepada umat manusia, itu berarti telah menghalangi misi risalah, dimana Allah SWT mengutus nabi dan rosulnya semata-mata untuk maksud tersebut, dan juga berkhianat terhadap amanat yang telah dipikulkan di atas pundak para ulama, Allah SWT berfirman yang artinya “&lt;em&gt;Dan ingatlah ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu) ‘hendaklah kamu menerangkannya (isi kitab itu) kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya’...”&lt;/em&gt; (Q.S Ali-Imron:187), maka Allah sangat ingkat terhadap orang yang menyembunyikan sesuatu yang dihajatkan untuk orang banyak, terutama urusan agama, serta memberikan ancaman siksa yang pedih bagi siapa saja yang menyembunyikan ayat-ayat Allah dan ilmu-ilmu agama, karena perbuatan tersebut merupakan dosa besar yang berhak mendapat laknat dari Allah SWT dan semua makhluk yang bisa melaknat dan dijauhkan dari rahmat Allah.&lt;br /&gt;Dengan demikian, jelaslah bagi kita bahwa Islam adalah agama yang sempurna yang memberikan dorongan yang sangat besar untuk tersebarnya ilmu yaitu dengan menyampaikan dakwah kepada umat manusa, dan memerangi kebodohan dan kesesatan, dan Islam menilai menyiarkan ilmu termasuk ibadah, dan menyembuyikannya adalah berdosa. Rosulullah SAW telah bersabda “&lt;em&gt;Sampaikanlah walapun hanya satu ayat&lt;/em&gt;” dan ia pun bersabda lagi “&lt;em&gt;barang siapa ditanya mengenai suatu ilmu, kemudian ia menyembunyikannya, maka dia akan diberi kendali pada hari kiamat nanti dengan kendali api neraka”. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bi showab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Terjemahan Tafsir Ayat Ahkam Ash-Shabuni (1) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-2774778082059790681?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/2774778082059790681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/hukum-menyembuyikan-ilmu-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/2774778082059790681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/2774778082059790681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/hukum-menyembuyikan-ilmu-agama.html' title='Hukum Menyembuyikan Ilmu Agama'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SfZehrMitbI/AAAAAAAAADM/QECKceYLJis/s72-c/alquran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-6996910761405324127</id><published>2009-04-05T16:27:00.007+07:00</published><updated>2009-04-06T12:23:27.604+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumahku Surgaku'/><title type='text'>AGAR HARTA TIDAK MENJADI FITNAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/Sdh8Flf1MSI/AAAAAAAAACE/eQZyeM96asU/s1600-h/sratus+rb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 115px; height: 115px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/Sdh8Flf1MSI/AAAAAAAAACE/eQZyeM96asU/s200/sratus+rb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321139395145052450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak bisa dipungkiri, harta sesuatu yang penting (kalau tidak bisa dibilang sangat penting) apalagi untuk sebuah keluarga, karena memang kehidupan keluarga tidak bisa ditunjang tanpa adanya harta.&lt;br /&gt;Bahkan dalam Al-quran sendiri sudah mengisyaratkan tentang hal itu dalam surat Ali-Imron : 14 yang artinya “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-permpuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jadi sesungguhnya Allah menjadikan indah pada segala hal, yg memang itu layak dijadikan kita suka. Dari lawan jenis, anak, dan termasuk harta. Nah kadang masalah harta ini,kita melihatnya tidak proposional.  Kalau boleh dibilang… ada ”ekstrim kiri”  ada pula yang “ekstrim kanan”. Padahal kan sesungguhnya agama kita ini wasatiya, dia berada di tengah-tengah. Ada orang yang benar-benar menolak harta dengan asumsi : udahlah kita kan diperintahkan untuk zuhud, diperintahkan untuk menjauhi. Karena memang banyak sekali ayatnya yang mengatakan bahwa kehidupakan dunia itu kan  Matta (Cuma perhiasan), dan matta itu sebentar, setelah itu, sudah, berakhir, dan akhirat itu tempat kita yang kekal.&lt;br /&gt;Tapi ada juga yang sebaliknya, pola hidup yang hedonisme, matreliasme, pola hidup yang luar biasa, dimana tuntutannya itu membuat orang segala cara dihalalkan untuk mendapatkan harta, sampai ada yang mengatakan “janganlah untuk mencari yang halal, yang haram aja susah” . Sehingga yang namanya suap, korupsi dan sejenisnya akhirnya itu muncul awalnya dari rumah.&lt;br /&gt;Kita kan salah satu umat yang sesungguhnya ingin berada di tengah, jadi ingin mengharapkan sesuatu yang itupun dihalalkan oleh Allah atau justru sebaliknya tidak ada hal-hal yang haram. Sebagaimana dulu para isteri dari kaum Salafusholih ketika suaminya mau berangkat, berangkatlah untuk bekerja, berangkatlah untuk berjihad, dan carilah harta yang halal, karena ketika engkau pulang dengan membawa harta yang tidak halal kami tidak akan tahan menahan siksanya nanti di akhirat, sementara ketika kami harus kelaparan sehari dua hari di dunia, InsyaAllah kami kuat.&lt;br /&gt;Jadi tolonglah proposional. Karena sesungguhnya tidak ada pertentangan antara si kaya dan si miskin. Jadi kalo misalnya ada cerita yang kaya benci sama si miskin, atau sebaliknya si miskin nggak mau bergaul dengan si kaya karena ngga mau dihina atau diejek. Sesungguhnya dalam Islam tidak ada klasifikasi seperti itu, justru keberadaan kita itu untuk saling tolong menolong.&lt;br /&gt;Dan banyak sekali hadist yang mengatakan bahwa yang namanya harta itu nikmal ‘aunu ‘ala taqwallahil ghina yang artinya harta kekayaan adalah sebaik-baik penolong bagi pemeliharaan ketaqwaan kepada Allah. Jadi justru dengan harta kita bisa semakin dekat dengan Allah. Dan banyak sekali perintah syari’at yang sesungguhnya mengisyaratkan kita supaya kita itu kaya. Kalau kita ambil contoh dari RUkun Islam. Yang pertama, Syahadat, itu tidak butuh harta dunia.   Kedua, Sholat, itu juga sesungguhnya tidak butuh harta kecuali memang kita membutuhkan penutup aurat. Dan itu pun tidak harus baru setiap kali ‘Idul Fitri, ganti mukena.  Ketiga, Puasa, ini juga sebenarnya tidak butuh biaya, tapi kadang-kadang kita suka salah kaprah, justru pada saat bulan Ramadhan pengeluarannya jadi membengkak, padahal semestinya nggak boleh begitu, membengkak untuk infaq dan zakat bolehlah. Yang keempat, zakat, infaq, ini sudah mulai kita harus sudah punya harta. Dan yang kelima, naik haji. orang harus kaya kalau dia pingin menunaikan ibadah haji. &lt;br /&gt;Ini berarti memang ada isyarat-isyarat Syari’ah yang menuntut kita untuk menjadi kaya. Jadi proprosinal lah kita. Jangan sampai harta yang ada di tangan kita menguasai hati kita, sebagaimana pesan Abu Bakar R.a  sebaik-baik harta itu yang ada di tangan, bukan di hati, kalau harta ada di hati kita, berarti kita telah diperbudak oleh harta, tetapi halau harta kita simpan di tangan, kita bisa mengendalikan, mana saat-saat harta itu dikeluarkan mana yang tidak. Sehingga tidak ada rasa sedikitpun Su’udzon kepada Allah ketika Allah SWT menguji kita dengan kekurangan harta, dan tidak ada rasa “gumede” atau Gede Rasa ketika Allah menguji kita dengan kelebihan harta.  Karena sesungguhnya “sebaik-baik harta ada di tangan orang sholih” seperti wasiatnya nabi Muhammad saw. &lt;br /&gt;Kenapa sebaik-baik harta itu ada di tangan orang Sholih? Karena pasti belanjanya itu ke arah kebaikan, kita bisa tebak daftar belanjaanya, misalnya untuk infaq, untuk pergi haji, untuk menaikhajikan orang tua, untuk membantu fakir miskin. Tapi coba jika harta itu berada ditangan bukan orang Shalih, larinya bisa kemana-kemana, bisa Hedonis, untuk berjudi, untuk maksiyat, beli perempuan, hura-hura, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Sehingga jika kita cermati, harta itu sesungguhnya adalah senjata kita. Dia bisa kita pergunakan untuk jalan kebaikan, sehingga proses untuk memperolehnya itu tolong sehalal-halalnya, sehati-hati mungkin, dan proses membelanjakannya pun hati-hati juga. Karena besok ketika di akhirat, setiap orang ditanya masing-masing satu, misalnya,  orang pinter ilmunya untuk apa digunakan, tapi kalau berkenaan dengan harta, itu ada dua yang ditanyakan Allah, dari mana anda dapat? Dan setelah dapat, dikemanakan? Sementara yang lain-lain tidak. Jadi jangan sampai harta itu menjadi fitnah. Karena kadang-kadang ada keluarga yang diuji Allah dengan harta yang sedikit, mereka fight, mereka kuat, mereka kompak, mereka solid, suami isteri Subhanallah luar biasa mereka dapat mendidik anak dengan  harta yang kurang. Tapi ketika Allah memberi mereka kemudahan harta yang luarbiasa melimpah banyaknya, lupa, lupa dengan asumsi sudah banyak hal semestinya nggak penting jadi penting. Sehingga yang terjadi kemudian ada selingkuh, ada banyak barang maksiyat di rumah yang itu sebenarnya merusak agama. Mulai dari Vcd porno, anak-anak melihat TV tidak terkontrol lagi karena masing-masing di kamarnya ada TV. Nah, Kadang-kadang memang ujian Allah itu tidak bisa kita prediksi di awalnya. Wallahu’alam bi showab.&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Ibu Asri Widiati&lt;br /&gt;Di Kajian RUmahku Surgaku __Pasca Nikah, Radio MQ 92,3 FM Yogya&lt;br /&gt;Edited By : Nisa-Muthmainnah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-6996910761405324127?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/6996910761405324127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/tidak-bisa-dipungkiri-harta-sesuatu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/6996910761405324127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/6996910761405324127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/tidak-bisa-dipungkiri-harta-sesuatu.html' title='AGAR HARTA TIDAK MENJADI FITNAH'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/Sdh8Flf1MSI/AAAAAAAAACE/eQZyeM96asU/s72-c/sratus+rb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-2729981324652659878</id><published>2009-04-05T15:16:00.002+07:00</published><updated>2009-04-06T11:45:24.508+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumahku Surgaku'/><title type='text'>BAITTI JANNATI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/Sdh1unFz3bI/AAAAAAAAAB8/B9lTyLLyR68/s1600-h/rs2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 141px; height: 107px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/Sdh1unFz3bI/AAAAAAAAAB8/B9lTyLLyR68/s200/rs2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321132403366026674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahwa sesungguhnya rumah tempat berdiam kita adalah syurga kita. Bagaimana memfungsikan rmh kita sbg syurga. Karena rumah itu harusnya sebaik-sebaik tempat kita kembali mestinya. Mungkin jika kita mudik lebaran, kita bisa membandingkan (bukan dalam rangkan mencari kejelekan), nyaman mana ketika berada di rumah masa kecil saya dengan di rumah bersama pasangan? Misalnya sama-sama nyaman, tapi plong mana…? Misalnya, kok saya masih plong berada di rumah masa kecil saya dulu, ketika bersama orang tua, ketika dikumpulkan bersama adik kakak, tapi ketika saya kembali ke rumah sekarang, ke rumah bersama pasangan kok saya tidak merasakan kenyamanan yang sama. Jika demikian berarti ada yang salah, padahal kalau dalam hadist Rosulullah itu ”Baitii Jannati” (RUmahku Syurgaku), di sini, di rumah kita mencari syurga, artinya kita bebas untuk melakukan aktivitas apapun, kita bebas mengekspresikan diri, misalnya mau membuka aurat, mau tilawah, mau mendidik anak dengan cara Islamipun tanpa ada intervensi siapapun. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu rumah kita, itu syurga kita, hanya saja sayangnya kadang kita tidak bisa memfungsikan itu secara maksimal. Sehingga orang lebih sering mencari syurga di lain tempat, di luar rumah, misalnya di kantor, di sekolahan, atau di tempat lainnya. Jadi syurga itu kita cari di tempat-tempat yang mestinya kita jadikan tempat itu sebagai syurga, dimana kita bisa mewujudkan nilai-nilai Islami mulai dari dalam rumah. Hal ini juga bukan dalam rangka mensekiankan pekerjaan di kantor, atau mensekiankan rumah orang tua, Tidak! Semuanya sama-sama penting. Masing-masing bilik itu fungsinya maksimal, tapi jauh lebih penting kenapa sih Rosulullah sampai mengatakan Baitti Jannati, ada apa sesungguhnya di rumah eksklusif yang itu memang benar-benar milik kita. Tempat dimana kita bisa aplikasi. Bagaimana sih Rosulullah menginginkan kita itu benar-benar eksis sebagai hamba, dan sebagai anggota masyarakat, sebagai anggota keluarga, semuanya itu dilakukan dengan benar-benar nyaman.  Sehingga jika refleksi Baiti Jannati itu belum kita dapatkan, saatnya kita mengevaluasi, yang mana yang salah, secara psikis, fisik, secara mental imani atau yang mana? Kok rumah ku belum bisa jadi Baiti Jannati??&lt;br /&gt;Sepertri apa dan bagamana supaya kita bisa mempunyai rumah Baiti Jannati?&lt;br /&gt;Pertama, yaitu kembali kepada masalah visi misi, masalah keimanan dan pemahaman.&lt;br /&gt;Tujuannya untuk apa kita berumah tangga. Kalau misalnya sudah sehati, ibaratnya tuh pulau itu yang kita tuju, maka caranya seperti apa kita sampai kesana sehingga fungsi rumah itu benar-benar kita rasakan. Misalnya ketika benar-benar capek/panas di luar, benar-benar merasa lelah fisik, psikis begitu masuk rumah kita merasakan ada kedamaian disana, ketemu suami/isteri misalnya SUbhanallah  begitu sejuk, bukan malah seperti melihat trouble maker. Jadi secara fisik harus disiapkan rumah itu untuk siap sebagai Baiti Jannati, artinya hal-hal apa saja yang perlu kita lakukan untuk mendukung suasana agar sesuai dengan harapan kita, misalnya bersihkah rumah kita, rapihkah atau letak-letak barang itu sesuai nggak sebagaimana kebutuhannya. Bukan berarti harus yang mewah, bukan berarti harus yang serba ada, serba baru. Tapi jauh lebih penting, fungsional nggak secara fisik rumah kita itu untuk sebagai rumah. Kadang-kadangkan tidak menjadi fungsional karena misalnya terlalu terbuka sehingga pihak isteri merasa tidak nyaman untuk melepaskan kerudungnya sehingga harus tertutup terus. Atau yang kecil-kecil tidak kita perhatikan,  atau kebersihan yang kurang diperhatikan sehingga rumah menjadi sarang tikus, oh ternyata tikus itu nyaman di rumah kita, nah bagaimana supaya tikus itu tidak nyaman di rumah.&lt;br /&gt;Atau secara fsikis, ada ngga kenyamanan yang sengaja kita ciptakan sehingga orang benar-benar nyaman disitu. Misal pada saat di rumah yang muncul malah banyak masalah, yang muncul selalu ketidaknyamanan, atau misalnya sudah saatnya kita punya pembantu, karena banyak pekerjaan yang tidak bisa kita lakukan sendiri, ternyata muncul masalah baru, pembantunya beginilah begitulah, atau suami menjadi  beginilah, begitulah, ini kan sebetulnya masalah yang kita buat sendiri.&lt;br /&gt;Jadi untuk menjadikan rumah itu Baiti Jannati, secara fisik rumah itu harus siap menjadi rumah islami, secara psikis penghuninya harus merasa nyaman berada di rumah itu. Jadi bukan rumah yang fungsinya itu serba sedikit, sedikit sebagai rumah baca, sedikit sebagai rumah masak, sedikit sebagai rumah makan, sedikit sebagai rumah apalah. Sehingga fugnsi bahwa rumah ini adalah benar-benar ini adalah rumah, ini adalah home dimana saya merasa nyaman berada disini, benar-benar ketika berada di rumah saya merasakan semangat baru. Itu memang harus senantiasa diwujudkan, tidak semata-mata ah nantijuga akan berjalan dengan sendirinya, nanti  juga terbentuk sendiri, jadi memang harus direkayasa. Jadi ketika dia atau orang rumah stress dia pulang ke rumah, bukannya ke mall, atau tempat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;br /&gt;Ibu Asri Widiati&lt;br /&gt;Di Kajian RUmahku Surgaku __Pasca Nikah, Radio MQ 92,3 FM Yogya&lt;br /&gt;Edited By : Nisa-Muthmainnah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-2729981324652659878?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/2729981324652659878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/baitti-jannati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/2729981324652659878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/2729981324652659878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/04/baitti-jannati.html' title='BAITTI JANNATI'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/Sdh1unFz3bI/AAAAAAAAAB8/B9lTyLLyR68/s72-c/rs2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-7253383149312304867</id><published>2009-02-26T21:27:00.002+07:00</published><updated>2009-04-06T12:21:53.589+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumahku Surgaku'/><title type='text'>Bagaimana Menjaga dan Memperbaiki Aib Pasangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SdmQEBRNVmI/AAAAAAAAACU/LVC_V0NUpuc/s1600-h/Gambar+edit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SdmQEBRNVmI/AAAAAAAAACU/LVC_V0NUpuc/s200/Gambar+edit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321442833449440866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rumah tangga bagaikan sebuah kapal yang berlayar di tengah lautan, dimana kita tidak pernah tau kapan datangnya badai, hujan, bahkan angin ribut. Artinya, banyak hal yang perlu dipersiapkan agar tujuan kita bisa tercapai dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja terkadang ada sisi2 internal yang tidak bisa kita antipasti sebelumnya. Sehingga keutuhan kapal itu sendiri akan mengalami banyak masalah, misalnya ada yang bocor disini, mungkin disana yang dianjungan kurang kuat pagarnya… Sehingga sisi-sisi internal itu perlu diperhatikan, termasuk didalamnya adalah menjaga dan memperbaiki aib pasangan. Karena sesungguhnya luar biasa, manusia itu mempunyai berbagai karakter yang berbeda-beda, budaya kebiasaan dan latar belakang keluarga yang berbeda, dan disatukan dalam satu ikatan pernikahan. Sehingga bagian dari sebuah kewajaran jika kemudian muncul riak maupun gelombang. Tetapi kadang kita lupa bahwa ada control emotion yang harus diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya ada kebiasaan-kebiasaan pasangan yang tidak kita sepakati (baca: sukai), atau mungkin bukan semata2 kebiasan tapi bahkan akhlak pasangan kita, dimana pasangan mempunyai bagian akhlak buruk yang kita tahunya setelah menikah. Sehingga kita merasa kecewa, kok dulu sewaktu masa ta’aruf  tidak bercerita, kenapa??.&lt;br /&gt;Sehingga pada akhirnya dibutuhkan kebijakan. Misalnya seorang suami,  memandang isterinya dengan tatapan bijak, jika suatu saat melihat ternyata harapannya tidak sesuai dengan keinginannya (Isteriku atau Suamiku tidak sesuai dengan harapanku:red). Sebagaimana sabda Rosulullah SAW “ sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya terhadap isterinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa Tipologi manusia menyikapi hal tersebut, diantaranya :&lt;br /&gt;1. Ada yg mengeluh kesana kemari, bercerita kesana sini.&lt;br /&gt;2. Menuntut pada perantaranya (mak comblangnya). Kok kamu bisa sich jodohin aku sama dia, kamu tau nggak dia tuh punya kebiasaan bla…bla…&lt;br /&gt;3. Bahkan ada yang banyak mengambil jalan pintas, dengan cara bercerai&lt;br /&gt;4. Ada juga yang mencoba bertahan, tapi seperti hidup dalam sekam yang dibakar, rasanya panas ketika berada di rumah.&lt;br /&gt;5. Atau menutup-nutupi, seolah-olah tidak ada permasalahan. Padahal di alam bawah sadarnya dia tidak merasa nyaman atau tidak puas sehingga suatu saat bisa jadi meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian bagaimana seharusnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kebijakan itu datang dari Rosulullah SAW. Bagaimana Rosulullah menuntun kita ketika akan menikah, bagaimana Rosulullah memberikan statement bagaimana kita seharusnya berumah tangga. Misalnya ada hak-hak dan kewajiban isteri, hak-hak dan kewajiban  suami. Dan hal tersebut sangat rinci dan detail dalam Syari’at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga pertama, aib ataupun cacat pasangan sesungguhnya adalah bagian dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;peluang amal bagi kita jika kita mampu memperbaikinya&lt;/span&gt;. Karena sebenarnya da’i yang paling efektif adalah da’i dalam Rumah Tangga, bagaimana seorang suami mendakwahi isterinya, ataupun sebaliknya isteri melihat ada cacat pada suaminya, misal suami tidak rutin sholat lima waktu, sesungguhnya itu merupakan peluang untuk berbuat kebajikan bagi isteri supaya itu menjadi baik. Sehingga dengan demikian isteri/suami diberi Allah peluang pahala yg luar biasa . Hanya saja kadang-kadang kita tidak melihat jauh kesana, sehingga lebih memilih bercerai. Padahal itu bukan jalan yang terbaik, karena sesungguhnya orang lain tidak bisa memberikan pahala untuk kita, sebagaimana Allah memberikan peluang pahala seperti itu. Kita tarik itu sebagai bagian pahala untuk kita. Ketika kita bisa menjadi jalan untuk pasangan kita mendapat hidayah, Subhanallah pahalanya sepenuh lembah. Suami isteri itu… ibaratnya kalau sedang berjalan, “ayo kita jalan bersama”, kalau ada satu yang jatuh ke jurang yang satu berkorban untuk menunda sesaat perjalanannya, “ Ayo kutarik engkau pelan-pelan…. kita naik”, bukannya dengan “syukurin!! Mumpung engkau masuk jurang, saya bisa lari menuju ke surga”. Tentunya tidak demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, manajemen keluh mengeluh juga harus hati2, jangan sampai ke setiap orang kita mengeluh, bahkan kepada orang tua. Padahal sesungguhnya hakikat dari masalah pasangan kita adalah aurat.   Karena suami isteri itu ibarat cermin, sehingga jika isteri bermasalah, tengoklah barangkali suaminya lebih bermasalah daripada isterinya. Kalau pepatah arab bijak mengatakan “ Seandainya ada seseorang datang kepadamu menceritakan aib orang lain, menceritakan kesedihan dirinya terhadap pasangannya dan dia menangis di depanmu dan mencucurkan air mata, tahan! Bisa jadi pihak yang dikeluhkan itu cucuran air matanya lebih deras karena luar biasa penderitaan yang dialami”. Jadi adilah! Kalau kita menuntut kesempurnaan pada pasangan kita, sesungguhnya sadarilah, kita juga bukan sosok yang sempurna. Sehingga kelapangdadaan kita menerima kekurangan pasangan kita sesungguhnya merupakan illat yang luar biasa besar untuk kita berbuat lebih baik lagi.&lt;br /&gt;                       ****end*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini akan diceritakan beberapa kasus Rumah Tangga yang berkaitan dengan Tema : Menjaga dan Memperbaiki Aib Pasangan. Semoga ada Ibrah yang kita dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus 1:&lt;br /&gt;“Kadang-kadang sebelum menikah, kita melihat sosok calon suami kita sangat  luar biasa, akan tetapi setelah menikah, sifat dan karakternya sangat jelas, baik itu berkaitan dengan akhlaq ataupun ibadah kepada Allah. Nah ada seorang akhwat yang setelah menikah, suaminya kok sering menunda-nunda Sholat, dan banyak hal-hal lain yang terjadi. Bagaimana seorang isteri seharusnya menyikapi hal tersebut?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narasumber :&lt;br /&gt;Rumah itu memang sesungguhnya tempat kita beristirahat, artinya tempat dimana kita bebas melepas aurat, melepas topeng, melepas karakter di luar yang biasanya di luar orang inginnya tampak berwibawa, disegani, atau dihormati, dan sesungguhnya itu adalah sa’atan, sa’atan, sa’atan  (sesaat sesaat sesaat). Ada masa-masa dimana orang itu butuh untuk Refreshing, dia butuh untuk berbagi hati, dia butuh untuk manja, butuh kekanak-kanakan, dsb. Sehingga di rumah dia lepaskan semua atribut tadi yang dia sudah pakai di luar. Makanya dalam Al-Quran disebutkan yang namanya suami isteri itu “Hunna libasullakum wa antum libasu lahunna………” artinya “kamu itu pakaian buat mereka, dan mereka juga pakaian buat kamu”. Sehingga ketika kita melihat aib, katakanlah Sholatnya atau akhlaknya atau yang lain-lainnya. Kemudian apa yang perlu kita lakukan??  yang dilakukan adalah dengan melakukan perbaikan dengan diri kita sendiri artinya dia adalah bagian diri kita, dan kita juga bagian dari diri kita, kita memperbaiki diri dia ibarat kita memperbaiki diri kita.&lt;br /&gt;Karena kalau tidak dilakukan, kemudian dari pernikahan itu keluar anak-anak. Dan anak-anak melihat aib bapaknya, melihat aib ibunya. Kalau tidak ada saling perbaikan maka aib itu akan menjadi turunannya dia (aib turunan).  Dan tentunya kita tidak menginginkan itu.&lt;br /&gt;***end***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus 2 :&lt;br /&gt;“Suami saya suka sekali sms-an dengan perempuan, kata-katanya mesra sehingga akhirnya saya ketahui. Setelah saya tanyakan pada suami, beliau mengatakan bahwa mereka sering ketemu, hingga akhirnya suami mengatakan suatu saat akan menikahi perempuan tersebut. Saya takut suami terlalu banyak akan melakukan dosa, ketika saya ingatkan dia beliau sering marah-marah, dan hal itu berlangsung sampai sat ini. Apa yang harus saya lakukan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narasumber :&lt;br /&gt;Selain mengingatkan, ada tidak sih akar permasalahan di keluarga sehingga suami bisa melakukan seperti itu.&lt;br /&gt;Jauh lebih penting yang pertama harus dilakukan adalah muhasabah diri. Apa sih yang kurang dalam rumah ini sehingga dia butuh dari luar. Ibarat orang kenyang perutnya, mestinya dia tidak melirik-lirik lagi, tidak kesana kemari.&lt;br /&gt;Hal ini bukan dalam rangka menyalahkan, tapi mencoba untuk muhasabah terlebih dahulu. Apa sih yang dia tidak suka dari saya?, apa sih yang dia temukan dari saya sehingga membuat ketidaknyamanan bagi suami?, atau barangkali ketika suami pulang kerja melihat saya masih semrawut, ohh mungkin itu yang saya temukan kesalahan itu dari saya. Atau pada saat suami jenuh, saya menambahi kejenuhannya. Ketika dia marah, saya juga ikut-ikutan marah. Ketika dia diam, saya juga ikut-ikutan diam. Ketika dia membentak, saya balas membentak, dsb.&lt;br /&gt;Jika point-point itu telah ditemukan, mari kita coba membuat sebuah planning waktu, misalnya sebulan ini saya akan memperbaiki diri saya. Syukur dalam kondisi santai, misalnya pada saat kondisi suami tidak marah-marah ibu tidak harus ingatkan dia tentang sms mesra itu. Tapi bincangkanlah misalnya, apa ya mas yang kurang dari saya?, apa ya yang waktu sebelum nikah  yang mas harapkan dari saya, itu belum mas dapatkan sampai saat ini?. Jika sudah, coba dievaluasi. Atau ada masa-masa dimana dia tidak mendapatkan sms-sms mesra dari ibu. Mungkin dia lebih membutuhkan kata-kata dari pada sekedar tindakan.&lt;br /&gt;Kalau itu sudah bisa dilakukan, dan sudah bisa ambil alih, sebetulnya dia tidak butuh sms2 mesra dari sahabatnya itu, karena sesungguhnya saya lah yang paling berhak, sayalah yang paling bernilai di mata Allah.&lt;br /&gt;Sehingga ketika perbaikian-perbaikan itu telah ibu lakukan, coba lihat reaksinya, apa dia gembira dengan sikap-sikap ibu, atau dia tetap saja bermasalah dengan sms mesra itu, atau barangkali dia tidak hanya bersms mesra dengan satu wanita itu tapi juga dengan beberapa perempuan. Dan hal-hal tersebut adalah masalah-masalah psikis yang kita juga harus ketahui.&lt;br /&gt;Dan misalnya jika semua itu telah ibu lakukan, ibu timbang-timbang perlu tidak saya bicara dengan perempuannya, barangkali perempuan itu ketika bertemu dengan saya dia bisa lebih jujur, atau barangkali perempuan justru tidak tahu kalau sesungguhnya suami saya sudah beristeri atau barangkali ibu bisa lebih belajar dari kelebihan dia sehingga dia menarik di mata suami ibu.&lt;br /&gt;Hal ini memang sepertinya kok  seperti perempuan lagi yang kalah, bukannya yang salah sesungguhnya adalah suami, tapi kok jadi  kita yang seakan-akan bersalah , tapii kok kita yang harus berkorban untuk dia.&lt;br /&gt;Sebenarnya ini bukan sedang  berbicara kalah atau menang, tapi sesungguhnya kita sedang berbicara siapa yang ingin mendapatkan Ridlo Allah, siapa yang ingin naik derajat di Mata Allah. Mungkin di mata suami ah ga segitu2 amat, tapi di mata Allah kita luar biasa, karena kita berkorban untuk Rumah Tangga kita. Kita menunjukkan kesetiaan kita pada Rumah Tangga kita, kita menunjukkan kelapangdadaan kita, kita menerima bahwa ada masalah disini dan kita ingin memperbaiki. Mengalah untuk kemenangan berikutnya. Karena sesunguhnya itu adalah peluang pahala yang sangat besar ketika kita bisa memperbaikinya. -Mengalah untuk meraih kemuliaan di sisi Allah.&lt;br /&gt;***end***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus 3:&lt;br /&gt;Bagaimana supaya kita  ketika melihat aib pasangan benar2 melihat sebagai ladang  amal, dan tidak mudah mengatakan kata2 bercerai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narasumber:&lt;br /&gt;Yang pertama tentunya adalah melakukan muhasabah, kenapa aib itu bisa muncul di rumah tangga kita?&lt;br /&gt;Karena pada kenyataannya seringkali ketika kita bertemu dengan pasangan kita, itu bukan kebaikan yang menulari kebaikan, tapi justru keburukan yang menulari keburukan. Misalnya, sewaktu sebelum menikah kita mempunyai kebajikan yang luar biasa baik, kemuadian ketemulah sama suami dan menikah dan ternyata kita menemui seabreg kekurangan “kok dia begitu ya, kok Sholatnya ga rajin-rajian amat ke masjid”, nahh kita malah coba mengikuti, ”kok dia tilawahnya biasa aja”, kita ngikuuut. Kok dia sama orang tuanya ngga hormat2 banget, kita jadi ikut2an ga hormat. Nah ini kan seharusnya bukan beghitu. Tapi jauh lebih penting bagaimana agar kebaikan itu saling menular.&lt;br /&gt;Karena tidak mungkin orang itu lepas dari masalah, tidak mungkin orang itu nggak ada cacatnya. Karena yang namanya manusia itu tidak ada yang maksum, tidak ada yang lepas dari dosa. Tinggal kita bagaimana memanaje dosa itu supaya tidak mendominasi kita. Sehingga kalau ada dosa, istighfar, tobat, selesai. Bukan diulang lagi, diulang lagi, diulang lagi.&lt;br /&gt;Karena biasanya masing-masing orang mempunyai alibi terhadap cacat yang dia punya. Misalnya si Bapak bilang “kok waktu ibu lebih dominan di depan televisi, dari pada melakukan amal kebajikan yang lain?” Alibi ibunya “abisnya bapak nggak pernah pulang, ibu kesepian ya udah jadi ya temen ibu ya televisi”. Ini kan sebenarnya alibi, dan sesungguhnya kan bukan begitu. Peluang yang lain kan  banyak, dengan menyantuni tetangga, silaturahim misalnya walaupun suami kerjanya jauh, tidak pulang-pulang.&lt;br /&gt;Nah, setelah kita melihat itu sebuah bagian dari kewajaraan atau keniscayaan bahwa seseorang itu pasti punya aib, kemudian yang kedua yang kita lakukan adalah Membuat program untuk memperbaiki aib pasangan tadi, menjadikan itu sebagai peluang pahala.&lt;br /&gt;Apa program  yang kulakukan untuk aib yang “ini”. Misalnya ternyata suami mempunyai tabi’at mudah marah, kalau udah marah itu dah meledak, meledak aja mungkin kita bisa tahan hati, tapi ini misalnya sampai membantingi barang. Apa yang kira2 yang bisa kulakukan untuk dia, padahal kalau sedang tidak marah, dia itu baaiiik banget orangnya. Cari akal kreatif kita untuk meredam kemarahannya, mungkin kita bisa merekamnnya ketika dia sedang marah tanpa sepengatahuan dia, atau kita potret atau pake video ketika dia marah tanpa sepengathuan dia tentunya. Nah nanti setelah suasananya enak, santai, enak diajak ngomong, kita katakan “mau tau ngga kalau kamu lagi marah menakutkannya seperti apa, coba deh dengerin”? Karena yang namanya orang marah, pada saat  itu sedang dikuasai syaitan.&lt;br /&gt;Sehingga sebelum berfikir untuk bercerai, mari kita buat program terlebih dulu, dan maksimal. Artinya jangan program-programan, kalau kita lagi mau ya kita konsisten jalanin, tapi pas lagi tidak, kita sendiri yang tidak konsisten, itu kan tidak baik juga.&lt;br /&gt;Sehingga jika kebaikan sudah menular, dan program sudah kita upayakan lebih baik, InsyaAllah semoga Allah memberkahi amal usaha kita. Urusan hasil terserah nanti, karena itu urusan Allah, yang paling penting adalah kita maksimal terlebih dulu dalam berusaha. Jadi jangan sedikit sedikit cerai, belum tentu cerai itu akan lebih baik. Belum tentu pasangan yang kita temui nantinya jauh lebih baik. Atau bahkan belum tentu kita mudah mendapatkan pasangan. Bahkan status yang sudah bercerai di mata masyarakat masih ada stigma negative meskipun itu tidak semua, dan bersifat kasuistik. Jadi jangan sekali-kali berfikir untuk cerai, karena Allah bisa memudahkan fikiran kita. Sehingga  ketika itu muncul, segera beristighfar. Astaghfirloh aku tidak boleh berfikir seperti ini, Astaghfirullah aku masih bisa berbuat lebih banyak lagi tanpa aku harus mengeluarkan kata2 itu, karena mungkin 5 tahun, 7 tahun, 10 tahun, atau mungkin barangkali 15 tahun kita baru mendapatkan bahagianya setelah itu. Karena Takdir itu rahasia Allah, jadi cobalah diusahakan semaksimal mungkin.  Cerai itu darurat, hukumnya boleh tapi itu dibenci Allah.&lt;br /&gt;***end***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus 4 :&lt;br /&gt;Wanita itu identik dengan curhat, inginnya bercerita, berbagi untuk mengurangi bebannya baik itu ke sahabat sendiri, atau bahkan orang tua. Dan jika berkaitan dengan aib kelaurga, apakah secara syari’at membolehkannya ketika kita ingin berbagi beban?&lt;br /&gt;Narasumber :&lt;br /&gt;Jadi memang ada beberapa hal,  yang itu dibolehkan. Rosullah SAW sendiri pernah ada suatu saat ada salah satu sahabiah beliau yang namanya Hindun (salah seorang yang terakhir2 masuk Islam) isteri dari Abu Sofyan. Ketika Rosullah sedang ada Majelis, hindun tutupi wajahnya dan bertanya kepada Rosullah “Suamiku pelit, boleh tidak aku merogoh uang dari sakunya tanpa sepengetahuan dari dia”. ibaratnya jika tidak diminta, dia nggak ngasih. “sehingga aku tau kalau di saku dia ada uang, boleh tidak aku ambil Ya Rosulullah?” begitulah kira-kira&lt;br /&gt;Jika kita melihat hadist di atas, ini kan yang pertama beliu menceritakan aib suami, tapi ia bercerita pada siapa, pada Rosulullah, orang yang bisa memberikan solusi bagaimana Solusi Syari’atnya, orang yang sebagai rujukannya. Sehingga Rosulullah menjawab “ambil sesuai keperluanmu” .&lt;br /&gt;Jadi sesungguhnya boleh dengan syarat :&lt;br /&gt;1. Kita yakin bahwa orang yang dicurhati amanah&lt;br /&gt;2. Kita yakin bahwa orang yang dicurhati mampu member jawaban atas masalah kita, jadi jangan setiap orang kita curhati.&lt;br /&gt;3. Ketika curhat tidak menjadi fitnah. Ini curhatnya bapak2 pada ibu2, nah ini bisa jadi bukannya mencari penyelesaian masalah tapi justru akan menjadi fitnah.&lt;br /&gt;4. Yakin betul bahwa masalah itu tidak akan melebar kemana2. Jadi sebetulnya masalah itu kita selesaikan sendiri terlebih dulu jika kita mampu.&lt;br /&gt;***end***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;1. Radio MQ 92,3 FM  Jogja, Yogyakarta&lt;br /&gt;2. Narasumber : Ibu Asri Widiati&lt;br /&gt;3. Penyiar : Eva Nurisa&lt;br /&gt;4. Edited By Nisa Muthmainnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info :&lt;br /&gt;http://lin-muthmainnah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik dan saran dapat dikirim ke :&lt;br /&gt;1. Email : Nisa_mutmainnah@yahoo.com&lt;br /&gt;2. Blog : lin-muthmainnah.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-7253383149312304867?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/7253383149312304867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/02/bagaimana-menjaga-dan-memperbaiki-aib.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/7253383149312304867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/7253383149312304867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2009/02/bagaimana-menjaga-dan-memperbaiki-aib.html' title='Bagaimana Menjaga dan Memperbaiki Aib Pasangan'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SdmQEBRNVmI/AAAAAAAAACU/LVC_V0NUpuc/s72-c/Gambar+edit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-513976296517391783</id><published>2008-06-16T13:04:00.002+07:00</published><updated>2009-04-06T12:40:29.139+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan Halaqah'/><title type='text'>akhlaq..apa itu??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SdmVplGU7-I/AAAAAAAAACc/iaAiAHbJMo4/s1600-h/GAMBAR.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SdmVplGU7-I/AAAAAAAAACc/iaAiAHbJMo4/s200/GAMBAR.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321448976280776674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ditulis pada tanggal 15 jun 2008 “21.04 WIB”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama rasanya tidak menulis di bagian coretan halaqah, kemana aja ya selama ini, padahal halaqah setiap minggu…terus waspada ya teh...!&lt;br /&gt;Tidak terasa, halaqah kami sudah sampai bab Akhlaq. Wow, bab yang cukup menarik dan sepertinya tema ini juga yang lebih diminati oleh umat muslim pada umumnya dari pada bab kemarin yang telah saya lalui Undang – Undang dan UUD atau bhs arab nya dustur wa qonun…mungki pembahasannya terlalu berat kali ya…tapi bisa dijadikan salah satu indikator bahwa ternyata benar, taraf berfikir umat pada saat ini merosot pisan euy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, Bercerita tentang akhlaq, saya ingin tau terlebih dulu apa sih menurut sahabat akhlaq itu??&lt;br /&gt;Jawab dulu ya..sebelum baca kelanjutannya…(^_^)&lt;br /&gt;Akhlaq biasanya diidentikan dengan perbuatan yang sifatnya baik atau buruk. Misalnya, ketika jujur dan sabar maka dikatakan akhlaq nya baik, membunuh adalah akhlaq yg buruk. Itu kah pendapat sahabat?? Misalnya saja, ketika berperang dan tertangkap oleh musuh (kafir) dan diminta untuk memberitahukan rahasia, apakah jujur menjadi akhlaq majmumah??tentu tidak bisa kan?&lt;br /&gt;Akhlaq memang sifat perbuatan. Tapi persoalan sifat tersebut tidak sesederhana itu, sebab sifat perbuatan baik dan buruk tersebut tidak muncul dari perbuatan itu sendiri. Misalnya duduk, bagaimana sifat perbuatan itu? baik atau buruk? Tentunya kita tidak bisa menilainya baik atau buruk berdasarkan aktivitas duduk nya saja, perlu ada standar lain untuk menilainya yaitu tujuan perbuatan dan standar dan balasan perbuatan (pahala atau dosa) yang tercakup dalam syari’at Islam.,&lt;br /&gt;Oleh karena itu sahabat, yang namanya akhlaq bukan satu ilmu yang berdiri sendiri, karena akhlaq itu sendiri ada, ketika kita melakukan sebuah aktivitas. Misalnya ketika kita berdakwah, akhlaq nya seperti apa? Ya bersabar…lemah lembut...&lt;br /&gt;“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (Q.S Ali-Imran 159).&lt;br /&gt;Dan jika di definisikan akhlaq adalah sifat-sifat yang Allah perintahkan kepada kaum muslimin ketika beraktivitas. Seperti khusyuk pada saat sholat, jujur pada saat berdagang, jujur pada saat ujian, tidak nyontek, tidak jujur ketika diminta untuk membongkar rahasia pada musuh (orangkafir yang mememrangi Islam ), dll.&lt;br /&gt;Sehingga akhlaq itu sendiri adalah bagian dari syari’at Islam yang wajib dilaksanakan ketika diperintahkan, dan wajib ditinggalkan ketika dilarang.&lt;br /&gt;Dan jika kita ingin berakhlaq baik, maka kita harus memperbaiki akidah kita, dan menambah pemahaman2 syariat Islam yang terkait dengan segala aktivitas yang kita lakukan.&lt;br /&gt;Karena akhlaq itu sendiri adalah cerminan/produk dari pemahaman2 yang ada dalam dirinya.&lt;br /&gt;Seorang pengemban dakwah harus memahami akhlaq dalam setiap aktivitasnya, kadang suka dengar clotehan “katanya aktivitis, tapi akhlaqnya buruk” , padahal akhlaq adalah sifat2 yang harus ada pada diri kaum musllimin ketika melakukan aktivitas, dan saya ulangi lagi adalah bagian dari perintah Allah.&lt;br /&gt;Dan pembahasan akhlaq tidak berhenti sampai disini. Ada pembahasan yang tidak kalah pentingnya yang perlu sahabat ketahui. Dan ini justru tidak semua kaum muslimin ketahui, padahal ini adalah penting untuk menuju proses kebangkitan umat saat ini.&lt;br /&gt;Mau tau?? Tunggu di coretan halaqah berikutnya!&lt;br /&gt;Wallahu’alam bishowab&lt;br /&gt;Berakhir pada jam 22.30 WIB, @hanifah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-513976296517391783?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/513976296517391783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/06/akhlaqapa-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/513976296517391783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/513976296517391783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/06/akhlaqapa-itu.html' title='akhlaq..apa itu??'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SdmVplGU7-I/AAAAAAAAACc/iaAiAHbJMo4/s72-c/GAMBAR.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-5508745828635275495</id><published>2008-06-16T12:53:00.002+07:00</published><updated>2009-04-06T12:47:43.163+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Kajian Openhouse HT  yang menusuk hati!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SdmW7ZBwbtI/AAAAAAAAACk/sc1yBJB-h50/s1600-h/openhouse.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SdmW7ZBwbtI/AAAAAAAAACk/sc1yBJB-h50/s200/openhouse.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321450381789654738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditulis pada tanggal 15 jun 06 “17.30 WIB”&lt;br /&gt;openhouse hizbut tahrir Pada bulan ini diselenggrakan jam 15.30 di selasar kahar muzakir…dengan suasana minggu sore yang indah dan sejuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berangkat agak sedikit terlambat 15 menit, tapi ternyata alhamdulillah openhouse belum dimulai, itu berarti saya tidak akan mendapatkan informasi sepotong-sepotong…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya memberhentikan motor disana, dihadapan saya, baru juga tiba sesosok wanita berjilbab pink dan kerudung pink juga sepertinya (maaf, agak lupa) bermata biru, berwajah oriental, kulit putih, dan bermata sipit. Sahabat bisa menebak dari manakah akhwat itu?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya juga dikenalkan oleh teman saya dengan akhwat berwajah oriental itu…ternyata namanya chiko dari jepang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya agak gugup juga memperkenalkan diri saya, maklum lah jarang berkenalan dengan orang luar negeri (hehehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bersama menuju selasar, untuk besama – sama mengikuti kajian. Dan kami pun duduk bersebelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kajian pun akhirnya dimulai…seperti biasa format kajian openhouse hizbut tahrir tidak membahas tema khusus, tapi membahas pertanyaan2 yang ditanyakan para peserta kajian yang insyaAllah akan dijawab dengan prespektif islam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya, saya pun akhirnya bertanya. Saya bertanya bagaimana supaya kita dapat konsisten (istiqamah) dengan pemikiran - pemikiran Islam di tengah – tengah situasi yang tidak kondusif seperti sekarang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah ustadzah nya meluruskan dari pertanyaan saya,mungkin yang dimaksud adalah menjaga pola pikir islam yang telah ada pada diri kita, karena pengertiannya berbeda antara pemikiran islam dan pola pikir islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah Dimulai dari kita harus mengetahui terlebih dahulu fakta pemikiran – pemikiran yang ada pada saat sekarang ini seperti apa bahwa pada sekarang ini banyak sekali, seperti pemahaman liberal, sekuler, pemahaman yang sepertinya berasal dari islam tapi ternyata setelah ditelusuri bukan berasal dari islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kita harus mengetahui fakta macam – macam pemikiran pada saat ini, kita juga harus bisa membedakan apa itu pemikiran islam dan pola pokir islam, seperti kata ustadzah nya pada saat meluruskan pertanyaan saya, bahwa beda pengertiannya antara pemikiran islam dan pola pikir islam. Pemikiran islam adalah sekumpulan ide – ide yang berasal dari Islam, seperiti fiqih, politik islam, ekonomi islam, mu’amallah, waris, dan masih banyak lagi. sedangkan pola pokir islam adalah cara / pola yang digunakan oleh seseorang ketika hendak memutuskan suatu perkara atau masalah dalam hidupnya atau ketika seseorang berhadapan dengan keadaan tertentu dengan menstandarkan kepada aqidah Islam. Jika tidak seperti itu, maka pola pikirnya adalah selain Islam. Bisa jadi hawa nafsu, azaz manfaat, dsb…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm….masyaAllah saya jadi merenung, ketika kemarin2 yang merasa kehilangan arah, jangan – jangan saya sedang menggunakan pola Islam dalam berfikir. Trus apa? Hawa nafsu?? Atau Manfaat?? Atau dua – dua nya? Waah Bahaya besar ini..!! teteh dan sahabat sekalian, teruslah waspada!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus bagaimana dong supaya pola fikir kita islami??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gini sahabatku, bercerita tentang pola fikir, aktivitas apa sih yang akan kita pola kan?? Aktivitas berfikir kan. Dalam melakukan aktivitas berfikir, kita harus tahu dulu tentang komponen2 yang harus ada dalam berfikir, apa aja?? Yaitu yang pertama adalah fakta. Ini wajib ada! Kenapa? Ya iyalah, secara! Apa yang mau difikirin kalo ga ada objek faktanya! Misalnya fakta kenaikan Harga BBM. Kita cari tahu fakta sebanyak – banyak nya dan sevalid2 nya tentang kenaikan BBM. Setelah kita tahu faktanya, trus bagaimana?? Bagaimana pendapat kita tentang kenaikan BBM?? Dan dari jawaban kita ini yang nantinya pola pikir kita islami atau nggak. Dan jawaban ini juga berkaitan erat dengan komponen yang kedua, yaitu informasi2 yang ada dalam otak kita kalau dalam bahasa arab nya ma’lumat tsabiqoh (informasi2 yang sudah ada dalamotak kita). Kok bisa?? Karena pada saat seeorang itu sedang memikirkan sesuatu, misalnya kenaikan BBM, maka pada saat itu sebenarnya dia sedang mengkaitkan kenaikan harga BBM dengan informasi2 yang ada di dalam otaknya. Jika informasi yang ada dalam otaknya, misalnya hanya “uang ku sangat banyak, maka hasil produk pemikirannya adalah “waaah, nggak masalah harga BBM naik, kan uangku banyak”. Atau misalnya informasi yang ada dalam otaknya hanya harga minyak dunia mengalami naik, tanpa dia tahu informasi lebih banyak lagi bahwa ada konspirasi2 dibalik itu, trus rakyat miskin akan semakin miskin dengan kenaikan harga BBM, maka bisa kita tebak produk pemikirannya, “wajar kok, pemerintah menaikan harga BBM, supaya APBN kita tidak membengkak”. Yang paling celakanya lagi adalah sahabatku, jika dalam otak nya itu tidak ada informasi mengenai bagaiamana sih Islam memsahabatng kenaikan harga BBM???apa sih hukumnya??berdosa nggak ya pemerintah??dzalim nggak ya??. Itulah entry point nya, ketika itu nggak ada dalam benak seseorang,maka bisa dikatakan sesorang itu tidak menggunakan Islam sebagai cara nya ketika berfikir. Oleh karena itu, ketika kita ingin menjadikan pola fikir kita islam, maka harus memperbanyak informasi2 mengenai Islam dalam segala hal. Dan komponen yang ketiga adalah otak yang sehat, ya iyalah lagi, bagaimana mau berfikir kalau alat nya nggak ada.makanya sahabatku, rawatlah otak sahabat, dengan memakan makanan yang menyehatkan dan jangan lupa susu dan buah2 an..(hehe kayak yang suka minum susu aja, ini juga sekalian mengingatkan diri sendiri). Dan satunya lagi adalah panca indera, fungsinya untuk menangkap fakta yang akan dijadikan objek berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana?? pusing??? Alhamdulillah kalau pusing berarti sahabat sedang melakukan proses berfikir, kalau nggak pusing, berarti sahabat cerdas (positive kan dua-duanya?^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah tau kan sekarang bagaimana supaya kita mempunyai pola fikir Islami, (sudahh….) Alhamdulillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, terkait sama pertanyaan saya diawal, terus bagaimana menjaga pola pikir yang sudah islami supaya tetap konsisten??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah senantiasa menjaga ketaatan kepada Alah, yang kedua adalah senantiasa mengkaji Islam, ketiga sering berdiskusi, menjaga lingkungan pergaulan dengan orang – orang yang sholeh, tapi bukan berarti kita tidak boleh bergaul dengan orang2 yang notabane nya tidak menggunakan Islam sebagai stsandar hidupnya, justru kita harus menyampaikan Islam kepada mereka, yang harus adalah bahwa seringnya sehari – hari kita berada dalam lingkungan yang sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertanyaan saya terjawab, sekarang masuk pada pertanyaan yang kedua, kembali ustadzah mempersilakan kepada yang hadir untuk bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak ada yang bertanya, mungkin sudah pada faham semua kali ya dan tidak ada masalah..(mudah2an..insyaAllah). hingga akhirnya ustadzah menawarkan kepada si akhwat jepang itu jikalau dia mau bertanya. Dan akhirnya beliau pun tersipu – sipu malu khas jepang..(emang tersipu2 malu khas indonesia kayak gimana ya..;)) ). “saya boleh bertanya gitu?” dengan bahasa indonesia yang masih terbata – bata. Ustadzah mengatakan “ya tentu boleh, jika saya bisa menjawab sekarang, insyaAllah saya jawab sesuai dengan kemampuan saya, tapi jika tidak, insyaAllah menjadi PR, atau mungkin teman2 disini bisa menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar, saya coba mengingat2 dulu apa yang beliau sampaikan…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, sebelum membahas pertanyaannya, perlu sahabat ketahui, bahwa si akhwat jepang itu adalah mu’allaf, beliau sedang studi di UGM fak.ilmu budaya dan akhirnya beliau masuk Islam, dna ingin mengkaji Islam, dan oleh temennya di kenalkan pada temen saya, dan beliau sangat tertarik dengan baju yang dikenakan oleh teman saya, yaitu pakaian yang menjadi kewajiban ketika hendak keluar rumah, yaitu Jilbab (Q.S Al-Ahzab : 59), dan oleh teman saya dihantarkanlah ke salah satu toko yang menyediakan jilbab, kata informasi yang saya dengan sih, beliau memborong jilbab2 yang ada disana. Subhanallah ya…orang yang baru masuk Islam sangat bersemangat sekali dalam menjalankan perintah Allah, tapi wanita muslim yang sudah Allah karuniakan Islam dari sejak lahir enggan untuk menutup auratnya dengan sempurna, dengan alasan ingin membenahi hati dulu lah, pelan –pelan lah (mau pelan2 sampai kapan bu…??emang ibu tau mau meninggal kapan??emh emh…), aduh gerah pake pakaian kaya gitu, atau boro – boro pake pakaian jilbab, pake kerudung juga nggak…masyaAllah…na’udzubillahimindzalik…mari kita do’akan sahabat2 kita yang masih belum mengindahkan perintah Allah ini supaya tergerak untuk menyegerakan perintah Allah, karena sesungguhnya siksa Allah begitu berat ketika kita tidak menjalankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekilas info tentang background si akhwat jepang. Kembali ke pertanyaan si akhwat jepang. Beliau berkata “Syaya baru tahu, kalau kita ingin masyuk syurga maka kita harus beragama Islam, harus sholat, berpakaian seperti ini (memakai jilbab dan khimar/kerudung), jika nggak maka akan masyuk neraka, terusy bagaimana dengan orang – orang jepang yang tidak tahu tentang Islam, karena orang – orang jepang banyak yang tidak tahu tentang agama Islam, apakah mereka akan masyuk neraka?” kalau iya, kasyian syekali mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang sederhana, tapi subhanallah bagi saya pertanyaan nya sangat mendalam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadzah agak kebingungan juga menjawab nya, tapi bukan kebingungan karna tidak tahu jawbannya kali, tapi kebingungan dlm menyampaikan, hrs milih kata2 yang beliau fahami, dan dengan informasi2 tentang Islam yang baru dia dapatkan (masih ingat kan dengann komponen berfikir???) ketika masih sedikit informasi2 islam dalam otaknya, maka itu lah yang akan menjadi informasi pertama yang akan dia simpan..jadi harus pelan2 menyampaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadzah menyampaikan kurang lebih seperti ini: ” Di jepang sana, ada tokoh Islam yang bernama hasan konakata. Kata beliau, di jepang orang sangat tidak tertarik berbicara tentang agama, jadi kalau berbicara soal agama dengan orang jepang, sama saja seperti berbicara dengan batu. Jadi sebetulnya sudah ada informasi mengenai Islam, akan tetapi sebetulnya mau nggak orang2 jepang itu memikirkan Tuhan, dari mana dia berasal, mau kemana setelah kehidupan di dunia.apalagi di zaman internet seperti sekarang ini, segala informasi mudah sekali untuk didapatkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus si akhwat jepang itu belum puas dgn jawabannya, terus bagaimana dengan orang2 timor – timur, yang hidup di perdalaman, dll. Apakah mereka tetap akan masuk neraka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus beliau juga mengungkapkan bahwa “ketika di jepang, saya juga punya teman seorang muslim, memakai pakaian seperti ini, dia sering bangun di pagi hari melakukan gerakan2 yang tidak saya ketahui saat itu, tapi dia tidak memberi tahukan kepada syaya bahwa beliau itu sholat, saya hanya terheran2 syaja saat itu kenapa dia melakukan gerakan2 seperti itu, kenapa dia memakai pakaian yang tertutup dan berkerudung. Dia juga tidak memberitahukan kepada saya bahwa ketika seseorang tidak masyuk Islam, dia tidak akan masuk syurga. Padahal menurut saya, ketika dia tahu itu harusnya dia memberitahukan orang2, harus masyuk kepada agama Islam, harus Sholat, dsb, tidak untuk dirinya sendiri,kalau begitu menurut syaya dia ingin masyuk syurga syendirian kan..” kasyian syekali orang2 jepang..kalau saja saya tidak belajar di Indonesia mungkin syaja juga tidak akan mengenal Islam dan akan masyuk neraka…,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga berkata, banyak syekali teman2 saya juga yang ada di amerika, eropa, di mana2 yang tidak mengenal Islam, dan orang2 Islam tidak memberitahukan pada kami, tidak memperkenalkan Islam. Kasyian kan?? Menurut syaya, harusnya orang2 Islam memberik tahu tentang Islam kepada kami.”beliau mengulangi kalimat nya lagi..dan itu sangat menusuk sekali buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kadang kita selalu mendahului Allah, saat kita akan menyampaikan Islam pada orang lain, kadang sering sekali ada perasaan takut, takut orang lain tidak menerima, malu, tidak PD, dsb…padahal masyaAllah, menyampaikan Islam adalah perintah Allah..yang sering kita dengar dengan kata DAKWAH, AMAR MAkRUF NAHIY MUNKAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan nanti, ketika lebih dari 1000 orang akan menuntut hal yang serupa seperti saudari kita dari jepang tadi kepada kita yang sudah mendapatkan informasi Islam terlebih dulu…apa yang akan kita jawab di hadapan Allah kelak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, tidak ada aktivitas yang tidak ada hikmah nya, pertanyaan si akhwat jepang itu cukup membuat hati saya tersentak, dan juga sepatutnya sahabat sekalian yang membaca blog ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya – rasanya saya dan tentunya sahabat seperti diingatkan kembali pada Firman Allah dalam Q.S Ali Imron 104 :“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan tentunya masih banyak lagi ayat2 Allah yang menyuruh kita untuk menyamapaikan Islam, menyeru kepada Islam yang tentunya dalam Islam itu ada kebajikan yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentunya dalam mendakwahkan Islam, kita tidak bisa sendiri, perlu ada jama’ah sehingga dakwah Islam semakin kuat, dan selain jama’ah, Islam memerlukan sesuatu yang lebih kuat lagi untuk mendakwah kannya ke penjuru dunia, yaitu sebuah negara Islam yang akan mempimpin kaum muslimin di seluruh dunia, menyatukan negeri2 muslim dan bersama – sama menyebarluaskan Islam kepada penjuru dunia, sehingga tidak terlewat 1 kota pun oleh Islam,sehingga tidak ada lagi chiko – chiko yang lain yang harus mengenal Islam di Indonesia…tidak ada cara lain selain seluruh negeri muslim bersatu dalam satu naungan yaitu Khilafah Rosyidah seperti yang telah dijanjikan. Itulah satu-satu nya cara (thariqoh) dalam mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia seperti yang telah dicontohkan oleh Rosulullah Muhammad SAW dan para khalifah sesudahnya. Islam adalah rahmat seluruh Alam. “Padahal Al-Quran itu tidak lain adalah peringatan untuk seluruh alam” (Q.S Al-Qalam :52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berakhir pada jam 20.58 WIB, @hanifah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-5508745828635275495?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/5508745828635275495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/06/kajian-openhouse-ht-yang-menusuk-hati.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/5508745828635275495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/5508745828635275495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/06/kajian-openhouse-ht-yang-menusuk-hati.html' title='Kajian Openhouse HT  yang menusuk hati!!'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nx0Pyfc-GiU/SdmW7ZBwbtI/AAAAAAAAACk/sc1yBJB-h50/s72-c/openhouse.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-9087151946555783126</id><published>2008-06-15T10:40:00.000+07:00</published><updated>2008-06-16T13:12:28.158+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;--Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu—&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Itulah yang saya simpulkan dari pengalaman saya di hari sabtu kemarin…kenapa saya bisa menyimpulkan demikian…karena begini ceritanya…;))&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Di minggu2 ini saya merasakan ada bagian yang hilang dari diri saya…hidup menjadi hambar dan tidak nyaman dengan diri sendiri…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Setelah saya coba untuk menganalisa, apa yang terjadi dengan diri saya, bahwa ternyata ada beberapa aktivitas rutin yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;saya tinggalkan…diantaranya adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Sudah hampir lama juga ternyata saya tidak mengikuti PU Ngobras (Ngobrolin Islam di Rabu sore)..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Ke kajian shaum sunnah pun juga sering bolong – bolong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Pada intinya adalah jarang menghadiri majelis ilmu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Sehingga akibatnya saya dijauhkan dari lingkungan orang – orang shalih dan dijauhkan dari tempat yang banyak malaikat mendo’akan disana…Selain itu juga mungkin saya terlalu banyak melakukan aktivitas – aktivitas yang hukumny adalah mubah…Astaghfirullah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;dari situlah mungkin hingga akhirnya mengakibatkan hidup ini menjadi tidak bersemangat dan kehilangaan arah karena sebenarnya pada saat itu syaitan sedang berusaha membelokan arah kehidupan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Ini berbeda dengan hari sabtu kemarin. Pada hari itu saya menghadiri kajian sabtu duha di mesjid Ulil Albab yang diadakan Takmir Mesjid Ulil Albab. Ada perasaan gembira dan senang setelah pulang dari sana, seperti ada secercah cahaya yang masuk ke dalam hati yang sedang gelap…tema kajian nya tentang penyikapan terhadap Kasus Ahmadiyah dan FPI…untuk resumenya dalam pembahasan tersendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Setelah itu di malam hari nya Allah masih menganugerahkan nikmat ilmu-Nya kepada hamba-Nya yang lemah ini. Malam ahad kali ini saya masih berada di luar rumah, sebuah aktivitas yang jarang sekali saya lakukan. Biasanya hanya di rumah, nongkrong di depan radio MQ 92,3 FM mendengarkan acara curhatannya para remaja dan kaum2 yang sedang menghadapi permasalahan gharizah nawu’ nya (exm : ketertarikan thd lawan jenis, kasih sayang, dan hal2 yang terkait dgn itu)..tapi kali ini beda, saya dan temen2 crew MQ dijakin mas andy (si bos) and mas reza utk mengikuti acara salah satu penyiar MQ FM yaitu mas reza alias oman yang mau ngisi materi teori komunikasi di salah satu acara pemuda-pemudi salah satu desa, yang ternyata adalah acara pengajian (waahh seneng nya saya saat itu ketika tahu acaranya adalah acara pengajian). Dan Alhamdulillah banyak yang saya dapatkan dari sana, tentunya salah satunya adalah cara – cara dalam berkomunikasi dan ada hal – hal lain yang saya rasakan, seperti motivasi dan semangat baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;O iya, sebelum ke kajian pun saya dapat ilmu IT tentang mengedit2 &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;video menggunakan salah satu software utk editing video...hihihi mungkin orang lain sudah pada jago..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Sehingga pada hari sabtu kemarin, nikmat Ilmu yang Allah karuniakan sangat banyak, mulai ilmu IT, Islam, dan teori berkomunikasi….Subhanallah..itu baru nikmat yang disadari, sedangkan nikmat yang tidak disadari pasti lebih banyak…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Jadi kesimpulannya adalah teman – teman ku…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Ilmu adalah pupuk dari iman, ketika kita menjauh dari ilmu maka sesungguhnya kita sedang menghancurkan iman kita sendiri…tapi tentunya tidak cukup sekedar mencari ilmu…tapi mencari ilmu dengan niat yang benar yang akan menjadi pupuk iman..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Kita memang tidak kuat jika sendiri, maka carilah lingkungan yang dapat menguatkan iman kita…berkumpul dengan orang-orang sholeh seperti dalam lagunya opik yang dilansir dari salah satu hadist, dan sudah kewajiban kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menggabungkan diri dalam dakwah berjama’ah, sehingga pada saat futur, ada orang yang rela mengingatkan kita.. dan juga untuk saya sendiri dan teman – teman ku seperjuangan, jangan enggan untuk menegur ketika ada salah satu dari kita ada yang salah..jangan sampai nanti di akhirat dia mengatakan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“dimana kalian ketika saya sedang futur…???”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Senantiasa meminta kepada Allah untuk senantiasa berada dalam ketaatan kepada-Nya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Masih ada lagi..tapi dah ditungguin orang..nanti lagi ya….;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-9087151946555783126?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/9087151946555783126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/06/allah-akan-meninggikan-derajat-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/9087151946555783126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/9087151946555783126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/06/allah-akan-meninggikan-derajat-orang.html' title=''/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-7864007274565687827</id><published>2008-05-15T14:24:00.001+07:00</published><updated>2009-04-06T12:29:11.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Tausyiah AA Gym</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Seperti biasa aktivitas saya di pagi hari jam 5 subuh nongKrong di depan Radio sambil dengerin MQ 92,3 FM…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang seharusnya ngisi kajian pagi ini ust. miftah farid, tapi beliau tidak bisa karena sedang ada tugas (tugas dakwah) mungkin ke luar negeri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang akhirnya diganti oleh Aa Gym, tadi pagi Aa mengisi tausyiah tentang hikmah di antara pro dan kontra naiknya harga BBM..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kurang lebih resume nya seperti ini,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Bahwa sebagai seorang muslim, ketika dihadapkan terhadap berbagai peristiwa, termasuk nainya harga BBM, seharusnya sikap kita :&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;semakin      membersihkan tauhid kita&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;menjauhkan      diri kita dari syirik yang tidak terasa (syirik khafi), misal bergantung      kepada selain Allah SWT&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;harus      semakin membersihkan dari dosa dengan cara taubat&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;menjadi      orang sebaik2 orang yaitu orang yang paling bermanfaat untuk orang lain.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan ada beberapa pertanyaan yang masuk lewat line telpon, diantaranya :&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;cara      untuk memurnikan ibadah kepada Allah, bagaimana?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;Allah telah menurunkan Al-Quran dan As-Sunnah kepada manusia, dan Allah telah menjelaskan cara2 beribadah di dalamnya. Dan Allah juga mengutus Rosulullah SAW sebagai contoh aplikasi dari Al-Quran. Jadi kita sebagai seorang muslim harus terus dan terus belajar dan memahami Al-Quran dan mencontoh Rosulullah dalam setiap aktivias kita.&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;apakah      termasuk dosa jika melawan guru?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;Tergantung, kalau gurunya mengajak pada kemaksiatan, maka kita wajib untuk beramar makrif nahiy munkar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;Jika kita punya guru yang senantiasa berada dalam jalur Al-Quran dan Sunnah, maka itu adalah karunia dari Allah SWT.&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;tentang      seorang isteri and suami..&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;menjemput rezeki (nafkah) adalah kewajiban seorang suami. Tapi yang harus menghujam dalam hati bahwa yagn memberikan rezeki adalah Allah SWT, bukan suami. Suami hanya menjadi jalan datangnya rezeki. Makanya jika ada isteri yang takut suaminya meninggal, kehilangan, atau menikah lagi, itu berarti sang isteri masih menganggap bahwa suamilah yang memebrikannya rezeki.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan akhirnya kajian ditutup dengn do’a&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengingatkan kepada kita semua, bahwa Allah Maha Tahu apa yang kita kerjakan, Maha Mendenganr apa yang kita ucapkan, Maha Sayang terhadap kita karena kita adalah Ciptaan Allah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saudara2 dan saudariku dimanapun kalian berada..Allah lebih sayang dari diri kita sendiri, oleh karena itu mari kita bersama2 lebih meningkatkn rasa Cinta kepada Allah dengan senantiasa mengikatkan diri kita pada aturan yang telah Allah berikan…dan memohon kepada Allah untuk mampu melaksanakannya…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ya Allah ini yang saya dengar dan coba saya sampaikan…Mampukanlah kami untuk melaksanakan ilmu yang telah Engkau karuinakan kepada kami&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-7864007274565687827?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/7864007274565687827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/05/seperti-biasa-aktivitas-saya-di-pagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/7864007274565687827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/7864007274565687827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/05/seperti-biasa-aktivitas-saya-di-pagi.html' title='Tausyiah AA Gym'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-4945307370801702805</id><published>2008-05-10T17:31:00.000+07:00</published><updated>2008-06-10T15:50:19.231+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>renungan malam</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;8 mei 2008 “20.00 WIB”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Subhanallah Walhamdulillah Walaailaha illa llah…hanya itu yang bisa saya ucapakan atas segala kekuasaannya dalam menciptakan dunia ini beserta segala keteraturannya…dan yang mengatur waktu begitu sempurna, memasukkan siang ke dalam malam, memasukkan malam ke dalam siang. Subhanallah..begitulah setiap harinya…dan manusia pun tak kuasa menolak ketetapan itu, ketika Allah memasukkan malam, seakan manusia ‘dipaksa’ untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meninggalkan siang nya dan menjalani kehidupannya di malam hari…begitulah setiap harinya, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya jadi ingin merenung bberapa tahun silam ke belakang, dimana saya tidak mensyukuri waktu yang Allah berikan, waktu yang hanya dibuang percuma untuk kegiatan2 yang sebetulnya tidak ada gunanya, yang saat ini mungkin juga dialami oleh sebagian besar saudari2 saya di dunia, yang terperangkap oleh jebakan orang2 kafir &amp;amp; syaiton yang terkutuk yang menawarkan kebahagiaan2 semu..mungkin seperti pacaran,,,gaul bebas,,,sok cantik dengan pakaian yang seba minim dan ketat,,,ada yang sok sibuk dengan kerjaannnya sehingga melalaikannya dari kewajibannya sebagai seorang muslim yang sebetulnya sangat banyak, ada yang menghabiskan waktunya untuk senantiasa mengasah keilmuannya di bidang yang disenanginya tapi lupa dengan ilmu yang telah Allah WAJIB kan untuk mencarinnya…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tidak salah jika ingin berpenampilan menarik (baca : rapi dan indah) karena Allah pun suka dengan keindahan, tidak salah sibuk dengan kerjaannya karena seorang muslim diwajibkan untuk bersungguh2 dengan pekerjaannya, tidak salah untuk senantiasa mengasah keilmuan bidang kita2 masing, bahkan Allah menjadikannya fardlu kifayah untuk mencarinya dan menggalinya…hanya saja SEMUA nya itu haruslah senantiasa berada dalam jalur yang telah Allah tetapkan..&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Allah Maha Penyayang terhadap hamba2-Nya&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah, semoga kami dapat Istiqamah di jalan ini…karena untuk bertahan di Jalan ini sangat lah sulit di tengah2 sistem kemaksiatan yang senantiasa mengelilingi kita..mempertahankan ISLAM secara individupun di tengah2 peradaban sekuler ini skarang ini sangatlah sulit, karena disetiap pojok senantiasa ada kemaksiatan, bagaimana tidak? Kemaksiatannya didukung oleh sistem…sehingga melaksanakan kemaksiatan berjama’ah, sehingga Tak heran, jika Allah menimpakan musibah2, bencana2 yang tak henti2 nya..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-4945307370801702805?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/4945307370801702805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/05/renungan-malam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/4945307370801702805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/4945307370801702805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/05/renungan-malam.html' title='renungan malam'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-6386198439421952816</id><published>2008-05-06T12:48:00.001+07:00</published><updated>2009-04-05T15:12:36.976+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Membaca bukan sekedar Hoby</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dua syarat membaca :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Membaca karena Allah SWT, artinya membaca harus dengan nama Allah SWT, tidak boleh membaca yang membuatnya murka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Hendaknya dengan membaca suatu ilmu, tidak mengeluarkan kita dari sifat rendah hati. Anda tidak boleh sombong dengan keilmuan kita. Karena ilmu yang kita miliki adalah pemberian dari Allah SWT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;10 cara menumbuhkan minat baca :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Apa tujuan kita membaca?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ini adalah yang paling penting, menghadirkan niat. Apa dan mengapa kita membaca?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kita membaca karena Allah memerintahkan kita untk membaca. Dalam rangka menaati perintah Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kita membaca supaya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Bermanfaat di dunia dan di akhirat, di dunia tidak akan beruntung tanpa ilmu, di akhirat tidak akan beruntung tanpa ilmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Bermanfaat bagi orang2 di sekitar kita, mamah, bapak, adik2 ktia dan anak2 kita kelak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Beguna bagi saudara, karib kerabat, teman2, orang2 yang sya kenal, org 2 yang tdk kita kenal. Sehingga kita bagaikan minyak wangi. Yakni setiap kali orang mendekat, orang akan mengambil manfaatnya, yakni mencium bau harumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Berguna bagi umat. Dgn membaca, umat kita slalu menjadi panutan bagi umat2 yg lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Mendapat keridloan Allah SWT, Rabb semesta alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ini cara pertama dan terpenting yang bisa membantu kita supaya membaca, menghadirkan niat, dan menentukan tujuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Menyusun perencanan dalam Membaca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Supaya dapat senang membaca maka kita harus membuat perencanaan dalam membaca. Tak ada gunanya membaca asal – asalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Hal yang harus diperhatikan dalam menyusun sebuah perencanaan yaitu fasilitas yang kita miliki, yang disesuaikan dengan kemampuan kita, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Waktu yang tepat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Buku yang sesuai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kapasitas untuk menguasainya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Meletakan perencanaan ketiga hal tesebit dalam kemampuan, exm : kita akan membaca 5 buku ini dakan waktu sekitar 5 bulan. Atau mau membaca buku spiritual reading dalam waktu 1 hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dan yang paling penting adalah konsisten dan benar – benar komitmen dengan aturan yang kita buat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Realistis dengan perencanaan yang akan dibuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Hendaklah kita punya buku untuk mengevaluasi diri sebagai alat pengontrol, yang bisa dilakukan 1 bulan sekali atau berapa bulan sekali. tanyakan pada diri sendiri apakah sudah melaksanakan sesuai dengan perencanaan, jika tidak kenapa? Apakah perencanaan nya yang salah atau ada kendala. Buat cara untuk mengevaluasi dan memperbaiki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Seperti saat ini kita sedang semangat baca buku, dan mood sekali buat baca buku. Dan ternyata memang benar, subhanallah konsentrasi nya cepet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Mengatur waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Cara yang ketiga ini untuk mengatur waktu yang tepat untuk membaca dan menggunakan waktu yang jelas – jelas kosong. Jangan menunggu sampai waktu malam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Waktu yang tepat untuk membaca adalah pada saat kita bersemangat dan sedang &lt;i&gt;mood&lt;/i&gt;, maka kita akan bisa konsentrasi dalam membaca dan berakhir dengan hasil yang memuaskan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Pilihan waktu untuk membaca :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Setelah sholat subuh sampai matahari terbit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Jeda antara maghrib dan Isya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Setelah isya’ tepat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Diantara pemilihan waktu yang jelas adalah waktu jeda antasa satu kegiatan dengan kegiatan yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Atau pada saat waktu – waktu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Di tempat berjualan, di tempat kerja saat senggang beberapa menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Di dalam kendaraan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Menunggu antrian &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Sehingga waktu luang kita untuk membaca benar – benar banyak. Oleh karena itu kita harus senantiasa bawa buku, sehingga kapan pun, dimanapun kita bisa baca buku. Hari – hari kita pun akan semakin berkah, serta umur kita pun akan terasa panjang dan lapang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Kapan ya ?? kalau kita biasanya cepet masuk nya itu pas jam – jam sore. Waktu wajibbaca bukunya kita pilih jeda antara maghrib dan isya aja dech setelah baca Al-Quran. Sunnah nya pada saat waktu kosong setelah ngajar or sebelum ngajar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Mulailah setahap demi setahap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ketika sebagian orang membaca lembaran – lembaran tentang urgensi membaca, maka semangatnya akan menggelora, meningkat hikmahnya, dan ingin cepat – cepat membaca buku dan meluangkan waktu yang sngat banyak untuk itu. Bahkan sampai akan mengorbankan kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya. Kepada orang yang seperti ini, dapat dikatakan “ hendaknya anda perlahan – perlahan atau berangsur – angsur”. Sesungguhnya agama ini sangat keras, maka laksanakanlah dengan penuh kelembutam. Khusunya lagi jika kita belum terbiasa membaca. Karena jika tidak, kita akan cepat bosan atau bahkan berhenti membaca. Kita bisa menggunakan rumus pelari maraton, di awal dia berlari perlahan dan tenang, kemudian selangkah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;demi Selangkah mulai dipercepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Totalitas dalam membaca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Membaca bukan sekedar hobi. Karena itu membaca butuh pengorbanan, waktu, harta, pemikiran dan kesungguhan. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kita membaca, supaya kita bisa menguasai setiap kata yang kita baca dan mendapatkan manfaatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Namun demikian, kita hanya akan memperoleh dari hasil membaca yang masuk ke dalam logika kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Nasihat pengarang buku ini, jika kita membaca sebuah buku, maka bacalah dengan penuh kesungguhan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ingatlah apa diminita untuk diingat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Tulislah makna – makna ilmiah yag diperoleh dari hasil bacaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Jika ada yang tidak difahami, ditulis untuk ditanyakan kepada ahlinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Jika di slah satu judul buku yang telah kita baca ada hal – hal penting, atau ada usulan bahkan ide, maka tulislah dalam buku kita atau laptop kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Bila kita selalu berkomitmen dengan hal ini, maka kita akan senantiasa konsentrasi dengan apa yang kita baca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Selain itu, kita akan mendapatkan kemampuan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;besar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dan ilmu kita pun akan bertambah menjadi berlipat ganda dari apa yang tidak kita bayangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Mengikat makna secara teratur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dapat dilakukan dengan sistem pencatatan yang rapi. Selalu menjaga keteraturan dan kerapian sangat dibutuhkan dalam segala aspek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Karena itu biasakanlah untuk mencatat berbagai ilmu dalam buku khusus. Jangan menulis asal – asalan. Sebab seorang muslim itu selalu teratur dalam urusannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Atau jika kita punya banyak spesialisasi, bagillah buku itu untuk beberapa permasalahan. Dan diletakan dalam tempat yang teratur pula sehingga pada suatu saat nanti kita membutuhkannya, pencarian nya dapat dilakukan dengan mudah, sehingga tercipta efisiensi dan efektifitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Orang yang menerima ilmu dapat terbagi menjadi dua macam :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Orang yang banyak mendapatkan ilmu dari timur dan barat, tapi tidak detail dantidak teratur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Orang yang sangat teratur pengetahuannya, yang hal itu menunjukan bahwa akalnya juga teratur. Orang yang seperti ini tahu segala sesuatu setelah melakukan perhitungan secara detail. Mereka tidak jauh dari tujuan mereka dan tidak keluar jauh dari permasalahannya. Namun hal seperti ini tidak mudah diraih kecuali dengan latihan dan latihan, dan manfaat yang didapatkan pun akan sangat banyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Buat perpustkaan di rumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Masukan ini ke dalam kategori proyek penting kita. Perpustakaan ini bukan kebutuhan tersier, tapi merupakan sekunder, tidak perlu yang mewah dan bagus yang penting adalah ada satu ruangan yang terdapat buku di dalamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Hendaknya dalam pikiran kita ada proyek yang jelas untuk membeli buku yang banyak, dan nasihat ini bukan hanya untuk orang – orang kaya, tapi juga orang – orang miskin. Sebab, jika manusia mengetahui nilai suatu buku, maka ia akan mengambil jatah makan danminumnya untuk buku!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Manfaat yang didapatkan akan sangat banyak sekali. salah satunya akan menjadi sedekah jariyah yang sangat agung untuk anak – anak kita atau mungkin bahkan cucu – cucu kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Sampaikan apa yang anda baca!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Cara yang kedelapan ini, berkaitan dengan hadist Nabi Muhammad SAW “Sampaikan yang datang dariku walau hanya satu ayat”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Maka manusia dituntut untuk mengajarkan orang lain apa yang telah ia pelajari. Dalam hal ini, faedahnya sangat banyak sekali, diantaranya ialah agar ilmu itu terpatri dalam otak kita, dan prang lain pun dapat mendapatkan manfaatnya. Selain itu, apabila kita mengajarkan ili pada orang lain dan orang lain itu melaksanakannya makan kita akan mendapatkan kebaikan dari orang tersebut tanpa mengurangi pahala nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Bantu sahabat anda dalam membaca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dalam cara ini, kita bisa membuat kelompok membaca. Bisa dua, tiga atau empat orang. Masing – masing orang membaca buku yang temanya berlainan, dan setelah itu adakan satu pertemuan satu atau dua pekan sekali. selanjutnya masing – masing menyampaikan hasil bacaan. Dengan demikian masing – masing akan bertukar ilmu dalam tata cara yang beraturan dan menyenagkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Carilah Ilmu dari para ulama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Satu cara lagi yang dapat membantu kita dalam membaca yaitu mengambil ilmu dari para ulama, ahli atau orang yang berpengalaman. Sehingga dalam hal ini kita baru memulai ketika orang lain sudah selesai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Bertanyalah kepada ahli, “ buku apayang anda baca?, dari buku apa anda memulai?, buku manayang lebih bagus dalam masalah ini?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ulama zaman dahulu, mengambil ilmu dariyang lain danmemulai ketika orang yang sebelumnya sudah selesai. Kemudian, ia mengambil faedahnya dari mereka dan yang lainmengambil faedah darinya. Tetapi tidak seorang pun dari mereka yang meresa leih baik dari yang lain dalam hal belajar dan mencari ilmu, bahkan malah membuat mereka merasa rendah hati. Hal tersebut tampak jelas pada kisah paraimam yang agung dan mulia. Seperti Al- Bukhari, An –Nawawi, Ibnul Qayyim, dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;sumber :&lt;/span&gt;   &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Buku Spiritual Reading “Hidup lebih bermakna dengan Membaca” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Karangan Dr. Raghib As-Sirjani (penulis buku super best seller “Misteri Sholat Subuh”) bersama Amir Al-Madari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-6386198439421952816?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/6386198439421952816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/05/membaca-bukan-sekedar-hoby.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/6386198439421952816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/6386198439421952816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/05/membaca-bukan-sekedar-hoby.html' title='Membaca bukan sekedar Hoby'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-7585471818435106534</id><published>2008-05-06T12:48:00.000+07:00</published><updated>2008-06-10T15:54:11.823+07:00</updated><title type='text'>Membaca</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dua syarat membaca :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Membaca karena Allah SWT, artinya membaca harus dengan nama Allah SWT, tidak boleh membaca yang membuatnya murka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Hendaknya dengan membaca suatu ilmu, tidak mengeluarkan kita dari sifat rendah hati. Anda tidak boleh sombong dengan keilmuan kita. Karena ilmu yang kita miliki adalah pemberian dari Allah SWT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;10 cara menumbuhkan minat baca :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Apa tujuan kita membaca?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ini adalah yang paling penting, menghadirkan niat. Apa dan mengapa kita membaca?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kita membaca karena Allah memerintahkan kita untk membaca. Dalam rangka menaati perintah Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kita membaca supaya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Bermanfaat di dunia dan di akhirat, di dunia tidak akan beruntung tanpa ilmu, di akhirat tidak akan beruntung tanpa ilmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Bermanfaat bagi orang2 di sekitar kita, mamah, bapak, adik2 ktia dan anak2 kita kelak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Beguna bagi saudara, karib kerabat, teman2, orang2 yang sya kenal, org 2 yang tdk kita kenal. Sehingga kita bagaikan minyak wangi. Yakni setiap kali orang mendekat, orang akan mengambil manfaatnya, yakni mencium bau harumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Berguna bagi umat. Dgn membaca, umat kita slalu menjadi panutan bagi umat2 yg lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Mendapat keridloan Allah SWT, Rabb semesta alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ini cara pertama dan terpenting yang bisa membantu kita supaya membaca, menghadirkan niat, dan menentukan tujuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Menyusun perencanan dalam Membaca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Supaya dapat senang membaca maka kita harus membuat perencanaan dalam membaca. Tak ada gunanya membaca asal – asalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Hal yang harus diperhatikan dalam menyusun sebuah perencanaan yaitu fasilitas yang kita miliki, yang disesuaikan dengan kemampuan kita, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Waktu yang tepat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Buku yang sesuai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kapasitas untuk menguasainya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Meletakan perencanaan ketiga hal tesebit dalam kemampuan, exm : kita akan membaca 5 buku ini dakan waktu sekitar 5 bulan. Atau mau membaca buku spiritual reading dalam waktu 1 hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dan yang paling penting adalah konsisten dan benar – benar komitmen dengan aturan yang kita buat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Realistis dengan perencanaan yang akan dibuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Hendaklah kita punya buku untuk mengevaluasi diri sebagai alat pengontrol, yang bisa dilakukan 1 bulan sekali atau berapa bulan sekali. tanyakan pada diri sendiri apakah sudah melaksanakan sesuai dengan perencanaan, jika tidak kenapa? Apakah perencanaan nya yang salah atau ada kendala. Buat cara untuk mengevaluasi dan memperbaiki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Seperti saat ini kita sedang semangat baca buku, dan mood sekali buat baca buku. Dan ternyata memang benar, subhanallah konsentrasi nya cepet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Mengatur waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Cara yang ketiga ini untuk mengatur waktu yang tepat untuk membaca dan menggunakan waktu yang jelas – jelas kosong. Jangan menunggu sampai waktu malam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Waktu yang tepat untuk membaca adalah pada saat kita bersemangat dan sedang &lt;i&gt;mood&lt;/i&gt;, maka kita akan bisa konsentrasi dalam membaca dan berakhir dengan hasil yang memuaskan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Pilihan waktu untuk membaca :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Setelah sholat subuh sampai matahari terbit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Jeda antara maghrib dan Isya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Setelah isya’ tepat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Diantara pemilihan waktu yang jelas adalah waktu jeda antasa satu kegiatan dengan kegiatan yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Atau pada saat waktu – waktu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Di tempat berjualan, di tempat kerja saat senggang beberapa menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Di dalam kendaraan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Menunggu antrian &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0.75in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sehingga waktu luang kita untuk membaca benar – benar banyak. Oleh karena itu kita harus senantiasa bawa buku, sehingga kapan pun, dimanapun kita bisa baca buku. Hari – hari kita pun akan semakin berkah, serta umur kita pun akan terasa panjang dan lapang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Kapan ya ?? kalau kita biasanya cepet masuk nya itu pas jam – jam sore. Waktu wajibbaca bukunya kita pilih jeda antara maghrib dan isya aja dech setelah baca Al-Quran. Sunnah nya pada saat waktu kosong setelah ngajar or sebelum ngajar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Mulailah setahap demi setahap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpLast"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ketika sebagian orang membaca lembaran – lembaran tentang urgensi membaca, maka semangatnya akan menggelora, meningkat hikmahnya, dan ingin cepat – cepat membaca buku dan meluangkan waktu yang sngat banyak untuk itu. Bahkan sampai akan mengorbankan kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya. Kepada orang yang seperti ini, dapat dikatakan “ hendaknya anda perlahan – perlahan atau berangsur – angsur”. Sesungguhnya agama ini sangat keras, maka laksanakanlah dengan penuh kelembutam. Khusunya lagi jika kita belum terbiasa membaca. Karena jika tidak, kita akan cepat bosan atau bahkan berhenti membaca. Kita bisa menggunakan rumus pelari maraton, di awal dia berlari perlahan dan tenang, kemudian selangkah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;demi Selangkah mulai dipercepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Totalitas dalam membaca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Membaca bukan sekedar hobi. Karena itu membaca butuh pengorbanan, waktu, harta, pemikiran dan kesungguhan. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kita membaca, supaya kita bisa menguasai setiap kata yang kita baca dan mendapatkan manfaatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Namun demikian, kita hanya akan memperoleh dari hasil membaca yang masuk ke dalam logika kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Nasihat pengarang buku ini, jika kita membaca sebuah buku, maka bacalah dengan penuh kesungguhan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ingatlah apa diminita untuk diingat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Tulislah makna – makna ilmiah yag diperoleh dari hasil bacaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Jika ada yang tidak difahami, ditulis untuk ditanyakan kepada ahlinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Jika di slah satu judul buku yang telah kita baca ada hal – hal penting, atau ada usulan bahkan ide, maka tulislah dalam buku kita atau laptop kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Bila kita selalu berkomitmen dengan hal ini, maka kita akan senantiasa konsentrasi dengan apa yang kita baca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Selain itu, kita akan mendapatkan kemampuan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;besar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dan ilmu kita pun akan bertambah menjadi berlipat ganda dari apa yang tidak kita bayangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Mengikat makna secara teratur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dapat dilakukan dengan sistem pencatatan yang rapi. Selalu menjaga keteraturan dan kerapian sangat dibutuhkan dalam segala aspek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Karena itu biasakanlah untuk mencatat berbagai ilmu dalam buku khusus. Jangan menulis asal – asalan. Sebab seorang muslim itu selalu teratur dalam urusannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Atau jika kita punya banyak spesialisasi, bagillah buku itu untuk beberapa permasalahan. Dan diletakan dalam tempat yang teratur pula sehingga pada suatu saat nanti kita membutuhkannya, pencarian nya dapat dilakukan dengan mudah, sehingga tercipta efisiensi dan efektifitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Orang yang menerima ilmu dapat terbagi menjadi dua macam :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Orang yang banyak mendapatkan ilmu dari timur dan barat, tapi tidak detail dantidak teratur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Orang yang sangat teratur pengetahuannya, yang hal itu menunjukan bahwa akalnya juga teratur. Orang yang seperti ini tahu segala sesuatu setelah melakukan perhitungan secara detail. Mereka tidak jauh dari tujuan mereka dan tidak keluar jauh dari permasalahannya. Namun hal seperti ini tidak mudah diraih kecuali dengan latihan dan latihan, dan manfaat yang didapatkan pun akan sangat banyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Buat perpustkaan di rumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Masukan ini ke dalam kategori proyek penting kita. Perpustakaan ini bukan kebutuhan tersier, tapi merupakan sekunder, tidak perlu yang mewah dan bagus yang penting adalah ada satu ruangan yang terdapat buku di dalamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Hendaknya dalam pikiran kita ada proyek yang jelas untuk membeli buku yang banyak, dan nasihat ini bukan hanya untuk orang – orang kaya, tapi juga orang – orang miskin. Sebab, jika manusia mengetahui nilai suatu buku, maka ia akan mengambil jatah makan danminumnya untuk buku!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Manfaat yang didapatkan akan sangat banyak sekali. salah satunya akan menjadi sedekah jariyah yang sangat agung untuk anak – anak kita atau mungkin bahkan cucu – cucu kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sampaikan apa yang anda baca!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Cara yang kedelapan ini, berkaitan dengan hadist Nabi Muhammad SAW “Sampaikan yang datang dariku walau hanya satu ayat”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Maka manusia dituntut untuk mengajarkan orang lain apa yang telah ia pelajari. Dalam hal ini, faedahnya sangat banyak sekali, diantaranya ialah agar ilmu itu terpatri dalam otak kita, dan prang lain pun dapat mendapatkan manfaatnya. Selain itu, apabila kita mengajarkan ili pada orang lain dan orang lain itu melaksanakannya makan kita akan mendapatkan kebaikan dari orang tersebut tanpa mengurangi pahala nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Bantu sahabat anda dalam membaca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dalam cara ini, kita bisa membuat kelompok membaca. Bisa dua, tiga atau empat orang. Masing – masing orang membaca buku yang temanya berlainan, dan setelah itu adakan satu pertemuan satu atau dua pekan sekali. selanjutnya masing – masing menyampaikan hasil bacaan. Dengan demikian masing – masing akan bertukar ilmu dalam tata cara yang beraturan dan menyenagkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent: -0.25in; font-family: courier new;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Carilah Ilmu dari para ulama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Satu cara lagi yang dapat membantu kita dalam membaca yaitu mengambil ilmu dari para ulama, ahli atau orang yang berpengalaman. Sehingga dalam hal ini kita baru memulai ketika orang lain sudah selesai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpMiddle"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Bertanyalah kepada ahli, “ buku apayang anda baca?, dari buku apa anda memulai?, buku manayang lebih bagus dalam masalah ini?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: courier new;" class="MsoListParagraphCxSpLast"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ulama zaman dahulu, mengambil ilmu dariyang lain danmemulai ketika orang yang sebelumnya sudah selesai. Kemudian, ia mengambil faedahnya dari mereka dan yang lainmengambil faedah darinya. Tetapi tidak seorang pun dari mereka yang meresa leih baik dari yang lain dalam hal belajar dan mencari ilmu, bahkan malah membuat mereka merasa rendah hati. Hal tersebut tampak jelas pada kisah paraimam yang agung dan mulia. Seperti Al- Bukhari, An –Nawawi, Ibnul Qayyim, dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-7585471818435106534?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/7585471818435106534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/05/membaca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/7585471818435106534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/7585471818435106534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/05/membaca.html' title='Membaca'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-3231981763903176636</id><published>2008-05-06T12:44:00.000+07:00</published><updated>2008-06-10T15:55:04.490+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="storycontent"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;November 17th, 2007&lt;/p&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;i&gt;Dan Janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati; bahkan mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya” (TQS. Al-Baqarah : 154)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Demikianlah kutipan ayat nan indah dan pas yang bisa dikenang bagi sosok seorang syabah HT Sumedang, Jawa Barat, Liling Karwati. Almarhumah dipanggil Sang Khaliq sebagai syahidah, tatkala ia melahirkan putra keduanya. Ia juga dikenal sebagai mujahidah dakwah, pejuang sejati penegak Syari’ah dan Khilafah. Dia wafat dalam kondisi pendarahan yang hebat dan merupakan kasus persalinan tergawat yang pernah dialami paramedis di RSU Kab. Sumedang. Namun, persalinan tersebut tidak mampu menyelamatkan bayinya. Sang bayi dipanggil oleh Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usai melahirkan, pendarahan hebat pun terjadi. Satu-satunya jalan untuk menghentikan pendarahan adalah operasi angkat rahin, tanpa anastesi! Almarhumah koma, dan membutuhkan darah sebanyak 12 labu untuk perawatan intensif di ruang ICU. Sejak itulah ia tak lagi sempat menyaksikan dunia ini, bahkan sekedar mengucapkan salam perpisahan bagi sahabat-sahabat yang mencintainya karena Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbagai upaya dengan penuh kasih sayang dan keikhlasan disertai iringan do’a dari seluruh syabab dan syabah yang peduli pun dilakukan, SMS berantai pun disebarkan untuk mencari yang berdarah O, dengan harapan bisa membantunya. Namun, belum sempat semua darah itu mengalir ke dalam tubuhnya, ia telah terlebih dahulu dipanggil Yang Kuasa. Allah SWT lebih mencintainya, dan memanggil almarhumah pada hari Rabu, 24 Oktober 2007, pkl. 12.30, tepat dua hari setelah ia dioperasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kini ia telah tiada dalam usia 27 tahun, meninggalkan seorang suami dan anak yang bernama Faruq Abdullah Taqiyuddin At-Tirmidzi (6 tahun). Namun, perjuangannya masih tetap hidup karena upaya keras dalam da’wah yang telah menghidupkan jiwa-jiwa yang tadinya mati dan perjuangannya tetap dikenang. Dia seorang pengemban da’wah yang istiqomah, tegar dan gigih, serta termasuk sukses dalam mengopinikan Syari’ah dan Khilafah di tengah-tengah masyarakatnya. Tiga desa telah ia rambah, Nangtung, Ciwaru dan Jamban. Daerah yang dahulu dikenal dengan kejumudan bahkan kemusyrikan, kini ia warnai dengan cahaya Islam. Banyak orang di daerah tersebut yang sempat bergabung dengan Hizbut Tahrir bersamanya, mengarungi sulitnya medan da’wah di sana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semangat mereka pun tak kalah tingginya dari orang yang telah memperkenalkan da’wah Islam terhadap mereka. Walaupun lama waktu yang harus dilalui untuk memperkenalkan da’wah sekitar dua tahun! Dapat dibayangkan bagaimana kegigihan almarhum saat mengetahui bahwa mad’u-nya adalah orang-orang desa yang sama sekali awam terhadap ajaran Islam, bahkan cenderung dekat dengan syirik; hanya tamatan SD; buta huruf arab, bahkan membaca huruf latin pun tidak lancar. Tidak hanya itu saja, medan yang harus dilalui umtuk setiap kali berkunjung ke tengah-tengah mereka adalah dengan melalui jalan yang mendaki, Namun, dengan tak kenal lelah almarhumah bersedia membimbing mereka hingga saat ini mereka tercatat sebagai daarisah di Hizbut Tahrir, dan siap melanjutkan da’wah sebagaimana yang telah dirintis sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tantangan da’wah yang ia hadapi tidaklah sedikit. Terbukti semenjak almahumah masih tercatat sebagai siswa SMEA (th 1999), ia sudah harus berhadapan dngan sistem yang menzaliminya dan berupaya dengan keras untuk tetap mempertahankan keyakinannya, mengenakan busana yang wajib bagi muslimah, Jilbab. Demikian juga dengan masyarakat di sekitarnya, tidak sedikit yang mencibir, menolak, mengejek, bahkan pernah tidak dibukakan pintu sama sekali tatkala hendak menyeru orang-orang ke dalam Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, kondisi itu kini telah berbalik hampir 180 derajat. Orang-orang justru menangisi kepergiannya, bahkan ada yang menyesali karena pernah menolak ide yang pernah disampaikannya. Sosok pengemban da’wah telah melekat dalam dirinya. Namun, bukan dalam urusan da’wah saja, ia pun menjadi tauladan dalam kesehariannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terbukti dari kesehariannya yang amat bersahaja, hampir tiap hari ia bangun sejak dini hari, dan usai shalat Tahajjud ia menyelesaikan urusan rumah tangganya. Sehinga tidak heran jika hampir semua reken-rekannya yang pernah mengunjungi rumahnya jarang menemui kondisi rumah dalam keadaan kotor ataupun berantakan, selalu dalam keadaan rapi. Karena disamping harus menyelesaikan tugasnya yang lain, ia telah mengagendakan aktivitas da’wahnya, bahkan tak jarang ia baru pulang ke rumah menjelang maghrib. Semua itu ia lakukan atas ijin dan ridlo dari suami yang mendukung ia sepenuhnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rupanya, amal shalehnya sebagai Ummu wa Robbatul bait pun telah mengantarkannya membimbing putranya menjadi anak yang shaleh. Saat sang Ayah memberitahukan bahwa Umminya telah pergi dan tidak akan kembali lagi, sang anak justru menjawab : “Ga apa-apa Umi pergi, kan ada Abi. Nanti juga Aab (panggilannya) bisa ketemu Umi di syurga”…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya, kami sahabat-sahabatnya tak ingin mengatakan salam perpisahan, namun semoga Allah SWT dapat mempertemukan kami di syurga kelak, amiin. Ukhti, semoga ukhti termasuk seperti dalam firman Allah SWT : “…Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menemuinya, maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah….” (TQS. An-Nisaa : 100).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atas nama sahabatmu,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;U. Hakimah dan Afifah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;malu ya… belum banyak yang saya lakukan untuk ISLAM&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-3231981763903176636?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/3231981763903176636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/05/november-17th-2007-dan-janganlah-kamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/3231981763903176636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/3231981763903176636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/05/november-17th-2007-dan-janganlah-kamu.html' title=''/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-2958747161668604995</id><published>2008-04-21T15:05:00.000+07:00</published><updated>2008-06-10T15:57:27.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan Halaqah'/><title type='text'>"Misteri Dibalik  Kelangkaan dan Naiknya Harga Minyak</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_nx0Pyfc-GiU/SAxNu4wNvrI/AAAAAAAAAAc/e88ErSm6wVE/s1600-h/cover.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 397px; height: 422px;" src="http://bp2.blogger.com/_nx0Pyfc-GiU/SAxNu4wNvrI/AAAAAAAAAAc/e88ErSm6wVE/s320/cover.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191609938355273394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;KATA PENGANTAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Puji dan syukur tim penulis panjatkan ke hadirat Illahi Rabbi yang telah mengkarunikan nikmat yang tidak akan pernah bisa seorang manusia dan termasuk penulis ini untuk menghitungnya. Sehingga atas segala nikmat dan petunjuk-Nya yang telah mengantarkan penulis kepada terselesaikannya buku yang berjudul “Misteri Dibalik Kelangkaan dan Kenaikan Harga minyak“.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Shalawat dan salam tidak lupa tim penulis sampaikan kepada &lt;i&gt;uswah&lt;/i&gt; kita yakni nabi Muhammad SAW, karena atas perjuangannya yang tidak pernah lelah memperjuangkan tertegaknya Dinnul Islam di muka bumi ini kita dapat merasakan indahnya Islam, mengeluarkan kita dari kegelapan menuju kepada cahaya Islam, dan nikmatnya ilmu. Ilmu yang disertai iman dan taqwa akan mengantarkan kita kepada kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Adapun tujuan dari penulisan ini a&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;ntara lain :&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Sebagai salah satu wujud rasa keprihatinan kami sebagai seorang mahasiswa muslim atas krisis yang melanda negeri ini.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Menyoroti kebijakan – kebijakan pemerintah yang terkait dengan Energi.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Memberikan solusi alternatif yang berbasis ideologis untuk menyelesaiakan salah satu krisis yang melanda negeri ini yaitu krisis energy&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;Semoga &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;dari hasil tulisan ini mampu memberikan manfaat&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; yang sebesar – besarnya &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;pembaca sekalian ditengah keterbatasan ilmu yang penulis miliki&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;d&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;apat dijadikan salah satu solusi alternatif&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; dan komprehensif&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="SV" &gt; dalam mengatasi masalah krisis energi&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;, m&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;emotivasi kaum muslimin untuk bersama – sama berjuang menerapkan Sistem Islam untuk keluar dari berbagai krisis&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; yang dialami saat ini&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dan bagi penulis, kami hanya mengharapkan ridho dan pahala dari Allah SWT. Sebagai pemilik hidup atas hadirnya buku ini dihadapan anda&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada orang tua kami, Mei alif, ST (Bundo) dan Aridhayati,ST (Mbak Ari) yang telah memberikan bimbingannya serta kepada para pembaca yang setia menyimak buku ini sampai akhir, semoga apa yang telah kita usaha ini tidak pernah bernilai percuma dihadapan Allah SWT. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Amin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Bagi anda dapat menyampaikan kritik, saran serta berkonsultasi langsung dengan penulis melalui blog halaqah situs kami http://halqah.multiply.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Yogyakarta, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;April&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4in; text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Penulis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4in; text-align: left; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoHeader" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;BAB I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;NEGERI GEMAH RIPAH LOH JINAWI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(54, 95, 145);font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Latar belakang munculnya tulisan ini adalah melihat k&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;risis multidimensi yang melanda negeri tercinta ini tak kunjung berakhir.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mulai dari krisis moneter, krisis kepercayaan, krisis pangan di berbagai wilayah tanah air, krisis energi listrik yang telah menghunjamkan pemadaman bergilir di hampir seluruh bagian negeri, krisis moral, hingga akhirnya sampai pada krisis energi yang akhir – akhir ini mulai dirasakan oleh seluruh masyarakat. Krisis energi ditandai dengan kelangkaan dan melonjaknya harga minyak tanah dan BBM yang merupakan kebutuhan primer masyarakat. Jika ditinjau dari kekayaan alam yang dimiliki negeri ini, Indonesia adalah negara yang mempunyai predikat &lt;i style=""&gt;Gemah ripah loh jenawi&lt;/i&gt;, sebuah predikat yang menggambarkan negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Namun yang sangat disayangkan predikat tersebut sepertinya tidak berlaku lagi untuk saat ini melihat berbagai krisis yang melanda negeri ini. Indonesia seakan menjadi sebuah ‘Negara Prihatin’, dikarenakan secara global kondisi Indonesia benar-benar memprihatinkan. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Indonesia pada kenyataannya memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah, termasuk di dalamnya ada beberapa jenis yang dapat digunakan sebagai sumber daya energi, atau yang lebih kita kenal dengan sektor migas (minyak dan gas-red). &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Tapi yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah kenapa negeri ini mengalami krisis energi dan apa yang menjadi sebabnya. Oleh karena itu dalam tulisan ini, kami akan mencoba menyoroti dan menganalisa yang menjadi sebab krisis energi yang melanda negeri tercinta ini, &lt;span style="color: rgb(146, 208, 80);"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;lebih dalam mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah yang selama ini mengatur sumber daya energi Indonesia beserta permasalahannya. Di dalam tulisan ini akan dipaparkan mulai dari pengertian krisis energi, sebab – sebab terjadinya krisis energi, kebijakan – kebijakan pemerintah dalam mengatasi krisis energi dan dampak dari kebijakan – kebijakan tersebut, dan sekaligus memberikan solusi alternati&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;f dan solusi komprehensif&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;yang sekiranya dapat menyumbangkan pikiran sebagai generasi penerus bangsa ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Bab II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;ENERGI dan SUMBER ENERGI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.1&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Pengertian Energi dan Sumber Daya Energi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Pengertian energi dan sumber daya energi adalah sebagai berikut :&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Energi adalah daya yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan meliputi listrik, energi mekanik dan panas.(&lt;i&gt;peraturan presiden republik indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional&lt;/i&gt;).&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Sumber energi adalah sebagian sumber daya alam antara lain berupa minyak dan gas bumi, batubara, air, panas bumi, gambut, biomasa dan sebagainya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat dimanfaatkan sebagai energi (&lt;i&gt;peraturan presiden republik indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional&lt;/i&gt;).&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.2&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Energi dan Sumber Daya Energi di Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Begitu banyak sumber daya energi yang dimiliki oleh Indonesia yang menjadi jantung kelangsungan hidup warga negara Indonesia, walaupun tidaklah sebesar yang dimiliki oleh negara – negara timur tengah. Setiap jengkalnya, bumi Indonesia tersimpan berbagai macam energi dengan jumlah cukup besar dan tersebar di setiap daerah. Kondisi itulah yang dirasakan oleh Indonesia beberapa tahun ke belakang sebelum krisis energi menimpa negeri ini. &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Pada tahun 1970-an Indonesia mampu menghasilkan minyak sebanyak 0,89 Juta barel/hari. Pada saat itu harga minyak 1,67 dolar AS/barel, dan menjadi penyumbang devisa negara sekitar 29%. Kemudian pada tahun1981, produksi minyak Indonesia meningkat dua kali lipat menjadi 1,6 juta barel/hari. Dengan harga minyak dunia 35 dolar AS/barel, devisa yang didapatkan semakin besar hingga mencapai 70% dari penerimaan negara (&lt;i style=""&gt;Krisis di Ladang Minyak, Al-wa’ie no. 92 tahun VIII, 1-30 April 2008&lt;/i&gt;).&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Berdasarkan data Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral produksi minyak pada Tahun 1997 tercatat masih 1, 64 juta barel/hari, tahun 2007 0,95 juta barel/hari. Dan pada tahun 2008, produksi minyak mentah di sektor hulu sebesar 910.000 barel/hari.&lt;b&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Berdasarkan data yang didapatkan, sumber daya energi yang dimiliki di Indonesia yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebar di Indonesia, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Propinsi Kalimantan Timur sedikitnya 79,5 juta barrel per tahun. Gas alam yang produksinya mencapai 1.650 miliar meter kubik per tahun, serta batu bara yang produksinya paling sedikit 52 juta ton per tahun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;(pusri.wordpress.com). &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Propinsi Sumatera Selatan terdapat lebih kurang 20 struktur gas metan yang telah menghasilkan minyak dengan total cadangan masing-masing 5,03 miliar barrel dan gas bumi 7, 23 triliun kaki kubik. Sedangkan potensi batu bara dengan jumlah total 22,24 miliar ton atau sama dengan 41,5% dari cadangan nasional (sinarharapan.com). Dengan potensi ini, Pemerintah Indonesia, oleh Presiden RI,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mencanangkan Propinsi Sumatera Selatan sebagai Lumbung Energi Nasional&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;(&lt;i style=""&gt;Sumatera Selatan Berpeluang Jadi Penghasil Energi Primer, 28 Feberuari 2005&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;www.sianarharapan.co.id)&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Propinsi Nangroe&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aceh Darussalam (NAD), oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), ditemukan blok migas raksasa yang diperkirakan terkandung migas 107,5 hingga 320,79 miliar barel. Cadangan ini bahkan melebihi cadangan migas yang terdapat di Arab Saudi yang mencapai 264,21 miliar atau hanya 80% dari kandungan migas di NAD ini &lt;i style=""&gt;(pusri.wordpress.com). &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Propinsi Jawa Tengah, terdapat Blok Cepu, menurut Pemerintah Indonesia memiliki cadangan sampai 600 juta barrel, terdiri atas cadangan yang sudah disertifikasi maupun yang belum. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Produksi minyak mentah Blok Cepu pada saat puncak diperkirakan 165.000 barrel per hari. Ada pula tambahan dari produksi gas yang cadangannya mencapai 1,7 triliun kaki kubik.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;(&lt;i style=""&gt;www.kompas.com)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Adapun kilang minyak yang dimiliki Indonesia saat ini sebanyak 9 kilang minyak yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Data ini didasarkan pada data Departement Energi dan sumber Daya Mineral. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;otal kapasitas&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;nya&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt; 1,057 juta barel per hari (bph). &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Dengan rincian sebagai berikut :&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Kilang Brandan, Sumatera Utara, memiliki kapasitas 5.000 bph&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kilang Dumai dan Sei Pakning di Riau masing-masing berkapasitas 120.000 bph dan 50.000 bph.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kilang Musi di Palembang dengan kapasitas 135,2 ribu bph&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Kilang Balongan di Jawa Barat berkapasitas 125.000 bph&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kilang Cilacap di Jawa Tengah berkapasitas 348.000 bph&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kilang Cepu di Jawa Timur berkapasitas 3,8 ribu bph&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur berkapasitas 260.000 bph&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kilang Kasim di Papua berkapasitas 10.000 bph &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Dengan potensi energi di atas cukuplah Indonesia dapat dikatakan kaya akan energi. Kondisi ini hendaknya dapat membuat warga negaranya tidak ikut gelisah seiring dengan meroketnya harga minyak dunia, sebab Indonesia adalah negara penghasil minyak, bukan pembeli. Bahkan, secara logika kondisi ini sangat menguntungkan bagi Indonesia, karena dapat menjual minyaknya dengan harga lebih mahal dan otomatis mendapatkan keuntungan yang lebih mahal pula. Dengan demikian, Indonesia akan menjadi negara yang semakin kaya. Namun yang terjadi bukanlah sesuai dengan logika sederhana seperti di atas. Sebagai negara anggota OPEC, Indonesia justru dilanda krisis bahan bakar minyak. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Sehingga akan muncul pertanyaan apa yang menyebabkan Indonesia mengalami krisis energi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;BAB  III&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;KRISIS ENERGI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.1&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Pengertian Krisis Energi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Krisis energi adalah situasi di mana suatu bangsa menderita penyakit gangguan (&lt;i style=""&gt;suffers from a disruption&lt;/i&gt;) &lt;i style=""&gt;sup&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;ly&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt; energi, misalnya kasus minyak, yang diikuti meningkatnya biaya energi secara cepat dan mengancam keamanan nasional dan ekonomi &lt;i&gt;(J.L.Williams dan A.F. Alhajji)&lt;/i&gt;.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.2&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kondisi pada Krisis Energi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Krisis energi dikondisikan oleh instabilitas politik di beberapa negeri produsen minyak, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;merosotnya produksi minyak, rendahnya stok minyak (low excess capacity), &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;impor yang tinggi pada kelompok kecil supplier, ketergantungan pada impor minyak, kecilnya pembelanjaan industri minyak, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menurunnya kapasitas perekonomian (economic downturn), dan munculnya spekulan.&lt;i&gt;(J.L.Williams dan A.F. Alhajji)&lt;/i&gt; &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kondisi tersebut sangat identik sekali dengan kondisi yang dialami oleh Indonesia, kondisi – kondisi tersebut akan dibahas satu persatu pada sub bab berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.2.1&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Rendahnya stok minyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Krisis bahan bakar minyak ini benar-benar telah dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dampak dari rendahnya stok minyak antara lain sebagai berikut : &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;Kelangkaan dan mahalnya minyak tanah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;Minyak tanah menjadi barang langka dan mahal di seluruh Indonesia. Terlihat sejumlah antrian yang panjangnya mencapai 3 kilometer. Warga bahkan rela mengantri sejak pukul 3 dini hari. Sebagian dari mereka bahkan tidak mendapatkan jatah karena sudah kehabisan minyak tanah. Dan mereka harus rela mengantri lagi keesokan harinya juga tanpa kepastian mendapatkan bagian. &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;Misalnya saja kelangkaan minyak tanah yang terjadi pada beberapa tempat seperti berikut:&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Semarang&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Antrian sekitar 100 warga terlihat sejak pukul 6.30 WIB. FX Sutono, salah satu pemilik pangkalan, mengaku bahwa pasokan minyak tanah di tempatnya memang dikurangi. Di mana biasanya mendapat 6 drum, kemarin hanya mendapat kiriman sebanyak 3 drum minyak tanah. Karena pasokannya berkurang, maka masyarakat yang melakukan pembelian dibatasi. Selama ini, pangkalnya melayani sebanyak 60 kepala keluarga (KK). Praktis ada beberapa warga yang antri tidak kebagian minyak tanah &lt;i style=""&gt;(Minyak Tanah Semakin Langka, 4 April 2008, Koran Sindo) &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Jakarta.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Para pengguna minyak tanah di daerah program konversi elpiji di Jakarta harus bersiap-siap. Mulai akhir April 2008 minyak tanah bersubsidi akan benar-benar ditarik seluruhnya dari Jakarta. Terkait hal ini, BPH Migas tak akan membagikan kartu kendali di daerah yang menjadi tempat pelaksanakan program konversi minyak tanah ke elpiji.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Bila rencana ini jadi dilakukan maka pengguna minyak tanah di Jakarta harus siap merogoh kocek lebih dalam untuk membeli minyak tanah nonsubsidi karena per liternya berkisar Rp 8.700 hingga Rp 9.000. Penarikan minyak tanah bersubsidi ini secara bertahap akan dilakukan di seluruh Pulau Jawa sepanjang tahun 2008 &lt;i style=""&gt;(&lt;span class="arial16"&gt;Akhir April Minyak Tanah Subsidi Akan Ditarik&lt;/span&gt;, 18 Maret 2008,&lt;span class="arial16"&gt; &lt;/span&gt;liputan6.com)&lt;/i&gt;.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Depok, Jawa Barat&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Sejumlah pedagang minyak tanah di Depok, Jawa Barat beburu hingga ke Cibinong, Bogor. Wilayah ini belum termasuk kawasan konversi, sehingga masih bisa ditemukan minyak tanah. Agar tidak dicurigai, pedagang minak tanah dari Depok membawa jeriken besar dengan sepeda motor. Kecurangan ini justru membuat kesal warga setempat, karena akan mengurangi jatah mereka &lt;i style=""&gt;(&lt;span class="arial16"&gt;Memburu Minyak Tanah ke Cibinong, 11 April 2008, liputan6.com)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="arial16"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Banjarmasin, Kalimantan Selatan&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Harga minyak tanah di Kabupaten hulu Sungai Selatan (HSS) sudah langka. Meskipun ada, harganya sudah melambung. Sejumlah pangkalan minyak tanah di Kota Kandangan yang ditemuai tampak tutup, mereka memasangi papan bertuliskan minyak habis di pangkalan tersebut. Sejumlah responden meyatakan harga minyak tanah bahkan sudah mencapai Rp 5.500/liter (&lt;i style=""&gt;Harga Minyak Tanah Rp 5.000/Liter, 4 April 2008, Banjarmasin Post.co.id&lt;/i&gt;).&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kelangkaan dan naiknya harga BBM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Harga BBM yang sangat mahal terjadi hampir di seluruh wilayah indonesia, beberapa diantanyanya terjadi pada beberapa tempat seperti berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Ribuan pabrik produksi yang tutup karena bangkrut, sebab tak mampu membeli BBM untuk menggerakkan mesin produksi. Ini juga memberikan preseden buruk pada karyawan yang harus di PHK yang secara otomatis menambah angka pengangguran Indonesia. Misalnya saja, pabrik kayu lapis di Kalimantan Timur, PT. Santi Murni Plywood dan PT. Kalimanis Plywood Industries, terpaksa menawarkan PHK kepada sekitar 3000 buruhnya. Demikian pula dengan PT Tunggal Yudi Sawmill Plywood yang juga telah mem-PHK 4.426 buruhnya. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Pemutusan hubungan kerja ini justru terjadi saat harga minyak baru saja naik. &lt;i style=""&gt;(&lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0511/17/utama/2219253.htm"&gt;&lt;i style=""&gt;www.kompas.com/kompas-cetak/0511/17/utama/2219253.htm&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style=""&gt;)&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Senada apa yang terjadi di Jakarta. Sekitar 10 persen industri kecil menengah (IKM) dari 4.020 industri berbasis pengolahan plastik, biji plastik, dan kemasan memilih gulung tikar karena merugi. Hal itu disebabkan industri tidak sanggup membeli bahan baku plastik yang mahal. Sementara keuntungan dari penjualan tidak cukup menutupi biaya produksi (&lt;a href="http://www.opinimasyarakat.com/2007/12/11/ratusan-perusahaan-terancam-bangkrut/"&gt;http://www.opinimasyarakat.com/2007/12/11/ratusan-perusahaan-terancam-bangkrut/&lt;/a&gt;, &lt;i style=""&gt;11 Desember 2007&lt;/i&gt;)&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Para nelayan tak dapat melaut, sebab tak mampu membeli solar dengan harga tinggi. Walaupun mampu membeli keuntungan yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan (rugi). Puluhan nelayan Pantai Utara (Pantura) berhenti melaut akibat persediaan minyak tanah mengalami kelangkaan di pangkalan daerah itu. Jika persediaan ada harganya pasti mahal mencapai Rp&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;5.000 per liternya. Harga normal minyak tanah mencapai Rp&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;2.500 hingga Rp 3.000 per liternya, namun setelah terjadi kelangkaan meningkat menjadi Rp 5.000 per liter. Awalnya, para nelayan itu menggunakan BBM solar. Namun karena harganya yang mahal mencapai Rp 4.000 sampai Rp 5.000/ liter, maka mereka beralih ke minyak tanah meskipun menanggung resiko mesin akan cepat rusak. Namun setelah ada konversi ke gas, harga minyak tanah justru lebih mahal dan semakin langka. (&lt;i style=""&gt;Nelayan Pantura Berhenti Melaut Akibat Minyak Tanah Langka, 20 Januari 2008, kapanlagi.com&lt;/i&gt;)&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Bahkan di Jepara, kenaikan harga BBM telah membawa petaka bagi keluarga nelayan. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Salah satu anggota keluarga nekad membakar diri karena rasa frustasi yang akut &lt;i&gt;(&lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0510/11/nas07.htm"&gt;&lt;i&gt;www.suaramerdeka.com/harian/0510/11/nas07.htm&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;).&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Di Kota Semarang, sedikitnya terdapat 2000 nelayan, ada yang memiliki perahu namun sebagian lain hanya buruh nelayan. Salah satu penjual solar di Tambaklorok, menyatakan saat ini nelayan memang resah. Bahkan beberapa waktu lalu ada yang nekat hendak membuka keran solar miliki Pertamina yang melalui pemukiman nelayan itu. Pipa besar itu untuk menyalurkan solar dari kapal tanker ke depo Pertamina itu memang melintasi pemukiman nelayan Tambaklorok. Syukurlah, polisi segera turun tangan sehingga tindakan itu dapat dicegah (&lt;i style=""&gt;Nelayan Tambaklorok Gunakan Minyak Tanah Akibat Kesulitan Dapatkan Bahan Bakar, 30 Agustus 2002, Suara Merdeka.com&lt;/i&gt;). &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.2.2&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Merosotnya produksi minyak &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Menurut publikasi &lt;a href="http://www.bp.com/"&gt;BP&lt;/a&gt; (British Pertroleum) yang berjudul &lt;a href="http://www.bp.com/genericsection.do?categoryId=92&amp;amp;contentId=7005893"&gt;“Statistical Review of World Energy 2005″&lt;/a&gt;, produksi minyak tertinggi Indonesia terjadi pada tahun 1977, dengan rata-rata sebesar 1,685 juta bph. Setelah itu, produksi minyak Indonesia tidak pernah lagi mencapai angka tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sedangkan cadangan minyak Indonesia yang dapat dibuktikan keberadaannya hanyalah sekitar 4,7 miliar barrel.&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;(&lt;/i&gt;&lt;a href="http://priyadi.net/archives/2005/09/30/krisis-minyak-dunia-dan-indonesia/"&gt;&lt;i&gt;http://priyadi.net/archives/2005/09/30/krisis-minyak-dunia-dan-indonesia/&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;). &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Berdasarkan data Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral produksi minyak pada Tahun 1997 tercatat masih 1, 64 juta barel/hari, namun pada tahun 2007 tinggal 0,95 juta barel/hari. Sehingga devisa yang didapatkan negara ikut merosot yaitu 30%. Dan pada tahun 2008, produksi minyak mentah di sektor hulu sebesar 910.000 barel/hari.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Dari data di atas, akan memunculkan pertanyaan kenapa kemudian produksi minyak di Indonesia menurun. Menurut Dr. Kurtubi menurunnya produksi di dalam negeri karena produksi minyak di Indonesia masih mengandalkan lapangan – lapangan tua, dalam delapan tahun terakhir ini hampir tidak ditemukan lapangan baru dan cadangan minyak yang tidak ditemukan lagi.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Cadangan minyak cenderung tidak bertambah karena Menurut Prof. Koesoemadinata (Mantan Guru Besar Ilmu Geologi Minyak dan Gas Bumi ITB), tidak ditemukannya cadangan minyak dikarenakan beberapa hal, yaitu :&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;ejak zaman Reformasi keadaan politik tidak menentu, UU Migas juga demikian, memecah pertamina sehingga ada BP Migas, penegakan hukum juga tidak jelas sehingga ekplorasi menurun, ini berakibat pada penemuan minyak baru tidak ada.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;K&lt;/span&gt;egiatan pencarian cadangan baru atau investasi eksplorasi mengalami kemunduran&lt;b&gt; &lt;/b&gt;sejak tahun 1999. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="FI" &gt;Pada tahun 1970 – 1980-an, rata – rata jumlah sumur eksplorasi antara 250 – 300 sumur/tahun. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Tahun 2000 tinggal 70 sumur, 2001 menjadi 60 sumur, dan 2003 sekitar 30 sumur.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Eksplorasi juga sering mengandalkan perusahaan minyak asing.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena yang namanya eskplorasi dipandang sebagai sesuatu yang kadang berhasil kadang juga tidak, sehingga dari pada dipakai untuk sesuatu yang belum tentu berhasil, pemerintah mengambil kebijakan untuk membangun proyek – proyek pembangunan yang jelas resikonya sangat rendah, sehingga pada akhirnya kondisi tersebut menyebabkan kondisi kekurangan minyak.&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Dalam menjalankan survey eksplorasi banyak menemui kendala, yaitu banyaknya pihak yang minta ini dan itu, sehingga belum juga eskplorasi dilakukan, dan bahkan kemungkinan gagal, sudah dimintai uang oleh penduduk setempat yang tanahnya tidak mau dilewati, para bupati, dan para pihak lain yang terkait. Sehingga wajar kegiatan eksplorasi menjadi menurun dan akhirnya cadangan minyak pun tidak ditemukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;edangkan menurut peniliti LP3ES Pri Agung Rakhmanto mengatakan,&lt;span style=""&gt; bahwa &lt;/span&gt;ternyata cadangan minyak sudah tidak ada, kalaupun ada, daerah nya sulit dan punya resiko lebih tinggi&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;Sehingga walaupun logikanya jika harga minyak semakin tinggi seharusnya menjadi insentif untuk mencari cadangan minyak baru, akan tetapi cadangan minyak baru memang tidak ditemukan lagi. &lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Pada tahun 2004, Kelompok Kerja Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam (Pokja PA-PSDA) dan Koalisi Ornop Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan mengirim sebuah memorandum kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Memorandum ini berjudul &lt;a href="http://www.wwf.or.id/powerswitch/attachments/Memo_Energy.pdf"&gt;“Usulan Kebijakan Energi Untuk Keamanan Pasokan Energi Untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”&lt;/a&gt;. Memorandum ini mengatakan bahwa minyak bumi Indonesia akan habis dalam waktu 15-20 tahun, gas alam dalam waktu 35-40 tahun dan batubara dalam waktu 60-75 tahun. Sedangkan Presiden SBY sendiri pernah mengakui&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa minyak Indonesia akan habis dalam 15 tahun, gas alam dalam 60 tahun dan batubara dalam dalam 150 tahun &lt;i&gt;(&lt;/i&gt;&lt;a href="http://priyadi.net/archives/2005/09/30/krisis-minyak-dunia-dan-indonesia/"&gt;&lt;i&gt;http://priyadi.net/archives/2005/09/30/krisis-minyak-dunia-dan-indonesia/&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Kondisi pasokan minyak ini diprediksi akan semakin sulit karena banyak blok migas yang ditawarkan Pemerintah ternyata tidak laku karena memang sudah tidak menarik lagi. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Dari 26 lok migas yang ditawarkan akhir Desember 2007, sebanyak 12 merupakan blok yang tidak laku pada penawaran (&lt;i style=""&gt;Krisis di Ladang Minyak, Al-wa’ie no. 92 tahun VIII, 1-30 April 2008&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Dalam grafik, produksi dan konsumsi BBM di Indonesia dari 1965 sampai 2004 berdasarkan data dari BP (British Petroleum) adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 28.35pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_2" spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:440.25pt;height:270pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADM2SI~1\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADM2SI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg" shapes="Picture_x0020_2" border="0" height="360" width="587" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.2.3&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Impor yang tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Impor minyak mulai dilakukan oleh pemerintah pada tahun 2004. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa kapasitas kilang minyak Indonesia yang besarnya sekitar 1.050.000 barel/hari tidak pernah naik dalam kurun waktu 15 tahun terakhir. Padahal kapasitas sebesar itu hanya mampu memenuhi 2/3 BBM dari kebutuhan nasional yang kebutuhan bahan bakar minyak Indonesia mencapai 1,2 juta bph. Menurut Direktur Jendral Migas Iin Arifin Takhyan, selisih kekurangan tersebut selama ini dipenuhi dengan cara impor dari luar negri &lt;i style=""&gt;(Indonesia Butuh Kilang Minyak Baru, 2 April 2008, &lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.korantempo.com/"&gt;&lt;i style=""&gt;www.korantempo.com&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style=""&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Selain itu, hal ini masih berkaitan juga dengan faktor kelangkaan BBM di atas. Jumlah produksi minyak mentah yang tak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, memaksa pemerintah menempuh jalan impor.&lt;span style=""&gt; Dan selebihnya adalah permainan politik.&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Muncul lagi pertanyaan dalam benak kita,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kenapa impor yang tinggi atau bahkan sampai pada taraf ketergantungan merupakan salah satu sebab negara itu mengalami krisis energi. Hal itu dikarenakan harga minyak impor tersebut disesuaikan dengan harga minyak mentah dunia yang sangat mahal. Belum lagi ditambah dengan biaya pengolahannya, pasti akan lebih mahal lagi. Pemerintah Indonesia juga mematok harga BBM di dalam negri harus ekuivalen dengan harga minyak mentah di pasar dunia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Jika Indonesia mengimpor sebanyak 275 ribu bph saja, dengan harga sekitar US$ 100 bph, maka kalikan saja dengan harga sekitar US$ 100 bph. 1 barel itu sekitar 150 liter. Jadi, harga minyak mentah itu seliternya sudah 66 sen dolar atau Rp 6.000,-. Kalau sudah diolah menjadi BBM tentu harganya akan lebih tinggi (&lt;i style=""&gt;Minyak Tetap Milik Rakyat, Al-wa’ie no. 92 tahun VIII, 1-30 April 2008&lt;/i&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Pada tanggal 11 Desember 2007, harga minyak mentah dunia sempat menyentuh US$ 100 per barel, hingga 6 Januari 2008. Hal ini dipicu oleh kebijakan OPEC untuk menurunkan produksi mulai bulan Februari 2008 sementara di sisi lain kebutuhan minyak dunia meningkat. Pada tanggal 1 Maret 2008, harga minyak dunia telah mencapai US$ 104,52 per barel. Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat mengumumkan penurunan cadangan minyak mentahnya. Lima hari kemudian, yaitu tanggal 6 Maret 2008 sempat menyentuh angka US$ 109,7 per barel hingga &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;kemudian&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt; turun pada kisaran US$ 108,13 per barel. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Pada tanggal 12 Maret 2008 mampu menembus rekor baru pada kisaran US$ 110 per barel. Harga minyak dunia yang terus meroket juga menyebabkan lonjakan harga bahan bakar minyak di Amerika Serikat. Hingga tanggal 10 April 2008, harga minyak mentah dunia kembali melonjak menembus angka US$ 112 per barel. Lonjakan ini terjadi karena berkurangnya pasokan minyak mentah Amerika 3,2 juta barel serta melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap mata uang euro &lt;i style=""&gt;(&lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.liputan6.com/"&gt;&lt;i style=""&gt;www.liputan6.com&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style=""&gt;)&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Sudah dapat dibayangkan entah bagaimana lagi para ibu merogoh kantongnya sampai bolong agar dapurnya dapat mengepul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Kenaikan harga minyak dari tahun 1994 sampai Maret 2008 dapat dilihat pada grafik berikut ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_1" spid="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" style="'width:340.5pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADM2SI~1\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADM2SI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image004.jpg" shapes="Picture_x0020_1" border="0" height="332" width="454" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Harga standar minyak mentah dalam NYMEX di bawah $ 25 per barel pada bulan September 2003, tetapi menjelang 11 Agustus 2005 meningkat sampai melebihi $ 60 per barel. Awal tahun 2007 berkisar antara $ 50 dan $ 60 per barel. Sebelum meningkat lagi dari bulan Mei sampai September 2007 menjadi di atas $ 80 pada musim gugur. Menjelang Oktober 2007 harganya mencapai $ 96,24 per barel dan akan dijual di atas $ 92 per barel pada Desember di New York sejak 1 November 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;. (&lt;i style=""&gt;www.detikforum.com&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;NYMEX adalah singkatan dari New York Mercantile Exchange. Badan inilah memiliki wewenang dalam menentukan harga minyak internasional. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;BAB IV&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGELOLA MINYAK MENTAH INDONESIA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Hal – hal yang terkait dengan kebijakan pemerintah adalah sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.1&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Konsep KPS (&lt;i style=""&gt;Contract Production Sharing&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Pengelolaan minyak Indonesia menggunakan konsep KPS (&lt;i style=""&gt;Contract Production Sharing&lt;/i&gt;), dengan modal ditanggung investor. Dalam konsep ini Pemerintah mengundang investor swasta (asing atau dalam negeri) untuk menambang minyak. Investor dan Pemerintah berbagi keuntungan dengan presentase yang diperjanjikan dan disepakati . Untuk pertambangan dengan resiko rendah, investor swasta berani menerima sharing keuntungan lebih kecil (kurang dari 50%) kepada Pemerintah; sedangkan jika resiko tinggi, biasanya investor swasta minta sharing keuntungan lebih tinggi. Hal ini membuka peluang privatisasi minyak dan gas bumi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Konsep ini didasarkan pada keterbatasan dana negara untuk melakukan investasi pada sektor pertambangan minyak dalam aspek pem&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;o&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;dalan serta tanggungan resiko. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Dengan konsep ini keuangan negara diharapkan aman dari resiko kegagalan penambangan. Namun, implikasi langsung dari konsep ini sangat jelas, yaitu Pemerintah hanya mendapatkan sebagian dari keuntungan penambangan, bukan mendapatkan penghasilan (&lt;i style=""&gt;revenue&lt;/i&gt;) dari penambangan. Di samping itu, Pemerintah tidak memiliki produk penambangan selama kontrak berlangsung. Dengan kata lain, Pemerintah (negara) tidak lagi memiliki produk minyak bumi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Dalam MOU 2005, porsi bagi hasil (&lt;i style=""&gt;profit split&lt;/i&gt;) untuk pemerintah menjadi lebih besar (85:15) ketimbang dalam &lt;i style=""&gt;Head of Agreement&lt;/i&gt; (HoA) dengan komposisi bagi 60 persen untuk Pemerintah Indonesia dan 40 persen untuk kontraktor (20 persen Pertamina, 20 persen ExxonMobil). Bagi hasil versi MOU 2005 dikaitkan perkembangan harga minyak dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Bagi hasil untuk operator (15 persen) menjadi hak tiga pihak dengan komposisi Pertamina (lewat anak perusahaan PT Pertamina EP Cepu) 45 persen, ExxonMobil (melalui anak perusahaan Mobil Cepu Ltd dan Ampolex Cepu Ltd) juga 45 persen, serta 10 persen untuk pemda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Dengan asumsi pesimistik harga minyak 45 dollar per barrel, sesuai dokumen yang diberikan Kementerian BUMN kepada pers, total profit yang diterima Pemerintah Indonesia adalah 93,25 persen (85 persen bagi hasil buat pemerintah ditambah 6,75 persen bagian Pertamina plus 1,5 persen bagian pemda). Sedangkan total profit ExxonMobil hanya 6,75 persen (&lt;i style=""&gt;Kerasnya Blok Cepu&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;www.kompas.com&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" lang="SV" &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Meskipun prosentase keuntungan Pemerintah semakin besar, namun tetap saja Pemerintah tidak mendapatkan hasil eksploitasi minyak Indonesia. Tentu aneh, saat ExxonMobil menyetujui total profit yang diperoleh hanya 6,75 persen. Terang saja, karena minyak hasil eksploitasi nilainya jauh melebihi keuntungan yang diperoleh Pemerintah. Bagaimanapun juga, ExxonMobil tetap menjadi pihak yang diuntungkan. Sementara masyarakat Indonesia sedikitpun tak pernah menikmati keuntungan kekayaan miliknya. Alih-alih masuk ke kas negara, bisa jadi “disunat” dulu oleh Si Mata Hijau!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.2&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Menggunakan Pihak Ketiga (Broker)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Pada dasarnya, perdagangan minyak internasional tidak dilakukan langsung oleh produsen kepada konsumen. Perdagangan minyak internasional berlangsung melalui broker (perantara). Dalam kenyataannya, harga pasar minyak internasional (yang sering disebut dengan harga spot) lebih banyak ditentukan dengan mekanisme ini, bukan berdasarkan mekanisme permintaan dan penawaran antara produsen dan konsumen semata. Pada umumnya, perdagangan ini, melibatkan lembaga pendanaan(funding), yaitu bank. Dengan kata lain, perdagangan sering tidak dilakukan secara tunai. Hal ini menyebabkan negara-negara produsen minyak tidak dapat dengan leluasa mendapatkan keuntungan akibat melonjaknya harga minyak pada pasaran internasional sebagaimana yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terjadi pada akhir 2007. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Seperti lapangan gas Tangguh di Papua, pihak ketiga yang ditugasi menjual gas ke luar negri adalah BP (&lt;i style=""&gt;British Petroleum&lt;/i&gt;). Bahkan penjualan gas dari Pemerintah kepada mereka itu dengan harga super murah. Pada tahap awal harganya hanya $US 2,25/mmbtu, dengan patokan harga minyak mentah US $ 25 per barel. Namun setelah didesak, patokan harga minyak mentah dinaikkan menjadi US $38 per barel, sedangkan harga jual gas tangguh menjadi US$ 3,35/mmbtu&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt; (mile-mile british termal unit)&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;. Harga itu merupakan nilai jual selama 25 tahu yang akan datang. Padahal, semua orang tahu, saat ini harga minyak sudah US$ 100 per barel. Indonesia dizalimi BP. Dengan sistem seperti ini, negara bukan diuntungkan, tetapi justru mempunyai potensi kerugian miliaran dolar.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 6pt; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Mengeluarkan Undang-undang Negara Republik Indonesia No. 22 tahun 2001 tentang Minyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan Gas Bumi&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;UU no 22 tahun 2001 yang di dalam salah satu pasalnya, yaitu pasal 9 ayat 1 pada BAB III Penguasaan dan Penguasaan, disebutkan pada angka (1) “&lt;i&gt;Kegiatan Usaha Hulu dan Kegiatan Usaha Hilir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 angka 1 dan angka 2 dapat dilaksanakan oleh : a. badan usaha milik negara; b. badan usaha milik daerah; c. koperasi; usaha kecil; d. badan usaha swasta&lt;/i&gt;”. Adapun Pasal 5 ayat (1) termaktub &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“&lt;i&gt;Kegiatan hulu terdiri atas eksplorasi dan eksploitasi, sedangkan kegiatan hilir mencakup pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, dan niaga&lt;/i&gt;”. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Jika kita amati lebih dalam UU ini&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;adalah jalan mulus bagi perusahaan asing agar dapat menguasai sektor migas Indonesia dari hulu sampai hilir. Meskipun beberapa perusahaan asing itu ada yang sudah menjadi tuan di sektor hulu. Alhasil, sejak Pemerintahan zaman Orde Baru, sudah hampir 90% produksi minyak Indonesia dikuasai oleh asing. Terlebih lagi, posisi swasta asing ini diperkokoh dengan adanya UU PMA yang memberikan hak guna selama 95 tahun. Jikalau memang demikian, prediksi Presiden SBY bahwa minyak bumi Indonesia akan habis dalam 15 tahun dapat dinilai kurang valid. Sebab, bisa saja sebelum kontrak swasta asing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;95 tahun itu berakhir, minyak bumi Indonesia sudah habis lebih dulu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Sebut saja perusahaan migas asal Amerika Serikat Chevon Pacific Indonesia (CPI) menempati peringkat pertama sebagai pengelola minyak Indonesia dengan total produksi mencapai 412,10 juta barel minyak per hari. Selain Chevron, enam perusahaan asing menempati peringkat atas, Conoco Phillips (AS), Total Indonesie (Prancis), China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) (Tiongkok), Petrochina (Tiongkok), Korea Development Company (Kodeco) dari Korea Selatan, dan Chevron Indonesia Company. Sisanya, tiga perusahaan lokal, yaitu PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP), PT Medco EP Indonesia, dan Badan Operasi Bersama (BOB) PT Bumi Siak Pusako-Pertamina. Sementara itu, 10 besar produsen gas di Tanah Air, delapan di antaranya dikuasai asing. Total E&amp;amp;P Indonesia menempati peringkat pertama dengan total produksi gas mencapai 2.513 juta kaki kubik per hari (&lt;i style=""&gt;mile-mile cubic feet per day&lt;/i&gt;/mmscfd), Pertamina diperingkat kedua dengan total produksi 948,9 mmscfd, dan Conoco Phillips Ltd di tempat ketiga dengan total produksi gas 901,83 mmscfd (&lt;i style=""&gt;Waspadai Peenguasaan Asing di Sektor Energi, Juli 2007,&lt;/i&gt; &lt;a href="http://www.dpmbesdm.go.id/"&gt;&lt;i&gt;www.dpmbesdm.go.id&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Jika swasta asing maupun dalam negri dibolehkan menguasai sektor hilir migas yang selama ini dikuasai Pertamina, mereka tak akan ketinggalan antre untuk mendapatkan izin membuka Stasiun Pengisian BBM untuk Umum (SPBU). &lt;i style=""&gt;Finally&lt;/i&gt;, tak ada yang tersisa karena semua bisnis sektor migas, mulai dari eksplorasi dan eksploitasi hingga menjualnya kepada konsumen. Sebaliknya, perusahaan domestik akan tersingkir, termasuk Pertamina. Apalagi koperasi dan usaha kecil yang juga disebut dalam UU Migas bisa menyelenggarakan bisnis migas. Mereka hanya bisa gigit jari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hal ini diperjelas lagi pada UU tersebut bagian UMUM yang menjelaskan pasal demi pasal, pada UU menjelaskan bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tujuan dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Pasal 9&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Ayat (1)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;adalah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Ketentuan ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan seluas-luasnya kepada Badan Usaha, baik yang berskala besar, menengah, maupun kecil untuk melakukan Kegiatan Usaha Hulu dan Kegiatan Usaha Hilir dengan skala operasional yang didasarkan pada kemampuan keuangan dan teknis Badan Usaha yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Jika sudah seperti ini, siapa yang akan mempunyai kesempatan emas dalam hal ini? Tentunya adalah usaha yang berskala besar yang mempunyai modal paling besar pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Dalam pasal ini juga sudah dapat dilihat persaingan yang tidak sehat dan tidak wajar, meskipun dalam pasal 3b pemerintah menginginkan persaingan yang &lt;i style=""&gt;wajar, sehat dan transparan&lt;/i&gt;. Dalam pasal ini seolah mengatakan bahwa koperasi harus dapat berkompetisi dengan badan usaha swasta. Terang saja, bagaimana mungkin koperasi dan usaha kecil dapat bersaing dengan perusahaan swasta apalagi swata asing? Dalam dunia kapitalisme yang mengandalkan modal, tentu pemenangnya adalah pengusaha swasta yang mempunyai modal yang besar. Ya, memang benar-benar &lt;i style=""&gt;transparan&lt;/i&gt; terlihat bahwa Pemerintah berpihak kepada pemilik modal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Dengan demikian dengan disahkannya UU Migas ini jelaslah sudah bahwa UU ini menunjukkan ketidakberpihakan Pemerintah kepada rakyatnya. Justru kepada para pemilik modal. Hal ini dengan sendirinya telah bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat (2) dan (3) itu sendiri yang &lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;menegaskan bahwa “cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Demikian pula bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat”. Ditambah lagi bahwa UU Migas ini lebih memihak kepada asing dan memaksa Indonesia kepada &lt;b&gt;privatisasi&lt;/b&gt; dan mengikuti &lt;b&gt;mekanisme pasar internasional&lt;/b&gt; yang memang hal itulah yang diharapkan oleh asing. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                            &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;BAB  V&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;PRIVATISASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -31.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.1&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Pengertian Privatisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IT" &gt;Pengertian privatasi adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -31.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Symbol;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(17, 17, 17);font-size:100%;" lang="SV" &gt;Privatisasi adalah pemindahan kepemilikan aset-aset milik negara kepada swasta dan asing &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Macam – macam Sumber Daya Energi beserta Potensinya&lt;span style="color: rgb(17, 17, 17);"&gt;.(Mansour: 2003)&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -31.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Symbol;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(17, 17, 17);font-size:100%;" lang="SV" &gt;Namun Undang-Undang Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN mempercantik makna privatisasi dengan menambahkan alasan dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan, memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat, serta memperluas kepemilikan saham masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -31.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.2&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Privatisasi di Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(17, 17, 17);font-size:100%;" &gt;Berdasarkan pengertian privatisasi dalam undang-undang BUMN, visi Kementerian Negara BUMN tentang privatisasi adalah, "Mendorong BUMN untuk meningkatkan kinerja dan nilai tambah perusahaan guna menjadi &lt;em&gt;champion&lt;/em&gt; dalam industrinya serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam kepemilikan sahamnya" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;a href="http://www.bumn-ri.com/"&gt;&lt;i&gt;www.bumn-ri.com&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;).&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(17, 17, 17);font-size:100%;" &gt;Sementara itu dalam program privatisasi tahun ini alasan yang dikemukakan oleh Sofyan Djalil adalah: “Privatisasi BUMN dilakukan tidak untuk menjual BUMN, melainkan untuk memberdayakan BUMN itu sendiri, sehingga akan menjadikan BUMN lebih transparan dan dinamis” (&lt;em&gt;Kominfo Newsroom&lt;/em&gt;, 21/1/2008).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(17, 17, 17);font-size:100%;" &gt;Privatisasi tidak semanis apa yang digambarkan dalam visi Kementerian Negara BUMN seperti pada poin meningkatkan peran serta masyarakat dalam kepemilikan saham BUMN. Sekilas masyarakat luas dilibatkan dalam kepemilikan BUMN, padahal kita tahu bahwa yang dimaksud masyarakat bukanlah pengertian masyarakat secara umum, tetapi memiliki makna khusus yaitu investor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(17, 17, 17);font-size:100%;" &gt;Menurut Dr. Mansour Fakih (2003) dalam bukunya &lt;em&gt;Bebas dari Neoliberalisme&lt;/em&gt;, istilah privatisasi biasa dibungkus dengan istilah dan pemaknaan yang berbeda-beda. Misalnya, privatisasi perguruan tinggi negeri (PTN) dibungkus dengan istilah otonomi kampus, dan istilah privatisasi BUMN dimaknai sebagai meningkatkan peran serta masyarakat. Tujuan pembungkusan istilah dan makna privatisasi ini adalah untuk mengelabui pandangan publik. Pernyataan Sofyan Djalil bahwa privatisasi BUMN bukanlah untuk menjual BUMN melainkan untuk memberdayakan BUMN adalah pernyataan konyol dan menyesatkan. Logikanya sama dengan pembungkusan kata ‘pelacur’ (maaf-red) dengan Pekerja Seks Komersil (PSK).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(17, 17, 17);font-size:100%;" &gt;Sementara itu, langkah-langkah kebijakan privatisasi di Indonesia selaras dengan sebuah dokumen milik Bank Dunia yang berjudul &lt;em&gt;Legal Guidelines for Privatization Programs&lt;/em&gt;. Dalam dokumen ini terdapat panduan bagaimana pemerintah melakukan kebijakan privatisasi dengan menghilangkan persoalan hukum. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, memastikan tujuan-tujuan pemerintah dan komitmen terhadap privatisasi. &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, amandemen undang-undang atau peraturan yang merintangi privatisasi. &lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, ciptakan institusi yang memiliki kewenangan dalam implimentasi privatisasi. &lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;, hindari kekosongan kewenangan kebijakan privatisasi yang dapat menyebabkan kebijakan privatisasi tidak dapat dijalankan (&lt;i style=""&gt;Kebohongan Privatisasi, Hidayatullah Muttaqin,26 Maret 2008&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;www.kompas.com&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.2.1&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Privatisasi Sektor Migas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Privatisasi sektor minyak dan gas Indonesia berawal pada tanggal 4 Februari 2000, Dewan Direksi IMF di Washington mengadakan pertemuan untuk menyetujui langkah dan jadwal reformasi “sektor energi” dengan kompensasi bantuan sekitar 260 juta dollar AS dan sebesar 5 milyar dollar AS dalam tiga tahun mendatang (berikutnya) akan dikucurkan. Tidak lama kemudian, dari ide restrukturisasi ini Pemerintah Indonesia menetapkan Rancangan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas menjadi Undang-Undang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Penyusunan UU Migas 22/2001 adalah produk kebijakan yang lahir atas intervensi IMF/World Bank pada pemerintah Indonesia sejak masa krisis moneter tahun 1997. Di belakang IMF/World Bank ini berdiri berbagai perusahaan minyak dunia yang dikenal dengan “the five sisters”, seperti Caltex yang merupakan anak dari Chevron Texaco Coorporation, Unocal, BP,Exxon Mobile Oil, Shell, dan lainnya. Sedangkan draftnya dibuat Amerika Serikat melalui lembaga bantuannya USAID dan Bank Pembangunan Asia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Tujuan dari perusahaan minyak dunia itu tidak lain adalah menguasai dan mengontrol sumberdaya energi&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;. Penguasaan atas bangsa-bangsa utara dari dulu hingga saat ini tidak pernah mengalami perubahan pola, dari peristiwa Perang Dunia satu sampai Perang Dunia dua menceritakan kisah yang sama. Begitu juga dengan sisi lain dari perang yang masih terus berlangsung hingga saat ini, ketika Amerika-Inggris-Australia bersatu padu menggempur Iraq, juga menyiratkan pesan yang sama. Bahwa, “sebuah bangsa akan mampu ditaklukkan jika energi, pangan, dan sumber airnya sebagai sumber kehidupan dapat direbut” &lt;i&gt;(&lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.walhi.or.id/"&gt;&lt;i&gt;www.walhi.or.id&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;)&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.3&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Mekanisme Pasar Internasional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Tak cukup merampas aset migas milik negara, UU Migas juga menjadikan seluruh kegiatan usaha migas, baik sektor hulu maupun hilir, semata berdasarkan pada mekanisme pasar. Realitas ini dapat ditemukan dalam banyak pasal-pasalnya. Dalam pasal 3a dinyatakan, bahwa &lt;i style=""&gt;untuk menjamin efektivitas pelaksanaan dan pengendalian kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi dilakukan melalui mekanisme yang terbuka dan transparan&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Ungkapan ini jelas menjadikan mekanisme pasar dalam penyelenggaraan kegiatan usaha hulu. Untuk dapat memenangkan tender, semua pelaku usaha diharuskan menempuh mekanisme itu. Ketentuan ini juga berlaku bagi BUMN. Bertolak dari ketentuan ini, tak aneh jika Pertamina dibiarkan oleh Pemerintah bersaing bebas dengan ExxonMobil dalam memperebutkan Blok Cepu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Mekanisme pasar bebas juga diberlakukan di sektor hilir. Dalam Pasal 3b dinyatakan, bahwa &lt;i style=""&gt;untuk menjamin efektivitas pelaksanaan dan pengendalian usaha pengelolaan, pengangkutan, penyimpanan, dan niaga secara akuntabel yang diselenggarakan melalui mekanisme persaingan usaha yang wajar, sehat dan transparan&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Dengan ketentuan ini, liberalisasi migas merambah ke sektor hilir. Jika sebelumnya hanya Pertamina yang diizinkan menguasai sektor ini, kini terbuka lebar bagi masuknya swasta, termasuk korporasi asing. Memang dalam pasal 9 ayat 2 disebutkan bahwa Bentuk Usaha Tetap hanya dapat melakukan kegiatan usaha hulu (Pasal 1 ayat 18: &lt;i style=""&gt;Bentuk Usaha Tetap adalah badan usaha yang didirikan dan berbadan hukum di luar wilayah NKRI yang melakukan kegiatan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia&lt;/i&gt;). Akan tetapi, korporasi asing itu bisa saja mendirikan anak perusahaan di sini dengan dengan menjadi badan hukum. Kini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah ada beberapa perusahaan asing yang turut dalam kegiatan usaha hilir, seperti Shell (Belanda)dan Petronas (Malaysia).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Mekanisme pasar juga berlaku dalam penentuan harga migas yang dijual kepada masyarakat. Dalam pasal 28 ayat 2 termaktub: &lt;i style=""&gt;Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar&lt;/i&gt;. Dengan ketentuan ini, Pemerintah tidak lagi berhak mematok harga BBM seperti yang selama ini dilakukan, juga tidak boleh memberi subsidi BBM. Harga harus diserahkan kepada pasar. Memang oleh MK pasal ini telah dibatalkan. Namun, itu menunjukkan bahwa UU Migas dibuat untuk meliberalisasi seluruh bisnis migas. Inilah yang dilakukan oleh Pemerintah selama ini dengan berbagai alasan, Pemerintah berusaha menghapus subsidi harga BBM di pasaran.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;BAB VI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;SOLUSI ALTERNATIF&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt; DAN KOMPREHENSIF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.1&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Solusi Pemerintah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Pemerintah sebenarnya telah mecoba mencari solusi agar Indonesia dapat keluar dari krisis energi ini. Namun sayangnya, solusi yang diberikan pemerintah tidak terlalu mandasar atau tidak sampai menyentuh akar dari permasalahan yang sebenarnya. Sehingga beberapa solusi tersebut memiliki kelemahan dan bersifat temporer. Adapun beberapa solusi yang telah dan akan dilakukan oleh Pemerintah tersebut, antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Penghematan energi dan konversi energi dari minyak tanah ke gas &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Berawal dari kelangkaan dan mahalnya harga minyak dunia, maka pemerintah membuat kebijakan penghematan energi serta konversi energi dari pemakaian minyak tanah ke gas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebab seperti yang telah disinggung di atas bahwa Presiden SBY memprediksikan bahwa Minyak Indonesia akan habis akan habis dalam 15 tahun ke depan, gas alam dalam 60 tahun dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;batu bara dalam 150 tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kebijakan ini terlihat tidak konsisten, sebab Pemerintah hanya “merencanakan” keberlangsungan en&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;rgi hanya dalam 60 tahun ke depan. Jika sudah sampai masanya, ketika pasokan gas alam juga mengalami krisis, Pemerintah juga harus segera membuat kebijakan baru, mungkin juga dengan beralih pada energi lain (misalnya batu bara, karena masih berumur panjang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hingga 150 tahun).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Belum juga program konversi ini tuntas, LPG ikut-ikutan menjadi barang langka. Padahal, minyak tanah sudah ditarik dan menghilang di pasaran. Kondisi ini bahkan memaksa masyarakat beralih pada kayu bakar, seperti yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Mengundang investor asing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Masuknya investor asing ini bukannya menjadi obat bagi rakyat, tapi malah menjadi petaka. Sebab Pemerintah hanya mendapatkan sebagian keuntungan dan tak mendapatkan hasil eksplorasi. Privatisasi seperti ini bahkan mengeruk minyak sampai tak bersisa. Dengan cara seperti ini, sampai kapan pun tak akan memberikan angin segar bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Menggalakkan pengembangan energi terbarukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Sebagian intelektual merasa terpanggil jiwanya untuk melakukan riset tentang energi yang terbarukan. Dari keahlian mereka ini, lahirlah adanya biodiesel, bioetanol, dan biofuel yang diperoleh dari bahan nabati. Hal ini bisa saja dilakukan, tetapi tidak akan ekonomis. Sebab, misalnya untuk memperoleh 1 liter bioetanol dari tongkol jagung atau tanaman jarak, akan membutuhkan bahan baku yang banyak serta dengan proses yang tidak sederhana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Pemerintah juga harus jeli dalam pengembangan energi terbarukan ini. Pemerintah hampir saja terjebak dalam perangkap kaum kafir. Sebab Grup Merhav, sebuah kelompok usaha swasta asal Israel, mengumumkan akan menanamkan investasi pada pengembangan bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel dengan perusahaan budi daya tanaman jarak pagar (Jatropha curcas) di NTT. Modalnya mencapai US$ 700 juta atau sekitar Rp. 6 trilyun.&lt;br /&gt;Syukur saja masih ada orang baik. Pemerintah diingatkan oleh MUI, sebab dinilai gegabah membiarkan Israel masuk ke Indonesia. Demikian pula, dengan Mentri ESDM dipanggil oleh Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, terkait utusan Israel (&lt;i style=""&gt;Yahudi “Masuk” Nusa Tenggara Timur, 6 September 2007,&lt;/i&gt; &lt;a href="http://www.gemapembebasan.or.id/"&gt;&lt;i&gt;www.gemapembebasan.or.id&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Impor minyak mentah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Mengimpor minyak mentah dengan standar harga internasional membawa konsekuensi rakyat harus membayar lebih mahal. Apalagi Pemerintah tidak memberikan subsidi. Meskipun tersedia, daya beli masyarakat tak akan mampu menjangkaunya.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Membuat kilang minyak baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Sejumlah pakar, misalnya &lt;span style="color:black;"&gt;Direktur Jenderal Migas Iin Arifin Takhyan&lt;/span&gt; menyarankan pemerintah agar membuat kilang minyak baru. Pembangunan kilang minyak ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk dapat mewujudkan ini, pemerintah, lagi dan lagi, mengharapkan investasi dari pihak swasta asing. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Jika ini benar-benar terjadi, maka pemerintah tak bisa terlepas dari privatisasi. Hasil dari eksplorasi juga bukan untuk rakyat. Dengan demikian cara ini tidaklah sebenarnya tepat untuk mengatsi krisis minyak Indonesia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.2&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Solusi praktis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Dewasa ini salah satu solusi yang sedang &lt;i style=""&gt;booming&lt;/i&gt; untuk mengatasi permasalahan krisis energi di Indonesia yaitu dengan memberdayagunakan energi terbarukan, seperti biofuel, bioetanol dan biodiesel. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Energi terbarukan adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;sumber energi yang dihasilkan dari sumberdaya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan jika dikelola dengan baik, antara lain : panas bumi, biofuel, aliran air sungai, panas surya, angin, biomassa, biogas, ombak laut, dan suhu kedalaman laut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Namun, penggunaan energi terbarukan ini memerlukan analisa yang komprehensif, termasuk dari aspek ekonomi dan dampak lingkungannya. Meskipun dapat dibuat dari bahan baku bernilai rendah (misalnya limbah pertanian), namun pengolahan energi terbarukan ini dapat saja memerlukan proses yang panjang dan alat yang banyak. Sehingga harus dapat diperhitungkan lebih matang antara biaya produksi, harga jual produk, dan harga jual di pasaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Penggunaan energi terbarukan (misalnya bioetanol), dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Sebab hasil pembakaran bioetanol menghasilkan banyak CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;. Sedangkan CO­&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; ini merupakan komponen terbesar dalam gas rumah kaca yang semakin menebal sehingga mengakibatkan global warming. Sepertinya hal ini sudah disadari sejak awal. Sebab penggunaan bioetanol sebagai &lt;b style=""&gt;bahan bakar mobil&lt;/b&gt; sudah ditemukan di &lt;b style=""&gt;Amerika Serikat pada tahun 1908 oleh Henry Ford&lt;/b&gt;. Sekiranya ini menguntungkan, tentulah sejak dulu tak ada invasi ke negara-negara pengahasil minyak termasuk Indonesia, sebab kebutuhan energi sudah terpenuhi dengan adanya bioetanol.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.3&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Peran Mahasiswa &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 34.9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Pada dasarnya, mahasiswa adalah kaum intelektual yang memiliki karakter asal:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Agent of change&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;. Kaum yang pemikir dan kritis terhadap suatu permasalahan. Di tangan mahasiswalah, perubahan itu bergantung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Architect of change&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;. Komunitas yang memahami arti perubahan. Sehingga ia lebih mengetahui, memahami, dan membawa arah perubahan menurut pemikirannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Direction of change&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;. Orang pilihan yang akan menjadi pemimpin dan menjadi rujukan perubahan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 35.45pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Sebagai kaum intelektual mahasiswa dapat berperan penting dalam menanggulangi krisis energi ini.Agar dapat berpartisiapasi, tidak harus menunggu menjadi ahli energi atau peneliti laboratorium atau beralih ke jurusan yang berkaitan dengan energi atau SDA. Setiap mahasiswa hendaknya menekuni disiplin ilmunya masing-masing dengan serius serta harus disertai dengan ideologi yang benar (Islam). Sebab setiap mahasiswa ideologis akan sangat diperlukan, misalnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Bidang Scient, dapat melakukan riset agar dapat menemukan BBM yang hemat energi untuk kemaslahatan umat. Juga tak mudah menerima tawaran proyek tanpa mengetahui dengan jelas pihak yang mensponsori proyek tersebut, tujuan proyek, juga sumber dana proyek itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Bidang Informatika, dapat membuat sebuah sistem agar pengelolaan SDA dan SDE lebih mudah dan praktis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Bidang Psikologi, dapat menggunakan ilmunya untuk memberikan terapi kepada orang-orang yang depresi karena krisis BBM agar tak mudah putus asa dan bunuh diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Bidang Agama, dapat memberikan dalil-dalil syara’ yang berkaitan dengan kepengurusan umat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Bidang Lingkungan, dapat menggunakan analisa dampak lingkungan dalam proses eksplorasi dan eksploitsi SDA/SDE, termasuk energi terbarukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Bidang Komunikasi, berperan dalam syiar Islam akan pentingnya kepengurusan umat berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam syariat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.4&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;              &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Solusi Komprehensif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Dalam pandangan Islam, sumber daya energi termasuk minyak bumi termasuk dalam kepemilikan uum. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah saw:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" style="'width:465.75pt;height:53.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADM2SI~1\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image005.png" title="" gain="109227f"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADM2SI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image006.jpg" shapes="_x0000_i1027" border="0" height="71" width="621" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kaum Muslim bersekutu (memilki hak yang sama) dalam tiga hal: air, padang rumput dan api. &lt;b style=""&gt;(HR Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Majah)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;‘Illat (pembangkit h&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;u&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;kum) kepemilikan umum dari hadis tersebut adalah jumlah yang besar (sesuatu yang bersifat bagaikan air yang mengalir). Dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" style="'width:461.25pt;height:83.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADM2SI~1\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image007.png" title="" gain="5"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADM2SI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image008.jpg" shapes="_x0000_i1028" border="0" height="111" width="615" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ia datang kepada Rasulullah saw. meminta (tambang) garam. Beliau lalu meemberiakannya. Setelah ia pergi ada seorang laki-laki yang bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, tahukah engkau apa yang engkau berikan kepadanya? Sesungguhnya engkau telah memberikab sesuatu yang bagaikan air mengalir.” Lalu ia berkata: “Kemudian Rasulullah saw. pun menarik kembali tambang itu darinya.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;(HR Abu Dawud)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Berdasarkan kedua hadis ini, sumber daya energi termasuk dalam kepemilikan umum karena dua aspek, yaitu termasuk dalam kata &lt;i style=""&gt;api&lt;/i&gt; serta &lt;i style=""&gt;dalam jumlah yang besar&lt;/i&gt;. Karena sumberdaya energi (minyak bumi, gas alam, batu bara, sumberdaya nuklir, geotermal, hidropower, energi kelautan) termasuk dalam kepemilkikan umum maka aktvitas pertambangan sumberdaya energi harus merupakan industri milik umum.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kepemilikan terhadap industri meliputi kepemilikan atas: modal; alat produksi; bahan baku, pengelolaan; hasil produksi. Dalam konsep Islam, pemilik dari industri milik umum adalah umat (rakyat). Negara mewakili rakyat dalam kepemilikan industri milik umum. Karena itu, pada industri milik umum, negara sebagai wakil umat harus memiliki modal, alat produksi, bahan baku, hasil produksi. Sehingga, industri yang bergerak di sektor kepemilikan umum harus berupa BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Keterlibatan swasta dalam kepemilikan industri milik umum tidak dibenarkan (haram) berdasarkan hadis (yang artinya): &lt;i style=""&gt;Tidak ada penguasaan (atas harta milik umum) kecuali bagi Allah dan Rasul-Nya. &lt;/i&gt;&lt;b style=""&gt;(HR Abu Dawud).&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Industri milik swasta dapat dilibatkan dalam pengelolaan kepemilikan umum hanya dalam konteks ijarah (kontrak kerja). Dalam hal ini, BUMN yang menangani industri milik umum mengontrak industri swasta untuk melakukan pekerjaan yang ditentukan dalam kontrak. Dalam kasus minyak bumi sebagai contoh, Pertamina sebagai BUMN dapat mengontrak industri swasta unutk melakukan pekerjaaan pengeboran dan selanjutnya dibayar untuk pekerjaan tersebut. Pihak swasta (termasuk asing) tidak bisa memiliki hasil produksinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apalagi swasta asing kafir yang dapat mengakibatkan kaum muslim terjajah. Allah berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" style="'width:468pt;height:28.5pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADM2SI~1\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image009.png" title="" gain="109227f"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADM2SI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image010.jpg" shapes="_x0000_i1029" border="0" height="38" width="624" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Allah tidak akan pernah memberikan jalan kepada kaum kafir untuk menguasai kaum Mukmin.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt; &lt;b style=""&gt;(QS. An-Nisa’ [4]: 141)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Pendanaan (modal) termasuk bagian dari kepemilikan. Karena itu, pendanaan (investasi) swasta bagi industri maupun eksploitasi tidak dibenarkan. Pendanaan semua industri milik umum (termasuk industri energi) secara integral termasuk dalam anggaran negara (Baitul Mal dalam sistem Khilafah) dari sektor kepemilikan umm. Semua penghasilan dari industri milik umum langsung dimasukkan dalam Baitul Mal (anggaran negara).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Pertanyaan yang muncul adalah: “Sanggupkah anggaran negara memikul semua beban keuangan bagi pendanaan industri milik umum (dalam kasus ini pertambangan minyak) yang meliputi biaya modal, biaya operasional (termasuk gaji) serta biaya dampak lingkungan untuk semua aktivitas industri tersebut (produksi, distribusi, dan pengembangan atau eksplorasi)?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Jika pertanyaan ini dijawab berkaitan dengan sistem APBN Indonesia sekarang maka jawabannya sudah pasti: &lt;b style=""&gt;tidak akan pernah sanggup&lt;/b&gt;. Kemampuan pendanaan swasta dalam negeripun tidak sanggup untuk menanggung pendanaan sektor industri sumber daya alam. Dengan demikian, solusinya adalah mengundang investor asing. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Akan tetapi, harus diperhatikan lebih dulu bagaimana struktur APBN sekarang serta bagaimana struktur Baitul Mal dalam konsep Islam. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Sumber pendapatan negara dalam APBN sekarang sebagian berasal dari pajak. Pendapatan negara dari eksploitasi sumber daya alam tidak lain merupakan pembagian (sharing) keuntungan negara dari berbagai industri pertambangan. Dana belanja negara total sebesar Rp 751,2 triliun (contoh: APBN tahun 2007) dengan berbagai alokasinya hanya menyisakan dana jauh dari cukup melakukan pendanaan berbagai industri pertambangan termasuk investasi negara pada sektor minyak bumi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Dalam sistem Islam, negara harus mendanai semua industri milik umum. Tentunya ini memerlukan dana sangat besar. Namun, negara menerima secara penuh semua penghasilan (&lt;i style=""&gt;revenue&lt;/i&gt;) dari industri-industri tersebut, bukan sekedar sharing keuntungan . Jumlah ini tentunya juga sangat besar. Sebagian indstri milik umum yang menanggung beban pemenuhan kebutuhan pokok umum masyarakat harus mengalami defisit “&lt;i style=""&gt;cash flow&lt;/i&gt;”, yaitu pengembalian dana ke anggaran negara (Baitul Mal) lebih kecil daripada pendanaan negara untuk industri tersebut. Akan tetapi, hal ini bisa ditutupi dari sektor industri milik umum lainnya yang tidak menanggung beban pemenuhan kebutuhan pokok umum. Secara keseluruhan, negara harus mengatur supaya pengelolaan keseluruhan industri milik umum mampu menghasilkan “&lt;i style=""&gt;positive cash flow&lt;/i&gt;”, yaitu memberikan keuntungan bersih bagi anggaran negara. Keuntungan bersih ini selanjutnya dapat digunakan untuk mendanai berbagai pemenuhan kebutuhan pokok umum seperti pendidikan, pelayanan kesehatan dan pembangunan sarana serta prasarana umum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Jika cadangan minyak terbukti di Indonesia hanya cukup untuk rentang waktu 18 tahun ke depan, sedangkan cadangan minyak dengan data eksplorasi kurang lengkap (spekulatif) mampu diproduksi hingga 180 tahun ke depan jika laju produksi diasumsikan tetap sebesar 500 jual barel per tahun. Estimasi pertumbuhan kebutuhan energi tentunya akan memperpendek rentang ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Dr.-Ing. Fahmi Amhar menyatakan bahwa jika dana APBN negara tidak cukup untuk membiayai semuanya tadi, maka negara bisa mendorong rakyat yang mampu, khususnya kaum Muslim untuk berpartisipasi, bisa dengan sistem pinjaman atau pemberian cuma-cuma.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kasus serupa pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. ketika di Madinah kekurangan pasokan air, dan satu-satunya sumber air yang ada di Madinah dikuasai oleh seorang Yahudi. Nabi saw. menawarkan kepada para Sahabat, &lt;i&gt;“Siapa yang mau membeli sumur unutk memenuhi kebutuhan kaum Muslim dari tangan Yahudi itu,maka dia mendapatkan imbalan surga?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Mendengar itu, Utsman ra. segera mengajukan diri. Dibelilah sumur itu. Namun, orang Yahudi tersebut tidak mau menjual sumur tersebut semuanya, tetapi hanya mau menjual separonya saja. Sehari untuk mereka, sehari untuk kaum muslim. Namun,seiring dengan meningkatnya kebutuhan kaum Muslim, Rasul saw. pun ingin agar sumur tersebut dibeli semua. Kembali lagi Utsman membelinya, meski untuk itu harus dibayar berapapun harganya. Akhirnya, sumur itu pun jatuh ke tangan kaum Muslim, dan problem keuangan pasokan air itu pun bisa diatasi. Sumur itu hingga kini masih ada di Madinah, yang dikenal dengan Bi’r ‘Utsman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="SV" &gt;Syariah untuk mempersatukan seluruh Dunia Islam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam satu Kekhilafahan harus ditetapkan. Jika negeri-negeri Islam penghasil minyak bersatu maka di dalam negeri tidak akan ada kelangkaan BBM. Produksi minyak mentah Dunia Islam tahun 2004 total sekitar 9,2 miliar barel per tahun atau 25 juta barel per hari. Kalau ini dibagi populasi, didapat angka 3,2 liter perorang perhari. Sekedar pembanding , di Indonesia saat ini yang penggunaan energinya belum efisien, konsumsi BB masih sekitar 0,82 liter per orang per hari &lt;i style=""&gt;(Minyak Tetap Milik Rakyat,&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Al-wa’ie no. 92 tahun VIII, 1-30 April 2008&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;BAB VII&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;" lang="SV"&gt;KESIMPULAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(146, 208, 80);font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Dari penjelasan di atas dapat diambil beberapa kesimpulan, antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 28.35pt; text-indent: -28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;1. &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Sebenarnya saat ini Indonesia tidak perlu mengalami krisis energi, terutama BBM. Sebab Indonesia masih memiliki cadangan minyak yang dapat mencukupi kebutuhan rakyatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 28.35pt; text-indent: -28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Krisis BBM di Indonesia terjadi disebabkan oleh sistem kapitalisme yang merasuk sampai ke akar-akarnya. Hal ini dapat dilihat dari privatisasi pengelolaan minyak Indonesia (baik sektor hulu maupun sektor hilir) oleh pihak asing dan mekanisme pasar internasional yang merugikan Indonesia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 28.35pt; text-indent: -28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Indoensia telah gagal dalam mengurusi umatnya, termasuk dalam kepengurusan BBM. Pemerintah kurang bisa menganalisis masalahnya sendiri sehingga dapat dengan mudah membebek dan diperdaya oleh pihak asing yang memberikan solusi yang sifatnya menjebak dan membawa Indonesia kepada kehancuran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 28.35pt; text-indent: -28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Pemerintah lebih mengutamakan kepentingan investor dan ekspor untuk mendapatkan keuntungan daripada memenuhi kebutuhan dalam negeri (rakyat) terlebih dahulu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 28.35pt; text-indent: -28.35pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Agar dapat keluar dari krisis ini dengan tuntas, Indonesia harus dapat lepas dari akar permasalahan yang ada, yaitu kapitalisme. Satu-satunya jalan adalah dengan menerapkan sistem Islam yang juga mengatur tentang produksi dan distribusi energi kepada rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 4in; text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;color:red;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;eraturan presiden republik indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Al-wa’ie no. 92 tahun VIII, 1-30 April 2008&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;http://www.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;pusri.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;http://&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;a href="http://www.sianarharapan.co.id/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;"  lang="IN"&gt;www.sianarharapan.co.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;http://&lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;www.kompas.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Koran Sindo&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt; edisi &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;4 April 2008&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;http://www.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;liputan6.com&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;http://www.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Banjarmasin Post.co.id&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;http://&lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0511/17/utama/2219253.htm"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;www.kompas.com/kompas-cetak/0511/17/utama/2219253.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;a href="http://www.opinimasyarakat.com/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;http://www.opinimasyarakat.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;http://www.kapanlagi.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;http://&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0510/11/nas07.htm"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;www.suaramerdeka.com/harian/0510/11/nas07.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;http://&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;www.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Suara Merdeka.com&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;a href="http://priyadi.net/archives/2005/09/30/krisis-minyak-dunia-dan-indonesia/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;http://priyadi.net/archives/2005/09/30/krisis-minyak-dunia-dan-indonesia/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;http://&lt;a href="http://www.korantempo.com/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;www.korantempo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;a href="http://www.detikforum.com/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;www.detikforum.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;a href="http://www.dpmbesdm.go.id/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;www.dpmbesdm.go.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Undang-undang Negara Republik Indonesia No. 22 tahun 2001 tentang Minyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan Gas Bumi&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-style: normal;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-style: normal;"&gt;Kominfo Newsroom&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-style: normal;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;a href="http://www.bumn-ri.com/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;www.bumn-ri.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;a href="http://www.walhi.or.id/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;www.walhi.or.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 21.3pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;a href="http://www.gemapembebasan.or.id/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;www.gemapembebasan.or.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: center; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;h1 style="margin-left: 1in; text-align: left; text-indent: 0.5in;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;BIOGRAFI PENULIS I&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1029" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADM2SI~1\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.jpg" title="nenk"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: -3; margin-left: 1px; margin-top: 1px; width: 126px; height: 152px;font-size:100%;" &gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADM2SI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg" shapes="_x0000_s1029" height="152" width="126" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1026" style="'position:absolute;z-index:1'" from="105.55pt,4.8pt" to="426pt,4.8pt" strokeweight="6pt"&gt;  &lt;v:stroke linestyle="thickBetweenThin"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 1; margin-left: 136px; margin-top: 2px; width: 436px; height: 9px;font-size:100%;" &gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADM2SI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image003.gif" shapes="_x0000_s1026" height="9" width="436" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="border: 1pt none black; padding: 0in; background: black none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-size:100%;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nama Lengkap&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;                        &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Lina Nurlina&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alamat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;                                   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Jl. Kaliurang Km 14,5&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perumaahan IDI No. 5, Ngemplak, Sleman Jogjakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;Status&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;: Mahasiswa Jurusan Teknik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Informatika FTI UII&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Telepone&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;                                  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: +62852 200 23037&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Email &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;                                      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: nisa_mutmainnah@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hobi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;                                        &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Menulis, membaca, diskusi, mengajar, desain baju, mengkaji islam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Motto &lt;span style=""&gt;                                     &lt;/span&gt;: Cinta dan benci karena Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Pengalaman Organisasi&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Koordinator Divisi Kemuslimahan Takmir Mushola Bahrul Ulum FTI-UII, Pelajar Hizbut Tahrir Indonesia Sektor UII, Asisten Mata Kuliah Algoritma dan Pemrograman I dan II, Asisten Laboratorium Sistem Informasi Rekayasa Perangkat Lunak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: rgb(217, 217, 217) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 112.5pt; text-align: left;" align="left"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1028" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:0;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADM2SI~1\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image004.jpg" title="yuritzhu3"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: -4; left: 0px; margin-left: -10px; margin-top: 0px; width: 142px; height: 196px;font-size:100%;" &gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADM2SI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image005.jpg" shapes="_x0000_s1028" height="196" width="142" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;BIOGRAFI PENULIS II&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 112.5pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1027" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:2'" from="122.05pt,5.75pt" to="429.75pt,5.75pt" strokeweight="6pt"&gt;  &lt;v:stroke linestyle="thickBetweenThin"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;  &lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td height="3" width="158"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADM2SI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image006.gif" shapes="_x0000_s1027" height="9" width="419" /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;Nama Lengkap&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;: Yurisch Subyanita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;Status&lt;span style=""&gt;                         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;: Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;&lt;span style=""&gt;                                               &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;FTI UII&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;Riwayat Pendidikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;: SD Negri 3 Singkawang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;&lt;span style=""&gt;                                               &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SLTP Negri 2 Tujuh Belas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                                          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Singkawang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SMU Negri 2 Singkawang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;Alamat Jogjakarta&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;: Jl. Kaliurang Km 5,5 no. 4, Jogjakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;Telp&lt;span style=""&gt;                                        &lt;/span&gt;: 08125623850 &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;Alamat Asal&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jl. Tani No. 57 Singkawang, Kalimantan Barat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;Telp&lt;span style=""&gt;                                        &lt;/span&gt;: 0562-634080&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;E-mail&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;yuritzhu@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengalaman Organisasi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Staf Redaksi LPM Profesi FTI UII (2004-2006),Wakil Pemimpin Redaksi LPM Profesi FTI UII (2006-2007), Anggota Paguyuban Seni Rukun Rencang FTI UII (2004-sekarang), Anggota Koperasi Mahasiswa UII (2004-sekarang), Pengajar Laboratorium Komputasi Proses Teknik Kimia FTI UII (2007-sekarang)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 112.5pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 1in; text-align: left; text-indent: 0.5in;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 1.5in; text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin-left: 1.5in; text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;BIOGRAFI PEMBIMBING&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1031" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;z-index:6'" from="107.05pt,8.65pt" to="431.25pt,8.65pt" strokeweight="6pt"&gt;  &lt;v:stroke linestyle="thickBetweenThin"&gt; &lt;/v:line&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;  &lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td height="7" width="138"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADM2SI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image007.gif" shapes="_x0000_s1031" height="9" width="441" /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1030" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADM2SI~1\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image008.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: -2; left: 0px; margin-left: -10px; margin-top: 6px; width: 119px; height: 148px;font-size:100%;" &gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADM2SI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image009.jpg" shapes="_x0000_s1030" height="148" width="119" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nama &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;                          &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mei Allif&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="FI" &gt;Alamat &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perumahan Bina Griya Jl. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;Anggrek II no 422 Pekalongan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;51111&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;No. Telp &lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(0285) 424800 / 081328759304&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="FI" &gt;Status&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;: &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Teknik Industri UGM, Ka. Laboratorium Datamining Teknik Industri FTI-UII&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;Hobby&lt;span style=""&gt;                         &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Membaca terutama buku-buku science, keIslaman, peradapan dunia, ensklopedi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="ES" &gt;Pengalaman Organisasi&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Asisten Laboraterium Optimasi Bidang Penelitian dan Pengembangan, Asisten Laboraterium Optimasi Bidang Administrasi, Pemandu Mentoring Keagamaan Islam&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Universitas Islam Indonesia, Pengurus Takmir Mushola Bahrul ‘Ullum FTI UII, pengurus Remaja Islam Masjid (RISMA) Mushola Rodhirrohman, pengurus Himpunan Mahasiswa Pasca Sarjana UGM&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengalaman Kerja&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;: Asisten Laboraterium Optimasi UII Bidang&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penelitian dan Pengembangan, dan Administrasi,Kepala Laboratorium Staistik Industri dan PEnelitian Operasional Universitas Islam Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: center; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-2958747161668604995?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/2958747161668604995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/04/misteri-dibalik-kelangkaan-dan-naiknya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/2958747161668604995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/2958747161668604995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/04/misteri-dibalik-kelangkaan-dan-naiknya.html' title='&quot;Misteri Dibalik  Kelangkaan dan Naiknya Harga Minyak'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_nx0Pyfc-GiU/SAxNu4wNvrI/AAAAAAAAAAc/e88ErSm6wVE/s72-c/cover.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-4297861021540119593</id><published>2008-03-13T10:36:00.001+07:00</published><updated>2009-04-05T15:06:12.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumahku Surgaku'/><title type='text'>Pola Relasi Suami Isteri</title><content type='html'>&lt;span style="text-decoration: underline;font-family:verdana;" &gt;Isteri adalah sahabat suami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Persahabatan merupakan salah satu penampakan naluri manusia. Kepada sahabatnya seseorang merasa sederajat. satu dan yang lainnya tidak merasa lebih tinggi. Seorang akan merasa nyaman hidupnya dengan kehadiran sahabat disisinya. mereka mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang terpercaya tanpa pamrih. Mereka dapat saling berkeluh kesah dan berbagi rasa. baik suka ataupun duka. Seorang sahabat tidak akan merasa berat mengorbankan waktu untuk mendengarkan sahabatnya. Seorang akan merasa dihargai dengan kepercayaan sahabtnya. MEreka saling menerima apa adanya kekurangan dan kelebihan sahabatnya. Mereka berupaya agar sahabtnya selalu mendapatkan Ridlo Allah SWT. Jika ada persoalan antara mereka akan diselesaikan dengan musyawarah. Tentu musyawarah dengan komunikasi yang hangat, penuh ungkapan kasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; hubungan antara suami isteri lebih dari pada persahabatn dua orang manusia. Suami telah menjasi sayap bagi isterinya. Isterinya telah menjadi sayap bagi sebelahnya lagi. Suami isteri benar -  benar menyatu seperti menyatunya warna kuning dan biru menjadi warna hijau. Selera suami terhadap makanan, pakaian, kendaraan, perabot rumah dan sarana hidup lainnya semasa masih bujang akan berubah ketika sudah menikah, demikian pula dengan isteri tidak semuanya seleranya terhadap kehidupan dapat dipaksakan ketika sudah hidup bersama suaminya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Kepemimpinan suami bukan pengistimewaan komando dan fasilitias. Pelayanan isteri kepada suami bukanlah penghambaan dan penghinaan. keduanya hidup sebagai sahabat. Saling menyayangi, mengasihi, membutuhkan, memberi dan menerima sebatas apa yabn telah ditetapkan Allah atas keduanya. Saling memberikan hadiah dan ungkapan kasih sayang merupakan anjuran Islam. Pelukan dan ciuman mesra diantara keduanya akan semakin mendekatkan hati. suami dan isteri bahu membahu dan berjuang bersama untuk dapat bergandengan tangan masuk ke dalam surga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Jika suami melakukan kesalahan atau kelalaian maka denga penuh rasa hormat dan cinta isteri akan menginngatkannya. Dengan nama Allah isteri tidak akan rela suaminya melakukan dosa hingga mendapat murka-Nya. Isteri harus mampu menundukan suaminya sebagai pemimpinnya. Dia menghargai suaminya selayaknya sebagai pemimpinnya. Dia menghargai dirinya suaminya selayaknya sebagai pemimpin. Dengan menaati dan mengikuti  setiap kebijakannya disertai kasih sayang. Jika isteri melakukan kesalahan maka dengan lembut dan penuhkasih  sayang seorng suami akan membimbing dan mengarahkannya. Suami tidak serta merta marah, menghujat, mencela, memojokkan, menghina apalagi memberi sangsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; sumber : buku Bangunan keluarga dambaan (panduan membangun keluarga) karangan Ridha salamah dan Abu zaid&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-4297861021540119593?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/4297861021540119593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/03/pola-relasi-suami-isteri.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/4297861021540119593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/4297861021540119593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/03/pola-relasi-suami-isteri.html' title='Pola Relasi Suami Isteri'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-2645113406013429989</id><published>2008-03-12T11:55:00.000+07:00</published><updated>2008-06-10T15:58:41.885+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Terimakasih Pak parkir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;saya dapat kabar kalo kajian usul fiqh ust.siddiq yg di jl. paris minggu ini di ganti jadi hari selasa, karena beliau sedang ada tugas Dakwah ke keluar kota..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dan kemarin selasa berangkat kesana yang kebetulan sedang ujan derass bgt..walhasil baju saya dan teman saya basah kuyup..dan ternyata...setelah menunggu hampir setengah jam lebih..kok pintu rumah ustadznya tidak terbuka, dan jama'ah ta'lim yang biasanya terlihat banyak  juga nggak ada, yang datang kemarin hanya beberapa motor aja...dan setelah konfirmasi langsung sama ustadz nya lewat sms, ternyata kajiannya ditiadakan untuk minggu ini.hiks..hiks..dan katanya sdh diumumkan lewat ustadz2 siapa gitu dan isterinya ternyata kami ketinggalan informasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;tapi it's oke...insyaAllah..tidak ada yg sia2 di mata Allah..klo diniatkan hanya utk mencari Ridlo Allah..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kemudian akhirnya saya dan yelis (temen yg ikut bersama saya) meninggalkan tempat kajian..dan sambil diperjalanan kami mampir dulu ke toko plastik..buat beli rak plastik..dan kami pun beli 2 buah rak, yang ukurannya lumayan besar..dan rak yang satu saya simpan di depan saya, satunya lagi di pegang temen saya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kemudian kami sampai di lampu merah Mirota,kami kecebak lampu merah dan lumayan macet juga...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;setelah menunggu lama akhirnya lampu merah berganti menjadi lampu hijau...dan pas dah siap2 mo narik gas..baru aja setengah nya saya tarik, tiba2.... dragkkk!!! bagian depan motor saya nabrak motor yg ada di depan saya..krn motor yg di depan saya rem2 ndadak..tapi Alhamdulillah... tidak membuat saya jatuh..dan saya lanjutkan lagi perjalanan saya sambil rodo menggurutu ke temen yg saya bonceng di belakang "kaget ya?..itu sih orang di depan nya rem nya ngedadak..., Alhamdulillah tapi gpp ya..." tapi temen saya ngga komentar apa2...trus pas sampe lampu merah yg deket ATM mandiri, kena lagi deh sama lampu merah..terus sambil nungguin lampu merah, saya tanya temen yg saya bonceng "jadi makan dulu ngga lis, tadi katanya lapar bgt... ",  "lis...lis..". Dalam hati saya bilang "nie anak dari tadi ditanya kok diem terus..." sekali lagi saya tanya krn mungkin ngga kedengeran..."lis..lis.." terus sambil saya liat ke belakang.."lis..mau mak....." belum kalimatnya berakhir saya kaget setengah mati..."Masya Allah....lis...kok kamu ngga ada....?????" Masya Allah..ya Allah..ternyata temen yg saya bonceng ngga ada!!! jantung saya berdegap kencang, dalam fikiran saya terbayang macam2...kebetulan di deket lampu merah itu ada warung makan tasikmalaya yang sudah saya kenal sebelumnya, sambil gemetaran saya bilang ke salah satu pegawainya, nama nya holiq "liq..liq..nitip barang teteh bentar (rak yang saya beli dgn temen saya), tth tadi tu bonceng temen..tapi2 tiba2 ilang..." tanpa denger komentarnya saya langsung membalikan motor saya menuju jalan yg tadi saya lalui, sambil liat2 ke trotoar..siapa tahu tmn saya ada disana..sambil di motor saya bicara sendiri "lis..ya amppunnn kamu dmn..". Saya berfikir mungkin dia kaget bgt pas saya menabrak motor di depan saya, terus akhirnya dia pingsan dan jatuh dari motor...ato gimana...?? saya panik bgt, ngejalanin motor pun saya ngga konsen..akhirnya saya sampai di depan mirota..dan dari kejauhan ada cewek kecil2 yg pake kerudung putih melambai2kan tangannya.."teteh..teteh...". itu dia orang nya, sambil mengucapkan Alhamdulillah karena tenyata ngga terjadi apa2 yang sempet terfikir macam2 dibenak saya..."trus sambil menghela nafas saya langsung tanya ma dia" tadi kejadiannya gimana sih..kok bisa kamu ketinggalan disini...??" akhirnya dia bercerita.."tadi pas teteh nabrak itu..saya kelempar...eh terus teteh nya malah jalan aja motor nya..terus saya teh manggil2 teteh sambil ngelambai tangan "teteh...teteh..teteh..." tapi tetehnya jalan terus motornya..pas lis liat ke belakang..motor2 + mobil2 yg nyorotin lampu sambil nglaksonin lis yg lagi berdiri di tengah jalan...lis tu kaget..dan ngga tahu harus gimana..akhirnya diselamatin sama bapak tukang parkir mirota, gitu teh.." mendengar cerita itu saya tertawa terpingkal2 sampe perut saya sakit bgt. MasyaAllah...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;terus pas sampai warung makan dimana saya nitipkan barang, mereka sdh menunggu dengan wajah yg bertanya2..kemudian saya dan temen saya yg lugu n polos menceritakan kronologisnya..mereka pun tertawa terbahak2, mereka hanya komentar "Ya Allah..teteh teteh kok bisa sih ngebonceng orang tapi nggak sadar orang nya ilang..."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6243576203853805839-2645113406013429989?l=lin-muthmainnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/feeds/2645113406013429989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/03/terimakasih-pak-pos.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/2645113406013429989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6243576203853805839/posts/default/2645113406013429989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lin-muthmainnah.blogspot.com/2008/03/terimakasih-pak-pos.html' title='Terimakasih Pak parkir'/><author><name>Lina Nurlina, S.Kom.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02869038633084500472</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6243576203853805839.post-6786892267417536731</id><published>2008-03-10T16:41:00.000+07:00</published><updated>2008-06-10T15:59:23.862+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Islam'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 130%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;KEISTIMEWAAN ISLAM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 130%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Oleh : Muhammad Al-Fatih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 130%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;b style=""&gt;(QS Al ‘Alaq [96]:1-5)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Manusia dilahirkan ke dunia ini dengan tidak membawa apa, ia lahir dalam keadaan yang sangat lemah, yang sangat sulit beginya untuk bertahan hidup tanpa bantuan dari orang lain. Setiap manusia yang terlahir dengan keadaan kosong, yang dimaksud kosong disini bahwa ia tidaklah dibekali pengetahuan tentang kebenaran-kebenaran, itulah sebabnya, seiring bertambah dewasanya manusia tersebut, pertanyaan-pertanyaan yang mendesak baginya untuk dijawab bertambah banyak dan semakin kompleks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada saat itu, manusia cenderung bimbang untuk menentukan langkahnya, bimbang dalam menjalani langkahnya dan terlebih dari semua itu, ia bimbang mengapa ia melangkah. Pada saat-saat seperti ini, mau tidak mau, atau sadar tidak sadar, manusia mulai mencari sesuatu untuk dijadikan arah dan pegangan hidupnya. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang menyebut pegangan hidup itu adalah prinsip, ada yang menyebutnya ideologi, dan ada juga yang menyebutnya agama. Yang terakhir ini selalu kita dengar dan paling banyak dalam dijadikan arah dan pegangan hidup, dan inilah yang akan kita bahas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Wahai kaum muslimin (dan siapa saja yang membaca tulisan ini), pernahkah anda bertanya, kenapa harus Islam yang kita pilih? Apakah iman kita terhadap Islam benar-benar dari pikiran dan hati kita? Ataukah hanya karena keturunan saja? Apakah kita ikhlas kepada Islam? Apakah akidah kita adalah &lt;i style=""&gt;Akidah Islamiyah&lt;/i&gt;?? Apakah iman kita selama ini hanya setengah-setengah? Lebih lanjut lagi, kenapa kita tidak memilih agama lain yang tampaknya lebih baik dari Islam? Lebih mudah pelaksanaanya? lebih gampang masuk surganya? Tentu saja semua itu harus kita jawab, supaya tidak ada lagi keraguan kepada iman kita, karena iman itu harus bersifat &lt;i style=""&gt;tashdiqul jazm&lt;/i&gt; (pembenaran yang pasti) atau iman itu harus 100% tidak boleh kurang 0,0000000000000000000001% pun!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Pertama, Islam adalah diin (agama) yang paling sempurna, yaitu penyempurna dari semua agama-agama yang pernah diturunkan Allah SWT kepada ummat-Nya, ini ditegaskan dalam firman-Nya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah aku ridhai Islam sebagai agama bagi kamu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;(QS Al Ma’idah [5]:3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ayat ini menegaskan kalau Islam adalah agama penutup bagi seluruh dunia, dengan Muhammad sebagai rasul yang terakhir dan Al Qur’an sebagai kitab penutup setelah Nabi Musa AS dengan Tauratnya, Nabi Daud Dengan Zaburnya dan Nabi Isa AS dengan Injilnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lalu ada pertanyaan, Kenapa agama harus disempurnakan? Bukankah agam sebelumnya juga diturunkan oleh Allah kepada ummatnya melalui perantaraan nabi-nabinya?” Ya! Betul, semua kitab dan ajaran yang dibawa masing-masing nabi adalah dari Allah, tetapi, ingatlah, ketika para pengikut nabi Musa AS telah menyimpangkan sebagian besar dari taurat yang diterima mereka, maka Allah mengutus Nabi Isa AS untuk membenarkanya, begitu pun juga Nabi Muhammad SAW, beliau juga diutus sebagai penyempurna agama nasrani, dan semua agama lain yang banyak penyimpangan-penyimpanganya, selain itu Islam diturunkan kepada seluruh ummat manusia. Penyimpangan-penyimpangan ini, antara lain doktrin trinitas dan penambahan Alkitab, diterangkan oleh Allah dalam ayat :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakanya, “Ini dari Allah,” karena mereka hendak memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang ditulis oleh tangan mereka itu, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang mereka kerjakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(QS Al Baqarah [2]: 79)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Katakanlah “Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta. Dia tidak beranak dan tidak (pula) diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;(QS Al Ikhlash [112]:1-4)&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kedua, hanya Islam-lah agama sekaligus suatu sistem yang lengkap, yang tidak hanya mengatur soal &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;ibadah (ruhiyah)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; saja, tetapi juga mengatur tentang &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;politik (siyasah),&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; politik menurut islam adalah mengurusi urusan ummat, yang meliputi pendidikan, pemerintahan, ekonomi, hukum, pergaulan dan lain-lainya. Hanya Islam yang mempunyai peratuan yang begitu terinci! Yang imbasnya adalah tegaknya Daulah Islamiyah selama kurang lebih 1300 tahun, dimulai sejak tahun 624, yaitu tegaknya Daulah Islamiyah di Madinah sampai runtuhnya yaitu tahun 1924 di Turki karena persekongkolan musuh-musuh Islam. Ideologi mana yang mampu mempertahankan idenya selama itu? Kalau bukan dari Allah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ketiga, hanya Islamlah yang memiliki kitab yang terjamin yaitu Al Qur’an, yang selalu disertai dengan bahasa aslinya, tidak seperti Alkitab yang sudah di re-re-re-re-visi ( revisinya banyak! Diragukan keaslianya! ) Untuk menjamin keslianya ini Allah menantang dengan orang yang meragukannya dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;firman-Nya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan terhadap apa yang kami turunkan (Al Qur’an) kepada hamba Kami (Muhammad), maka datangkanlah suatu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; (saja) yang semisalnya; dan ajaklah pembantu-pembantu kamu selain dari allah, jika kamu memang orang-orang yang benar&lt;b style=""&gt;. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;(QS Al Baqarah [2]:23)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Keempat, Apakah ada yang lebih masuk akal selain Islam? Dalam proses pengimanannya, Islam selalu menyertakan pemikiran, bukan doktrin (contoh doktrin: trinitas) karena pemikiran itu sendiri adalah karunia Allah yang paling besar, yang membuat manusia menjadi makhlik paling mulia di muka bumi ini. Pentingnya akal ini difirmankan Allah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;(QS Ali Imran [3]: 190)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dan masih banyak yang lain selain ayat-ayat tersebut, jadi buat apa kita mencari sesuatu yang lebih tak sempurna dari Islam? Apalagi jika kita belum mengetahui apa itu Islam. Lantas kita tergoda dengan ajaran lain yang mengatakan surga itu “mudah” didapatkan. Allah telah memperingatkan : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana apa yang (diderita) orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa kesengsaraan, kemelaratan, dan mereka digoncangkan (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman kepadanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;b style=""&gt;(QS Al Baqarah [2]:214)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Barangsiapa yang mencari agama selain daripada agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan diakhirat dia termasuk orang-orang yang rugi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;(QS Ali Imran [3]: 85)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Sesungguhnya orang-orang kafir dan mati dalam kekafiranya, maka tidaklah akan diterima dari sesorang mereka emas sepenuh bumi walaupun untuk menebus dirinya, Bagi mereka Azab yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;(QS Ali Imran [3]: 91)&lt;span style=""&gt;                                                             &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Na’udzubillah!, semoga kita dikaruniai kelembutan hati oleh Allah SWT agar kita tidak dibutakan sebagaimana orang-orang kafir, dan jika apabila ada dari kita yang berkeinginan berpaling karena kita tak mengenal Islam,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memintalah kepada Allah agar kita masih dapat kembali dan bertaubat kepada-Nya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Mereka kekal di dalamnya, tiada diringankan azab dari mereka, dan tiada (pula) mereka diberi tangguh, kecuali orang-orang yang taubat sesudah itu dan mengadakan perbaikan, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;b style=""&gt;(QS Ali Imran [3]: 88-89)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Tetapi semua itu tidak akan ada sebelum ada usaha dari manusia itu sendiri, dan ingatlah Islam tak pernah memaksa! Allah berfirman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;b style=""&gt;(QS Ar Ra’d [13]: 11)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Tidak ada paksaan dalam agama (Islam) (karena) sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 130%;font-family:&amp;quot;;" &gt;(QS Al Baqarah [2]: 256)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt
